JAKARTA (UNAS) – Program Doktor Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Nasional (UNAS) bekerja sama dengan Asosiasi DPRD Kabupaten Seluruh Indonesia (ADKASI) menyelenggarakan Seminar Series bertema “Otonomi Daerah Berbasis Kebinekaan” di Auditorium Universitas Nasional, Jakarta, Kamis (4/6).
Kegiatan ini menghadirkan Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Prof. (Hon) Dr. Fadli Zon, M.Sc., sebagai keynote speaker. Seminar juga diikuti anggota DPRD kabupaten dari berbagai daerah, akademisi, mahasiswa magister dan doktor ilmu politik, serta praktisi pemerintahan.
Seminar tersebut digelar sebagai ruang dialog strategis untuk membahas hubungan antara otonomi daerah, kebudayaan, dan kebinekaan dalam memperkuat pembangunan nasional di era desentralisasi.
Selain Menteri Kebudayaan, kegiatan ini menghadirkan Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri Dr. Cheka Virgowansyah, S.STP., M.E., Guru Besar UNAS Prof. Syarif Hidayat, M.A., Ph.D., Prof. Dr. Djohermansyah Djohan, M.A., serta Ketua Umum ADKASI Siswanto, S.Pd., M.H. sebagai narasumber.
Sementara itu, jurnalis senior Harian Kompas sekaligus mahasiswa Program Doktor Ilmu Politik UNAS, Budiman Tanuredjo, hadir sebagai pembanding, sedangkan mahasiswa Magister Ilmu Politik UNAS sekaligus Anggota DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Medy Lensun, bertindak sebagai moderator.
Mewakili Rektor UNAS, Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Keuangan, dan SDM UNAS Prof. Dr. Suryono Effendi, S.E., M.B.A., M.M., mengatakan bahwa tema yang diangkat sangat relevan dengan kondisi Indonesia yang memiliki keragaman budaya, sosial, dan politik.
Menurutnya, otonomi daerah perlu dijalankan secara adil dan inklusif dengan tetap menjunjung tinggi semangat Bhinneka Tunggal Ika.
“Kita ingin daerah-daerah di Indonesia tumbuh menjadi wilayah yang mandiri dan berdaya saing, namun tetap menjunjung tinggi semangat Bhinneka Tunggal Ika. Seminar ini diharapkan mampu menghadirkan pemikiran yang mendorong sinergi harmonis antara pemerintah dan masyarakat dalam implementasi desentralisasi,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Prof. Suryono juga memperkenalkan Program Magister dan Doktor Ilmu Politik UNAS yang memiliki kelas khusus legislator. Ia menjelaskan bahwa hingga saat ini lebih dari 50 anggota DPRD yang tergabung dalam ADKASI telah menempuh pendidikan pada Program Magister maupun Doktor Ilmu Politik UNAS.
Menurutnya, program tersebut dirancang untuk meningkatkan kapasitas legislator melalui pembelajaran yang didukung akademisi, mantan anggota DPR, serta tokoh nasional yang memiliki pengalaman di bidang pemerintahan dan politik.
Seminar ini diharapkan dapat melahirkan gagasan, rekomendasi kebijakan, dan praktik otonomi daerah yang lebih kontekstual, demokratis, serta mampu mengakomodasi keberagaman daerah sebagai kekuatan pembangunan nasional. (MPR)
Bagikan :


