Visiting Lecturer FTKI UNAS Hadirkan Akademisi Teikyo University Bahas Teknologi Material untuk Inovasi Antariksa

Jakarta (UNAS) – Fakultas Teknologi Komunikasi dan Informatika (FTKI) Universitas Nasional (UNAS) kembali menghadirkan akademisi internasional melalui kegiatan Visiting Lecturer bertema “The Role of Computer Science in Aerospace Innovation: AI, Data, and Autonomous Technology” yang diselenggarakan pada Selasa (4/8/2026). Kegiatan ini menghadirkan Ayaka Takahashi, Ph.D., dosen Department of Aerospace Engineering, Teikyo University, Jepang, yang menyampaikan materi bertajuk “Material Technology for Space Use”.

Kegiatan dibuka oleh Wakil Dekan FTKI Universitas Nasional, Ir. Endah Tri Esthi Handayani, M.M.S.I. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa Visiting Lecturer merupakan bagian dari komitmen FTKI UNAS dalam memperluas wawasan akademik mahasiswa melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi luar negeri.

“Kami menyambut baik kegiatan Visiting Lecturer ini sebagai wadah bagi mahasiswa untuk memperoleh pengetahuan dan perspektif global mengenai perkembangan teknologi dirgantara. Kami berharap mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk berdiskusi secara aktif, memperluas wawasan, serta meningkatkan kompetensi sehingga siap menghadapi tantangan dunia industri maupun penelitian di masa depan,” ujar Endah.

Dalam paparannya, Ayaka menjelaskan bahwa keberhasilan misi antariksa tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan sistem maupun perangkat lunak, tetapi juga oleh pengembangan material yang mampu bertahan pada lingkungan luar angkasa yang ekstrem. Sebagai akademisi di bidang Mechanical and Aerospace Engineering, ia memaparkan berbagai hasil penelitian mengenai teknologi material yang digunakan pada satelit dan beragam aplikasi antariksa.

Ayaka mengawali pemaparannya dengan menjelaskan pemanfaatan Synthetic Aperture Radar (SAR) sebagai teknologi pengamatan bumi. Menurutnya, SAR memiliki keunggulan karena mampu beroperasi pada siang maupun malam hari serta tetap berfungsi meskipun kondisi tertutup awan. Teknologi tersebut dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, seperti pemantauan kawasan hutan, sektor pertanian, mitigasi bencana, hingga pemantauan perubahan permukaan bumi.

Ia juga menjelaskan bahwa setiap panjang gelombang SAR memiliki karakteristik dan fungsi yang berbeda. X-band digunakan untuk mengamati permukaan daun, C-band mampu menembus hingga cabang pohon, sedangkan L-band dapat menjangkau batang pohon hingga permukaan tanah sehingga menghasilkan informasi yang lebih komprehensif mengenai kondisi vegetasi.

Pada sesi berikutnya, Ayaka menguraikan berbagai tantangan yang dihadapi material satelit ketika beroperasi di luar angkasa. Kondisi vakum, perubahan suhu yang ekstrem, radiasi kosmik, paparan Atomic Oxygen, hingga getaran saat peluncuran menjadi faktor utama yang dapat mempercepat degradasi material apabila tidak dirancang dengan teknologi yang tepat.

Ia menjelaskan bahwa semakin jauh dari permukaan bumi, tekanan udara akan semakin rendah hingga mencapai kondisi hampir vakum. Lingkungan tersebut menyebabkan sifat material berubah dibandingkan ketika berada di bumi sehingga diperlukan rekayasa material khusus agar mampu mempertahankan performanya selama menjalankan misi antariksa.

Selain itu, Ayaka menyoroti dampak Atomic Oxygen yang banyak ditemukan pada orbit rendah bumi (Low Earth Orbit/LEO). Paparan atom oksigen tunggal tersebut dapat mengikis permukaan material, menyebabkan korosi, serta merusak lapisan pelindung satelit, sebagaimana pernah terjadi pada Hubble Space Telescope dan International Space Station (ISS).

Materi kemudian ditutup dengan pembahasan mengenai tribologi, yaitu cabang ilmu yang mempelajari gesekan, keausan, dan pelumasan. Dalam sistem antariksa, tribologi menjadi aspek yang sangat penting untuk memastikan setiap mekanisme satelit tetap berfungsi secara optimal meskipun berada pada kondisi vakum yang tidak memungkinkan penggunaan pelumas konvensional.

“Keberhasilan teknologi antariksa sangat bergantung pada kemampuan kita mengembangkan material yang mampu bertahan terhadap lingkungan luar angkasa yang ekstrem. Oleh karena itu, penelitian mengenai teknologi material, pengamatan bumi, serta mitigasi space debris akan terus menjadi bagian penting dalam pengembangan satelit dan misi antariksa di masa depan,” ujar Ayaka.

Melalui kegiatan Visiting Lecturer ini, FTKI Universitas Nasional terus memperkuat kerja sama akademik internasional sekaligus memperkaya wawasan mahasiswa mengenai perkembangan teknologi dirgantara. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong lahirnya inovasi di bidang rekayasa material, teknologi pengamatan bumi, serta pengembangan satelit yang mampu menjawab tantangan industri antariksa pada masa mendatang. (TIN)

Bagikan :

Info Mahasiswa

Related Post

Mengulas Peran KPK Pasca Revisi UU Dalam Kuliah Umum Magister Manajemen
Prodi Sosiologi dan Ilmu Komunikasi Seminar Bersama Bahas Pembangunan Sosial dan Komunikasi Politik
FTS Lakukan Pelepasan Internal Kepada 75 Lulusan Semester Genap 2021/2022
Deliar Noer Memorial Lecture: Prodi ILPOL UNAS Hadirkan Menteri Kebudayaan RI dan Tokoh Nasional untuk Mengulas Keteladanan Intelektual Bangsa
Dosen Sosiologi Unas : Fenomena Adopsi Spirit Doll Wujud Kapitalisme Kontemporer
Himpunan Mahasiswa Fisika (HIMAFI) Adakan Webinar Nasional Bahas Energi Nuklir di Indonesia

Kategori Artikel

Berita Terbaru

Jadwal pelaksanaan PLBA T.A 2025/2026

Hari : RABU

SESI : 1

Tanggal : 24 September 2025

Pukul : 07.00 – 12.00 WIB

Auditorium Universitas Nasional

FAKULTAS

  1. FISIP
  2. FAKULTAS BAHASA DAN SASTRA
  3. FAKULTAS TEKNIK DAN SAINS
  4. FAKULTAS TEKNOLOGI  KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA

SESI : 2

Pukul : 13.00 – 16.00 WIB

Tempat : Auditorium Universitas Nasional

FAKULTAS

  1. FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
  2. FAKULTAS HUKUM
  3. FAKULTAS ILMU KESEHATAN
  4. FAKULTAS BIOLOGI DAN PERTANIAN

Tempat : Auditorium Universitas Nasional

Hari : Kamis

Tanggal 25 September 2025

Pukul : 07.00 – 16.00 WIB

  1. FISIP
  2. FAKULTAS BAHASA DAN SASTRA
  3. FAKULTAS TEKNIK DAN SAINS
  4. FAKULTAS TEKNOLOGI  KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA
  5. FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
  6. FAKULTAS HUKUM
  7. FAKULTAS ILMU KESEHATAN
  8. FAKULTAS BIOLOGI DAN PERTANIAN

Tempat : Auditorium Universitas Nasional