Alumni Kebidanan Unas Terbitkan Buku Hasil Penelitian

Rasida Ning Atiqoh, ialah alumni DIV Kebidanan Universitas Nasional (Unas) yang menerbitkan buku dari hasil penelitian skripsinya berjudul ‘Kupas Tuntas Hiperemesis Gravidarum’. Hal yang melatarbelakanginya adalah sebuah mimpi untuk bisa bersodaqoh jariyah dengan membagikan ilmu yang telah di pelajari dalam bentuk tulisan.

 Jakarta (UNAS) – Bagi Rasida, menulis buku adalah sebuah karya besar yang dapat bermanfaat bagi orang lain. Setelah menyelesaikan tugas akhirnya, ia meramu penelitian tersebut menjadi sebuah buku yang berjudul Kupas Tuntas Hiperemesis Gravidarum’.

“Saat melakukan skripsi tersebut, saya lihat belum banyak referensi yang membahas tentang kejadian hiperemesis gravidarum, hingga pada suatu saat muncul niatan untuk mempublish buku ini sebagai referensi,” ujarnya saat dihubungi oleh Humas Unas melalui pesan whatsapp, Selasa (28/07).

Menurut Rasida, buku tersebut ialah buah mimpinya untuk dapat bersodaqoh jariyah dengan membagikan ilmu yang telah di pelajarinya dalam bentuk tulisan.

Dalam menyelesaikan buku ini, ia menyadari banyak tantangan yang dilewati. Salah satunya ialah pada saat pengumpulan data, ia perlu mempelajari jurnal internasional sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama.

“Sebenernya bahan dasarnya adalah saat skripsi, namun kemudian baru saya olah saat mulai Work From Home (WFH) bulan April 2020 dan Mei 2020 saya sudah masukkan ke penerbit dan cetak bulan Juli 2020 ini,” jelas dara kelahiran Temanggung, 11 November 1994 itu.

Penerbitan buku tersebut juga buah karyanya saat pandemi Covid-19 karena dilakukan saat di rumah saja.  Namun, Rasida mengaku penulisannya sempat tertunda karena ia memiliki pekerjaan yang cukup padat sebagai supervisor klinik. “Ketika ada inspirasi mau menulis tetapi banyak kerjaan, sementara ada juga usaha yang sedang saya kerjakan. Namun, alternatif yang saya lakukan adalah dengan ‘menyempatkan’. Selama kita punya kemauan dalam mengusahakan, pasti bisa selesai,” ujarnya.

Rasida berharap, buku tersebut dapat menjadi referensi mahasiswa Ilmu Kesehatan untuk membuat karya tulis ilmiah dan juga bagi ibu hamil sehingga dapat menjalani kehamilan dengan nyaman. Ia juga mengatakan buku tersebut mendapat respon yang positif dari keluarga, sahabat, dosen, hingga saat ini banyak yang melakukan pemesanan.

Pernyataan tersebut salah satunya  datang dari Ketua Program Studi Kebidanan Unas, Dewi Kurniati, S.S.T., M.Keb. Ia merasa bangga dengan adanya alumni Kebidanan yang menerbitkan hasil penelitian. “Suatu kebanggan bagi kami mengingat Rasida merupakan mahasiswa yang baru menerbitkan buku. Semoga jejaknya bisa diikuti oleh mahasiswa,” jelasnya saat dihubungi oleh Humas Unas via telepon, Rabu (29/07).

Keberhasilan Rasida juga tidak lepas dari kerja keras dosen pembimbingnya, Shinta Novelia, S.S.T., M.N.S. yang juga aktif melakukan publikasi nasional dan internasional.

Dewi menambahkan, adanya publikasi ilmiah dapat membantu alumni untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. “Ada beberapa universitas tertentu yang menerima mahasiswa harus punya publikasi dan ini bisa menjadi nilai tambah bagi lulusan kebidanan Unas,” ujarnya.

Di sisi lain, Dewi juga mengatakan bahwa Hiperemesis Gravidarum penting untuk disosialisasikan mengingat masih kurangnya kepahaman di masyarakat awam. “Ini penting karena belum semua masyarakat tahu dan topik ini sangat menarik ya karena dengan adanya ibu hamil Hiperemesis yang tidak tertangani akan teresiko bagi janin dan akan mendapatkan generasi yang tidak optimal di pertumbuhannya. Jadi sangat layak untuk dipahami,” tutup Dewi.

Tentang Hiperemesis Gravidarum

Menurut Rasida, Hiperemesis Gravidarum adalah keluhan mual dan muntah hebat lebih dari 10 kali sehari dalam masa kehamilan, dan dapat menyebabkan kekurangan cairan, penurunan berat badan, sehingga bisa menganggu aktivitas sehari-hari serta membahayakan janin dalam kandungan.

“Sementara faktor yang menyebabkan hiperemesis gravidarium cukup beragam, antara lain anemia, hamil pertama kali, hamil anggur, usia ibu dibawah 20 tahun atau diatas 35 tahun, kecemasan, depresi, riwayat keturunan, faktor pola makan, dan lain-lain,” katanya.

Gejalanya sendiri, menurut Rasida, ibu hamil akan mengalami nafsu makan yang berkurang, badan lemah, berat badan menurun, rasa nyeri, lidah kering, mata cekung, nadi meningkat sekitar 100 kali per menit, dan mual yang disertai muntah.

Sementara untuk cara penangannya tergantung dari tingkat keparahannya. Misalnya, seperti penggunaan aromaterapi minyak jeruk limau, juga jahe dan kamomil dalam dosis kecil cukup efektif dalam mengatasi mual-mual pada minggu awal kehamilan. Namun, khusus penggunaan obat-obatan medis harus sesuai dengan resep dokter.

Guna melakukan pencegahan, Rasida menuturkan, bisa dilakukan dengan memberikan penjelasan bahwa kehamilan dan persalinan merupakan proses fisiologis, dan memberikan keyakinan bahwa mual dan muntah merupakan gejala fisiologis. “Bisa juga dilakukan dengan mengkonsumsi makanan minuman yang hangat, serta menghindari makanan yang berminyak dan berlemak. Menghibur ibu agar tidak stress juga penting dilakukan,” pungkasnya.

Buku tersebut sudah tersebar di pasaran dan dapat diperoleh melalui direct messege akun Instagram penulis @rasida_atiqoh atau WA di 085774337474 atau akun Shopee dengan pencarian ‘Buku Kupas Tuntas Hiperemesis Gravidarum. (NIS)