FEB UNAS Lepas Lulusan Semester Genap 2025/2026, Tekankan Kapasitas Berpikir sebagai Motor Perubahan

Jakarta (Humas UNAS) – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Nasional (UNAS) melepas lulusan Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 melalui kegiatan Pelepasan Lulusan yang berlangsung di Aula Gedung A Lantai 4 UNAS, Pejaten, Jakarta, Jumat (2/10/2026). Mengusung tema “Gelar Adalah Lisensi Kelulusan, Kapasitas Berpikir Adalah Motor Pendorong Perubahan,” kegiatan tersebut menekankan pentingnya kemampuan berpikir kritis, analitis, kreatif, sistematis, dan strategis sebagai bekal lulusan menghadapi perubahan dunia profesional.

Kegiatan diikuti lulusan Program Doktor Ilmu Manajemen, Magister Manajemen, Magister Akuntansi, serta Program Sarjana Manajemen, Akuntansi, dan Pariwisata. Selain menjadi momentum pelepasan, kegiatan tersebut memberikan pembekalan kepada lulusan agar mampu mengembangkan kompetensi, membangun jejaring, menjaga integritas, dan menghasilkan kontribusi nyata setelah menyelesaikan pendidikan di UNAS.

Gelar Akademik Bukan Akhir Perjalanan

Dekan FEB UNAS Prof. Dr. Edi Sugiono, S.T., S.E., M.M., menyampaikan selamat kepada seluruh lulusan yang telah menyelesaikan proses akademik. Menurutnya, kelulusan merupakan momentum penting setelah para mahasiswa melalui rangkaian pembelajaran, penelitian, ujian, dan berbagai proses akademik.

Para lulusan FEB UNAS selanjutnya dijadwalkan mengikuti wisuda pada 24 Oktober 2026.

Prof. Edi menjelaskan bahwa tema pelepasan mengandung pesan bahwa gelar akademik bukan akhir dari proses intelektual. Gelar merupakan pengakuan atas keberhasilan menyelesaikan pendidikan sekaligus awal dari tanggung jawab yang lebih besar di tengah kehidupan profesional dan masyarakat.

“Gelar adalah pengakuan atas keberhasilan menyelesaikan satu jenjang pendidikan sekaligus masuk menuju tanggung jawab yang lebih besar. Kemampuan berpikir kritis, analitis, kreatif, sistematis, dan strategis merupakan modal utama yang akan menentukan bagaimana saudara menghadapi perubahan, menyelesaikan persoalan, dan menciptakan masa depan,” ujarnya.

Ia menambahkan, dunia profesional tidak hanya menilai seseorang berdasarkan gelar akademik. Kemampuan menyelesaikan persoalan nyata, mengambil keputusan, membangun kepercayaan, serta menghasilkan karya yang bermanfaat menjadi kompetensi penting yang perlu dikembangkan para lulusan.

Tiga Kapasitas Berpikir untuk Menghadapi Perubahan

Menurut Prof. Edi, perkembangan kecerdasan buatan, transformasi digital, otomatisasi, ekonomi berbasis data, hingga dinamika geopolitik telah mendorong perubahan yang cepat di berbagai bidang. Kondisi tersebut menuntut lulusan perguruan tinggi tidak hanya mampu menguasai informasi, tetapi juga dapat mengolah pengetahuan menjadi pemikiran dan solusi.

Ia menekankan tiga kapasitas berpikir yang penting dikembangkan lulusan FEB UNAS, yaitu:

  1. Berpikir kritis, yaitu kemampuan mempertanyakan asumsi, membandingkan berbagai perspektif, serta menarik kesimpulan berdasarkan data dan argumentasi yang dapat dipertanggungjawabkan.
  2. Berpikir strategis dan sistematis, yaitu kemampuan memahami dan menyelesaikan persoalan yang berkaitan dengan organisasi, pasar, keuangan, sumber daya manusia, hingga pembangunan ekonomi yang semakin kompleks.
  3. Berpikir kreatif dan inovatif, yaitu kemampuan menghasilkan gagasan baru serta menemukan pendekatan yang lebih efektif untuk menciptakan nilai.

“Keberhasilan para lulusan hari ini merupakan bagian dari keberhasilan kita bersama dalam menjalankan amanah pendidikan tinggi,” kata Prof. Edi.

Pada kesempatan tersebut, Dekan FEB juga menyampaikan apresiasi kepada orang tua, pasangan, keluarga, guru besar, dosen, pembimbing, serta tenaga kependidikan yang telah memberikan dukungan selama proses pendidikan para lulusan.

Wakil Rektor Ingatkan Lulusan Jaga Nama Baik Almamater

Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Keuangan, dan SDM UNAS Prof. Dr. Suryono Efendi, S.E., M.B.A., M.M., turut menyampaikan ucapan selamat kepada para lulusan yang selanjutnya menjadi bagian dari keluarga besar alumni UNAS.

Dalam pesannya, Prof. Suryono menekankan beberapa hal yang perlu menjadi perhatian lulusan setelah menyelesaikan pendidikan, antara lain:

  • Menjadikan ijazah sebagai pembuka peluang, sekaligus memperkuat wawasan kebangsaan dan sikap sebagai pijakan dalam menjalani kehidupan profesional.
  • Berani memulai karier dan pengabdian dari langkah paling dasar serta tidak mengejar kesuksesan secara instan.
  • Memperkuat jejaring almamater karena keberhasilan yang memberikan dampak luas dapat dibangun melalui sinergi, gotong royong, kebersamaan, dan kolaborasi.
  • Menjaga nama baik UNAS di lingkungan kerja maupun kehidupan sosial.
  • Berkontribusi bagi pengembangan almamater, salah satunya melalui pengisian tracer study.

