Jakarta (UNAS) – Universitas Nasional (UNAS) melalui Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) resmi membuka 3rd Sutan Takdir Alisjahbana Summer Course (STASC) 2026 di Kampus UNAS, Pejaten, Jakarta, pada Senin (27/7). Program internasional yang memasuki tahun ketiga penyelenggaraannya ini dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni Universitas Nasional, Prof. Dr. Erna Ermawati Chotim, M.Si., serta diikuti peserta dari 14 negara. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen UNAS dalam memperkuat internasionalisasi pendidikan tinggi, memperluas jejaring akademik global, dan mendorong kolaborasi lintas negara.
Ketua Pelaksana STASC 2026, Dr. Jeanne Noveline Tedja, M.Kesos., menyampaikan bahwa penyelenggaraan tahun ini mencerminkan semakin kuatnya komitmen FISIP UNAS dalam membangun kemitraan akademik internasional. Menurutnya, Summer Course tidak hanya menjadi sarana pembelajaran, tetapi juga ruang kolaborasi yang mempertemukan mahasiswa dan akademisi dari berbagai latar belakang untuk memperkaya perspektif Global South melalui diskusi lintas budaya dan lintas disiplin ilmu.
“Program ini terus berkembang setiap tahunnya. Kami merasa terhormat dapat menyambut peserta dari berbagai negara untuk belajar bersama, memperluas jejaring akademik, dan memperkuat kolaborasi internasional di Universitas Nasional,” ujarnya.
Ia menjelaskan, STASC 2026 mengusung tema “Reconfiguring the Global South in a Fragmented World: Humanizing Digital Transformation, Governance, and Inclusive Futures.” Tema tersebut terinspirasi dari pemikiran Sutan Takdir Alisjahbana yang menekankan pentingnya modernisasi yang berpusat pada manusia, penguatan kemandirian intelektual negara-negara Global South, serta pendidikan yang transformatif, inklusif, dan mampu menjawab tantangan global di era digital.
Program ini diikuti oleh 24 peserta yang terdiri atas 17 mahasiswa internasional dan tujuh mahasiswa Universitas Nasional. Para peserta berasal dari 14 negara, yaitu Indonesia, Malaysia, Pakistan, Bangladesh, Sierra Leone, Mesir, Rwanda, Gambia, Malawi, Guinea, Sri Lanka, Uzbekistan, Palestina, dan Nigeria. Keberagaman tersebut menjadi ruang bagi peserta untuk saling bertukar pengetahuan, pengalaman, serta memperluas pemahaman mengenai isu-isu sosial, politik, dan pembangunan dalam konteks global.
Selama program berlangsung, peserta akan mengikuti berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari pre-course, pembelajaran intensif di Kampus UNAS, kunjungan akademik ke Bandung untuk mempelajari sejarah Konferensi Asia-Afrika, hingga mempresentasikan hasil penelitian dalam International Conference on Social Politics (ICOSOP) sebagai luaran akademik berupa publikasi ilmiah. Rangkaian kegiatan tersebut dirancang untuk memperkuat kapasitas akademik peserta sekaligus meningkatkan kemampuan riset, berpikir kritis, dan kolaborasi internasional.
Dr. Jeanne berharap seluruh peserta tidak hanya memperoleh pengalaman akademik selama mengikuti program, tetapi juga menjadi bagian dari jejaring alumni STASC yang aktif membangun kolaborasi penelitian, pertukaran gagasan, serta pengembangan program di masa mendatang.
“Kami berharap para peserta menjadi bagian dari komunitas akademik yang terus membangun jejaring, menghasilkan kolaborasi penelitian, dan memperkuat keberlanjutan Sutan Takdir Alisjahbana Summer Course di masa mendatang,” katanya.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni UNAS, Prof. Dr. Erna Ermawati Chotim, M.Si., menegaskan bahwa penyelenggaraan STASC merupakan salah satu langkah strategis Universitas Nasional dalam memperkuat internasionalisasi pendidikan tinggi, meningkatkan mobilitas akademik, serta memperluas kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi dan institusi di tingkat internasional.
“Universitas Nasional menyambut dengan bangga kehadiran seluruh peserta. Kami berharap Summer Course ini menjadi ruang untuk saling belajar, bertukar pengetahuan, membangun kolaborasi internasional, serta melahirkan gagasan dan karya akademik yang bermanfaat bagi masyarakat global,” ujar Prof. Erna.
Pada kesempatan tersebut, Prof. Erna secara resmi membuka 3rd Sutan Takdir Alisjahbana Summer Course 2026. Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan baik dan menghasilkan kolaborasi akademik yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat posisi Universitas Nasional sebagai perguruan tinggi yang aktif membangun jejaring internasional.
“Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, 3rd Sutan Takdir Alisjahbana Summer Course 2026 secara resmi saya nyatakan dibuka. Selamat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dan semoga program ini menjadi awal lahirnya kolaborasi akademik yang berkelanjutan,” tutupnya. (TIN)





