JAKARTA (UNAS) – Program Studi Magister Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Nasional (UNAS), melaksanakan Simulasi Akreditasi pada Senin (10/8/2026) di Ruang Seminar UNAS. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari persiapan program studi menghadapi proses akreditasi sekaligus memastikan kesiapan dokumen, implementasi kurikulum, dan berbagai komponen penilaian yang dipersyaratkan oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Sosial, Politik, Administrasi, dan Komunikasi (LAMSPAK).
Simulasi menghadirkan Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni UNAS, Prof. Dr. Erna Ermawati Chotim, M.Si., sebagai asesor internal. Kegiatan tersebut bertujuan memberikan penilaian objektif terhadap kesiapan Program Studi Magister Administrasi Publik serta mengidentifikasi komponen yang masih perlu diperkuat sebelum proses akreditasi berlangsung.
Dekan FISIP UNAS, Dr. Aos Yuli Firdaus, S.I.P., M.Si., menyampaikan bahwa simulasi menjadi sarana evaluasi terhadap berbagai persiapan yang telah dilakukan oleh program studi. Menurutnya, masukan dari asesor internal diperlukan untuk mengidentifikasi kekurangan sekaligus memastikan setiap komponen yang dipersyaratkan telah dipersiapkan secara optimal.
“Ini menjadi cerminan dari hasil kerja yang sudah kita lakukan, sekaligus membantu kita mengetahui di mana celah kekurangan yang masih ada. Mudah-mudahan dengan masukan dari Prof. Erna yang objektif dan kritis dalam menilai serta menunjukkan bagian yang dianggap masih lemah dan kurang, dapat kita lengkapi. Kami siap menerima rekomendasi dan masukan, termasuk terhadap instrumen yang sudah dikerjakan oleh tim program studi,” ujar Dr. Aos.
Sementara itu, Prof. Dr. Erna Ermawati Chotim, M.Si., selaku asesor internal, menilai bahwa secara tata laksana dan struktur, berbagai komponen yang disiapkan oleh Program Studi Magister Administrasi Publik telah tersedia dengan cukup lengkap. Ia juga memberikan perhatian terhadap kesiapan implementasi kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) sebagai salah satu komponen penting dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi.
“Secara tata laksana dan struktur sudah lengkap. Kurikulum OBE, baik dari aplikasi maupun implementasinya, sudah dimiliki dan sudah mencakup penilaian yang diminta oleh LAMSPAK,” jelas Prof. Erna.
Selain kurikulum, Prof. Erna menilai kerja sama internasional yang dimiliki Program Studi Magister Administrasi Publik menjadi salah satu kekuatan yang perlu terus dikembangkan. Keberadaan mitra internasional yang aktif dinilai dapat memberikan nilai tambah bagi pengembangan program studi, terutama dalam memperluas jejaring akademik dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan.
“Kerja sama internasional juga didukung dengan mitra yang cukup aktif dan menjadi salah satu kekuatan kita. Namun, yang perlu ditonjolkan adalah pengembangan, bukan hanya mempertahankan status quo,” tambahnya.
Masukan tersebut menjadi bagian penting dalam proses evaluasi Program Studi Magister Administrasi Publik FISIP UNAS. Program studi didorong tidak hanya memastikan kelengkapan dokumen akreditasi, tetapi juga menunjukkan bukti implementasi, capaian, serta rencana pengembangan yang berkelanjutan.
Melalui simulasi akreditasi, program studi memiliki kesempatan untuk mengidentifikasi berbagai komponen yang masih perlu disempurnakan sebelum menghadapi asesmen eksternal. Evaluasi tersebut diharapkan dapat memperkuat kesiapan program studi sekaligus memastikan setiap proses akademik berjalan sesuai standar mutu yang telah ditetapkan.
Kegiatan tersebut sekaligus menegaskan komitmen FISIP UNAS dalam membangun budaya mutu melalui evaluasi yang objektif, terbuka, dan berorientasi pada peningkatan kualitas secara berkelanjutan. Budaya mutu tidak hanya diwujudkan melalui pemenuhan dokumen akreditasi, tetapi juga melalui konsistensi dalam melaksanakan, mengevaluasi, dan mengembangkan setiap proses akademik.
Dengan demikian, Simulasi Akreditasi Program Studi Magister Administrasi Publik menjadi bagian dari upaya UNAS untuk memperkuat tata kelola pendidikan tinggi berbasis mutu dan memastikan pengembangan program studi berjalan secara terukur, berkelanjutan, serta selaras dengan kebutuhan pendidikan tinggi dan perkembangan administrasi publik. (TIN)