“Di mana pun kalian berada, jagalah nama baik UNAS sebagai almamater. Menjaga nama baik almamater bukan sekadar kewajiban saat berseragam atau mengenakan toga, melainkan komitmen seumur hidup di dunia kerja dan sosial,” tuturnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya partisipasi lulusan dalam tracer study sebagai bagian dari dukungan terhadap pengembangan UNAS, khususnya menjelang proses reakreditasi institusi pada 2027.

Dyan Sunu Prastowo Ajak Lulusan “Pulang ke Habitat, Hidupkan Indra, dan Mulai”

Pesan pengembangan kapasitas lulusan diperkuat melalui sesi sharing motivasi bersama Dyan Sunu Prastowo, Founder PT Grha Arsicon Cipta Prima (Limelight Pictures). Sesi tersebut mengangkat tiga gagasan utama, yaitu “Habitat”, “Creative Attitude”, dan “Mulai Aja Dulu.”

Dyan menjelaskan bahwa habitat dapat dimaknai sebagai ruang untuk berkarya. Habitat tidak selalu berupa tempat fisik, tetapi juga dapat berupa komunitas, tim kerja, sahabat, maupun ruang personal yang memungkinkan seseorang berkarya, berkolaborasi, dan bereksplorasi.

Menurutnya, perkembangan platform digital dan perubahan tren yang berlangsung cepat dapat membuat seseorang terlalu berorientasi pada validasi dan respons media sosial. Karena itu, lulusan perlu menemukan lingkungan yang memungkinkan mereka menghasilkan karya secara jujur.

“Yang penting di sini kita bisa jujur karena karya yang jujur itu selalu mempunyai nilai, mempunyai value. Jadi susah ditipu sama algoritma,” ungkapnya.

Dyan kemudian menjelaskan konsep creative attitude atau sikap kreatif. Menurutnya, kreativitas tidak hanya dimiliki oleh orang tertentu, tetapi dapat dikembangkan melalui kebiasaan dan kepekaan terhadap lingkungan.

Ia mendorong para lulusan untuk lebih mendengar, melihat, dan merasakan berbagai hal di sekitar. Percakapan, pengalaman, serta peristiwa sederhana dalam kehidupan sehari-hari dapat menjadi sumber gagasan untuk menghasilkan karya.

Karena itu, ia mengingatkan pentingnya mencatat setiap ide yang muncul agar dapat dikembangkan pada waktu yang tepat.

“Jadi, ide kalau enggak ditangkap ya pastinya akan lepas. Dan untuk zaman sekarang memang kita harus jemput bola,” jelasnya.

Pada bagian terakhir, Dyan mengajak lulusan untuk “mulai aja dulu” dan tidak terjebak dalam overthinking yang dapat menghambat langkah. Menurutnya, proses menjalankan gagasan akan memberikan pengalaman dan pembelajaran, baik ketika seseorang mengalami kegagalan maupun ketika mencapai keberhasilan.

Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan bukan alasan untuk berhenti belajar. Pengalaman dari keberhasilan dapat menjadi modal untuk melahirkan inovasi berikutnya dalam bentuk produk maupun layanan.

Menutup paparannya, Dyan merangkum pesannya melalui tiga kalimat kunci: pulang ke habitat, hidupkan indra, dan mulai aja dulu. Ketiganya menjadi ajakan agar lulusan memiliki lingkungan yang sehat untuk berkarya, kepekaan dalam menangkap gagasan, serta keberanian untuk memulai.

Penyerahan SKL dan Penghargaan Lulusan Terbaik

Setelah sesi motivasi, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan Surat Keterangan Lulus (SKL) kepada lulusan dari masing-masing program studi, meliputi Doktor Ilmu Manajemen, Magister Manajemen, Magister Akuntansi, Sarjana Manajemen, Sarjana Akuntansi, dan Sarjana Pariwisata.

FEB UNAS juga mengumumkan lulusan terbaik dari masing-masing program studi. Para lulusan terbaik menerima plakat dan selempang, disertai ucapan selamat serta sesi dokumentasi.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan daftar nama lulusan jenjang S3, S2, dan S1 kepada masing-masing ketua alumni. Kegiatan kemudian ditutup dengan dokumentasi bersama para lulusan hingga pukul 16.51 WIB.

Pelepasan Lulusan Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 menjadi momentum bagi FEB UNAS untuk menegaskan bahwa kelulusan bukan akhir dari proses pembelajaran. Para lulusan diharapkan mampu membawa kapasitas berpikir, integritas, jejaring, dan semangat berkarya ke tengah dunia profesional serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan almamater. (Dimas Wijaksono/Humas UNAS)

Bagikan :

Info Mahasiswa

Related Post

CDC Unas Fasilitasi Bank Mandiri Rekrut Alumni
Kredibel dan Profesional , Jadi Alasan Utama Guangxi University Utus 25 Mahasiswa Untuk Raih Gelar Sarjana di UNAS
FBS Adakan LDK 2024 “Rancang Bangun Masa Depanku”
UNAS Bersama Warga Sindang Jaya Wujudkan Kawasan Bebas Sampah melalui Hibah DPPM 2025
FH UNAS Adakan Wokshop Penulisan Proposal Dan Skripsi
KBRI Canberra Gandeng Universitas Nasional Selenggarakan Australia Update ke-III

Kategori Artikel

Berita Terbaru

Jadwal pelaksanaan PLBA T.A 2026/2027

Hari : RABU

Tanggal : 23 September 2026

Pukul : 07.00 – 16.00 WIB

Auditorium Universitas Nasional