Jakarta (UNAS) – Biro Administrasi Kemahasiswaan dan Alumni (BIROMAWA) Universitas Nasional (UNAS) bekerja sama dengan Zenith Academy menyelenggarakan workshop bertajuk “Empower Your Future with AI dan Data Innovation” di Aula Lantai 4 Kampus UNAS Pejaten, Rabu (10/12). Kegiatan ini diikuti mahasiswa dari berbagai program studi dan bertujuan meningkatkan pemahaman serta keterampilan dasar dalam pemanfaatan kecerdasan buatan dan inovasi data di era digital.
Workshop menghadirkan dua narasumber, yakni Kevin Renaldy selaku Head of Solution Engineering dan Titan Danar Raharjo sebagai Intel Master Trainer. Keduanya membahas perkembangan terkini kecerdasan buatan, konsep dasar Artificial Intelligence (AI), perbedaan predictive AI dan generative AI, pemanfaatan Large Language Model (LLM), hingga praktik prompt engineering yang kini menjadi keterampilan penting dalam penggunaan teknologi AI.
Kepala BIROMAWA UNAS, Kamaruddin Salim, S.Sos., M.Si., dalam sambutannya mengapresiasi kolaborasi yang terjalin antara UNAS dan Zenith Academy. Ia menegaskan bahwa pesatnya perkembangan teknologi menuntut mahasiswa untuk terus beradaptasi dan meningkatkan literasi digital, khususnya dalam pemanfaatan AI.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Kevin dan tim Zenith Academy yang untuk kedua kalinya hadir di UNAS berbagi pengetahuan. Kehadiran para trainer sangat penting untuk membuka wawasan mahasiswa mengenai cara kerja AI dan data dalam dunia industri,” ujar Kamaruddin.
Ia menjelaskan bahwa perubahan pola belajar pascapandemi berlangsung sangat cepat, sehingga teknologi digital kini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan akademik. Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya memahami teori, tetapi juga dituntut mampu mengimplementasikan teknologi secara tepat dan bertanggung jawab.
“Teknologi berkembang sangat cepat dan tidak bisa dihindari. Mahasiswa perlu memahami cara kerja AI dan pengolahan data. Namun, pemanfaatannya harus tetap bertanggung jawab agar tidak mengurangi proses belajar yang sesungguhnya, seperti observasi, dokumentasi, dan kemampuan berpikir kritis,” tegasnya.
Dalam sesi materi, narasumber memperkenalkan konsep dasar AI serta peranannya dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu topik yang menarik perhatian peserta adalah perbedaan antara predictive AI yang menganalisis data masa lalu untuk membuat prediksi dan generative AI yang mampu menghasilkan konten baru, seperti teks, gambar, suara, hingga kode program.
Materi dilanjutkan dengan penjelasan mengenai Large Language Model (LLM) dan proses pelatihannya dalam memahami bahasa manusia. Peserta juga mengikuti demonstrasi langsung penggunaan AI untuk analisis data dan pembuatan teks, termasuk penerapan strategi prompt engineering dengan metode RTF (Role, Task, Format) guna menghasilkan keluaran AI yang lebih relevan.
Selain aspek teknis, narasumber menekankan pentingnya etika dalam penggunaan AI. Isu keamanan data, potensi bias algoritmik, serta fenomena hallucination pada AI dibahas untuk meningkatkan kewaspadaan mahasiswa terhadap keterbatasan teknologi. Peserta diajak menerapkan prinsip “trust but verify” dalam setiap pemanfaatan AI.
Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif. Mahasiswa antusias mengajukan pertanyaan terkait peluang karier di bidang AI, pemanfaatan AI dalam penelitian, serta tantangan etika di dunia industri.
Melalui workshop ini, BIROMAWA UNAS berharap mahasiswa memiliki pemahaman yang lebih komprehensif mengenai kecerdasan buatan. Bekal keterampilan seperti prompt engineering, analisis data, dan literasi digital diharapkan dapat membantu mahasiswa lebih siap menghadapi kebutuhan dunia kerja yang semakin berbasis teknologi. (VIN)
Bagikan :


