UNAS Dukung Inovasi Transportasi Masa Depan melalui Peluncuran Teknologi SkyDrive eVTOL

Jakarta (UNAS) – Universitas Nasional (UNAS) menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan teknologi transportasi masa depan dengan berpartisipasi pada peluncuran SkyDrive eVTOL (electric Vertical Take-Off and Landing) bertajuk “Welcoming the Future of Air Mobility” yang diselenggarakan di Heliport Cengkareng, Selasa (23/6). Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, mulai dari regulator, akademisi, hingga pelaku industri, sebagai bentuk sinergi dalam mendorong pengembangan Urban Air Mobility di Indonesia.

Peluncuran teknologi tersebut merupakan hasil kolaborasi Whitesky Group bersama Program Studi Hubungan Internasional dan Program Studi Sastra Indonesia Universitas Nasional. Sebanyak 54 mahasiswa dan dosen UNAS mengikuti kegiatan ini dengan antusias sebagai bagian dari upaya kampus memperkenalkan inovasi transportasi berbasis energi bersih sekaligus memperluas wawasan sivitas akademika terhadap perkembangan teknologi global.

SkyDrive eVTOL (electric Vertical Take-Off and Landing) merupakan teknologi kendaraan udara ramah lingkungan atau “mobil terbang” bertenaga listrik yang dikembangkan oleh perusahaan asal Jepang, SkyDrive Inc. Teknologi ini dirancang untuk merevolusi sistem transportasi perkotaan (Urban Air Mobility) maupun regional melalui kemampuan lepas landas dan mendarat secara vertikal, sehingga tidak memerlukan landasan pacu konvensional sebagaimana pesawat terbang pada umumnya. Penggunaan tenaga listrik pada eVTOL juga menjadi solusi transportasi yang lebih ramah lingkungan karena berpotensi mengurangi emisi karbon sekaligus meningkatkan efisiensi mobilitas di kawasan perkotaan.

Dalam sambutannya, Founder & CEO Whitesky Group, Denon Prawiraatmadja, menyampaikan bahwa Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi bagian dari pengembangan ekosistem eVTOL di kawasan Asia. Sebagai negara kepulauan, Indonesia membutuhkan sistem transportasi yang mampu meningkatkan konektivitas antardaerah secara cepat dan efisien. Oleh karena itu, pengembangan Urban Air Mobility perlu dipersiapkan sejak dini, tidak hanya dari sisi teknologi, tetapi juga melalui kesiapan regulasi, infrastruktur, dan sumber daya manusia.

Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara Kementerian Perhubungan, Sokhib Al Rokhman, menegaskan bahwa pemerintah mendukung setiap inovasi di bidang transportasi selama tetap mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, dan kepatuhan terhadap regulasi penerbangan. Dukungan tersebut menjadi sinyal positif bahwa pengembangan eVTOL di Indonesia memiliki peluang untuk diwujudkan secara bertahap melalui kolaborasi antara pemerintah, industri, dan perguruan tinggi.

Dari sisi akademik, Ketua Program Studi Hubungan Internasional Universitas Nasional, Harry Darmawan, S.Hum., M.Si., menyampaikan bahwa peluncuran teknologi SkyDrive menjadi momentum penting bagi dunia pendidikan tinggi untuk memperluas kajian mengenai inovasi transportasi, diplomasi teknologi, serta kerja sama internasional. Menurutnya, perkembangan eVTOL membuka peluang kolaborasi riset dan pengembangan dengan berbagai institusi nasional maupun internasional yang dapat meningkatkan daya saing lulusan Universitas Nasional di tingkat global.

Sementara itu, Ketua Program Studi Sastra Indonesia Universitas Nasional, Machdori, S.S., M.Hum., menyoroti pentingnya aspek budaya dan literasi dalam menghadapi transformasi teknologi. Ia menilai masyarakat perlu diberikan pemahaman yang komprehensif agar mampu menerima dan memanfaatkan inovasi transportasi secara bijaksana. Dengan demikian, perkembangan teknologi tidak hanya dipandang sebagai kemajuan industri, tetapi juga sebagai bagian dari perubahan sosial yang memerlukan kesiapan budaya dan edukasi.

