Jakarta (UNAS) – Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Nasional (FIKES UNAS) memperkuat kompetensi kegawatdaruratan mahasiswa keperawatan melalui Pelatihan Basic Trauma and Cardiac Life Support (BTCLS) 2026. Kegiatan yang ditujukan bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Profesi Ners Angkatan 15 tersebut berlangsung pada 28 September–2 Oktober 2026 di Gedung C UNAS Pejaten, Jakarta Selatan.
Pelatihan BTCLS menjadi bagian dari upaya FIKES UNAS mempersiapkan calon perawat agar memiliki kemampuan menghadapi kondisi kegawatdaruratan dalam lingkungan pelayanan kesehatan. Melalui pembelajaran teori dan praktik, mahasiswa mendapatkan pembekalan mengenai penanganan awal pasien secara tepat, cepat, dan berorientasi pada keselamatan pasien.
Kegiatan tersebut dihadiri Dekan FIKES UNAS Prof. Dr. Dra. Retno Widowati, M.Si., Ketua Program Studi Keperawatan Ns. Tommy J.F. Wowor, S.Kep., M.M., M.Kep., Ph.D., Ketua Program Studi Pendidikan Profesi Ners Ns. Intan Asri Nurani, M.Kep., Sp.Kep.Kom., Sekretaris Program Studi Pendidikan Profesi Ners Ns. Aisyiah, M.Kep., Sp.Kep.Kom., serta tim pelatih dari Bintang Edukasi Medika (BEM).
Bekali Mahasiswa dengan Kompetensi Kegawatdaruratan
Dekan FIKES UNAS Prof. Retno mengatakan, pelatihan BTCLS memiliki peran penting dalam mempersiapkan calon perawat menghadapi situasi kegawatdaruratan di lingkungan pelayanan kesehatan.
“Perawat tidak hanya dituntut mampu memberikan asuhan keperawatan, tetapi juga harus sigap mengenali kondisi pasien, menentukan prioritas, dan memberikan pertolongan awal secara tepat,” ujar Prof. Retno.
Menurutnya, penguatan kompetensi kegawatdaruratan menjadi bagian dari upaya FIKES UNAS memastikan mahasiswa memiliki kesiapan dalam menjalankan praktik keperawatan. Kompetensi tersebut juga berkaitan erat dengan kemampuan mahasiswa dalam memberikan pertolongan yang tepat dengan tetap mengutamakan keselamatan pasien.
Materi BTCLS Mencakup Berbagai Kondisi Kegawatdaruratan
Dalam pelatihan tersebut, mahasiswa mendapatkan pembelajaran mengenai berbagai aspek dasar penanganan kegawatdaruratan. Materi yang diberikan meliputi:
- Basic Life Support (BLS);
- Triage atau pemilahan pasien berdasarkan tingkat kegawatdaruratan;
- Penilaian awal pasien;
- Penanganan gangguan jalan napas dan pernapasan;
- Penanganan kasus trauma;
- Penanganan gangguan kardiovaskular;
- Resusitasi jantung paru (RJP);
- Elektrokardiografi (EKG);
- Resusitasi cairan; dan
- Pembalutan.
Rangkaian materi tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memahami tahapan penanganan pasien dalam kondisi kegawatdaruratan. Pembelajaran diarahkan agar mahasiswa tidak hanya memahami konsep, tetapi juga memiliki kesiapan dalam menerapkannya pada situasi praktik.
Pembelajaran Daring Dilanjutkan Praktik Tatap Muka
Pelatihan dilaksanakan secara daring selama tiga hari pertama. Selanjutnya, mahasiswa mengikuti praktik tatap muka pada 1–2 Oktober 2026 di Ruang Kelas 702, Lantai 7, Gedung C UNAS Pejaten.
Sesi praktik dibimbing oleh Ns. Syafrudin, S.Kep., Ns. Agustinus, S.Kep., dan Ns. Firohmatin, S.Kep. Melalui sesi tersebut, mahasiswa mendapatkan pengalaman praktik yang melengkapi pembelajaran yang telah diperoleh secara daring.
Perpaduan pembelajaran teori dan praktik menjadi bagian penting dalam membangun kesiapan mahasiswa menghadapi kondisi kegawatdaruratan. Kemampuan tersebut diharapkan dapat mendukung mahasiswa ketika menjalankan praktik profesi sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan yang berorientasi pada keselamatan pasien.
Seluruh Peserta Dinyatakan Lulus
Pada penutupan kegiatan, Ketua Program Studi Keperawatan Ns. Tommy J.F. Wowor menyampaikan bahwa seluruh peserta pelatihan dinyatakan lulus 100 persen. Peserta juga diwajibkan mengikuti post-test melalui LMS Plataran Sehat sebagai bagian dari rangkaian evaluasi pelatihan.
“Selamat kepada seluruh peserta. Kelulusan ini menjadi langkah awal untuk terus meningkatkan kesiapan dan kompetensi dalam menghadapi situasi kegawatdaruratan,” ujar Ns. Tommy.
Kegiatan ditutup dengan pengumuman mahasiswa terbaik, penyampaian kesan dan pesan dari perwakilan peserta, serta foto bersama.
Melalui Pelatihan BTCLS 2026, FIKES UNAS terus mendorong penguatan kompetensi mahasiswa sebagai calon tenaga keperawatan profesional. Pembekalan tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kesiapan mahasiswa dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan, tetapi juga membentuk tenaga kesehatan yang sigap, kompeten, dan konsisten mengutamakan keselamatan pasien. (SAF/Humas UNAS)








