Jakarta (Humas UNAS) – Universitas Nasional (UNAS) resmi menggelar grand opening 1949 Ground Space pada Kamis, 16 April 2026. Peresmian ini ditandai dengan prosesi gunting pita oleh Rektor UNAS Dr. El Amry Bermawi Putera, M.A. bersama Ketua Pengurus Yayasan Memajukan Ilmu dan Kebudayaan (YMIK) Dr. Ramlan Siregar, M.Si., sebagai simbol dibukanya fasilitas baru yang diharapkan menjadi pusat aktivitas sekaligus unit usaha kampus.
Turut juga hadir dalam kegiatan ini, Ketua Pembina YMIK Dr. Muhammad Noer, M.A. para Wakil Rektor UNAS, Dekan, Wakil Dekan, Kepala Lembaga, Biro/ Badan, Unit serta tamu undangan perwakilan Bank. Setelah prosesi peresmian, para tamu dipersilakan untuk meninjau langsung area 1949 Ground Space serta menikmati hidangan yang telah disediakan.
Dalam sambutannya, Rektor UNAS menyampaikan bahwa kehadiran 1949 Ground Space merupakan bagian dari transformasi fasilitas kampus yang sebelumnya digunakan sebagai tempat praktikum mahasiswa, khususnya di bidang pariwisata. Kini, fasilitas tersebut dikembangkan menjadi ruang komersial yang tidak hanya mendukung pembelajaran, tetapi juga menghasilkan pendapatan bagi universitas.
Ia menjelaskan bahwa konsep ini lahir dari keinginan untuk mengoptimalkan potensi aset kampus agar lebih produktif. Selain sebagai restoran dan ruang berkumpul yang nyaman, 1949 Ground Space juga dirancang sebagai tempat pelatihan tenaga kerja siap pakai di sektor perhotelan dan kuliner.
“Ke depan, kita ingin fasilitas ini tidak hanya menjadi tempat praktik, tetapi juga mampu mencetak tenaga kerja yang siap terjun ke industri dalam waktu relatif singkat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Rektor menekankan pentingnya pengembangan unit bisnis di lingkungan perguruan tinggi sebagai sumber pendanaan alternatif. Hal ini sejalan dengan tuntutan akreditasi dan keberlanjutan institusi pendidikan agar tidak sepenuhnya bergantung pada biaya pendidikan mahasiswa.
Sementara itu, Ketua Pengurus YMIK dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pembukaan resmi 1949 Ground Space. Ia berharap fasilitas ini dapat didukung bersama dan dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh sivitas akademika.
“Restoran ini diharapkan tidak hanya menjadi fasilitas pendukung, tetapi juga mampu memberikan pelayanan yang lebih baik bagi pimpinan dan tamu-tamu universitas,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa keberadaan 1949 Ground Space diharapkan membawa keberkahan bagi UNAS serta menjadi ruang representatif untuk berbagai kegiatan, baik formal maupun informal.
Selain itu, keberadaan 1949 Ground Space juga diharapkan dapat mendukung berbagai kegiatan akademik dan non-akademik, seperti jamuan tamu, kunjungan asesor, hingga kegiatan komunitas kampus. Lokasinya yang berada di tengah lingkungan kampus dinilai strategis untuk menjadi pusat interaksi sivitas akademika.
Dengan diresmikannya 1949 Ground Space, UNAS menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan ekosistem kampus yang produktif, inovatif, dan berkelanjutan, sekaligus membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk industri dan mitra eksternal. (*Dimas Wijaksono)