Perwakilan SkyDrive, Taiju Oki, Director of Overseas Business Development & Government and Public Affairs, menjelaskan bahwa pengalaman Jepang dalam mengembangkan eVTOL akan menjadi dasar implementasi teknologi tersebut di Indonesia dengan menyesuaikan karakteristik wilayah dan kebutuhan masyarakat. Teknologi ini diproyeksikan tidak hanya mendukung mobilitas perkotaan, tetapi juga memberikan manfaat bagi sektor pariwisata, perkebunan, pertambangan, hingga layanan darurat. Selain mempercepat konektivitas antarwilayah, eVTOL juga diharapkan mampu membantu mengurangi kemacetan dan mendukung target penurunan emisi karbon nasional.

Bagi Universitas Nasional, keikutsertaan dalam kegiatan ini memberikan manfaat strategis dalam memperkuat ekosistem pembelajaran berbasis inovasi. Mahasiswa memperoleh kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan regulator, pelaku industri, dan pengembang teknologi sehingga dapat memahami implementasi ilmu pengetahuan di dunia nyata. Pengalaman tersebut juga memperkaya proses pembelajaran melalui pendekatan multidisiplin yang menghubungkan bidang hubungan internasional, teknologi, kebijakan publik, hingga komunikasi.

Di luar lingkungan kampus, kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia. Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan industri membuka peluang lahirnya riset-riset baru mengenai transportasi udara masa depan yang berkelanjutan. Selain itu, pengenalan teknologi eVTOL diharapkan dapat meningkatkan literasi masyarakat terhadap inovasi transportasi ramah lingkungan, mempercepat adopsi teknologi rendah emisi, serta mendorong terciptanya sumber daya manusia yang siap menghadapi transformasi mobilitas global.

Melalui partisipasi dalam peluncuran SkyDrive eVTOL, Universitas Nasional kembali menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang aktif mendukung perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi. Sinergi antara dunia akademik, pemerintah, dan industri diharapkan menjadi fondasi dalam menciptakan ekosistem transportasi udara yang modern, aman, berkelanjutan, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional dan kemajuan peradaban di era transformasi digital.(***)

Bagikan :

Info Mahasiswa

Related Post

UNAS Jadi Tuan Rumah Seminar & Lokakarya Tahunan ke-23 ASPBJI Jabodetabek 2024: “Pembelajaran Pidato dan Presentasi dalam Bahasa Jepang”
PT Bank Shinhan Indonesia Berikan Beasiswa untuk Mahasiswa UNAS, Dukung Pendidikan dan Peluang Karir
HIMAJEM UNAS Buat Kegiatan MANVIS di Karawang
Tutup Gelaran Dies Natalis ke 13, FIKES Selenggarakan Seminar Kesehatan Nasional
55 Mahasiswa UNAS Lakukan Pelatihan dan Uji Kompetensi Konsultan Pendamping UMKM
UNAS Hadiri Pertemuan Platform Bilingual Tionghoa Indonesia

Kategori Artikel

Berita Terbaru

Jadwal pelaksanaan PLBA T.A 2025/2026

Hari : RABU

SESI : 1

Tanggal : 24 September 2025

Pukul : 07.00 – 12.00 WIB

Auditorium Universitas Nasional

FAKULTAS

  1. FISIP
  2. FAKULTAS BAHASA DAN SASTRA
  3. FAKULTAS TEKNIK DAN SAINS
  4. FAKULTAS TEKNOLOGI  KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA

SESI : 2

Pukul : 13.00 – 16.00 WIB

Tempat : Auditorium Universitas Nasional

FAKULTAS

  1. FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
  2. FAKULTAS HUKUM
  3. FAKULTAS ILMU KESEHATAN
  4. FAKULTAS BIOLOGI DAN PERTANIAN

Tempat : Auditorium Universitas Nasional

Hari : Kamis

Tanggal 25 September 2025

Pukul : 07.00 – 16.00 WIB

  1. FISIP
  2. FAKULTAS BAHASA DAN SASTRA
  3. FAKULTAS TEKNIK DAN SAINS
  4. FAKULTAS TEKNOLOGI  KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA
  5. FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
  6. FAKULTAS HUKUM
  7. FAKULTAS ILMU KESEHATAN
  8. FAKULTAS BIOLOGI DAN PERTANIAN

Tempat : Auditorium Universitas Nasional