Jakarta (Humas UNAS) – Universitas Nasional (UNAS) melalui Biro Administrasi Kemahasiswaan (Biromawa) menyelenggarakan kegiatan Pleno Submit Proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Tahun 2026 pada Selasa, 7 April 2026, di Ruang Aula Blok A Lantai 4. Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni, Prof. Dr. Erna Ermawati Chotim, Kepala Biromawa Kamaruddin Salim, S.Sos.,M.Si. dosen pendamping, serta mahasiswa pengusul PKM sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas dan kelolosan proposal PKM di tingkat nasional.
Dalam sambutannya, Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni, Prof. Dr. Erna Ermawati Chotim, menekankan pentingnya ketelitian dalam aspek administrasi sebagai faktor utama yang berada dalam kendali penuh tim pengusul. Ia menyampaikan bahwa kesalahan sekecil apa pun dalam administrasi dapat berdampak besar pada hasil seleksi proposal.
“Kesalahan administrasi itu sepenuhnya berada dalam kontrol kita. Kalau itu bisa kita kendalikan, maka harus dipastikan tidak ada satu pun yang terlewat,” ujarnya secara langsung di hadapan peserta pleno.
Lebih lanjut, ia juga mengingatkan agar seluruh anggota tim tidak hanya bergantung pada satu orang, melainkan saling berkolaborasi dan melakukan pengecekan silang. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa proses penyusunan proposal harus dilakukan secara kolektif dan sistematis.
Ia menjelaskan bahwa setiap kelompok perlu memastikan seluruh komponen proposal telah sesuai ketentuan, mulai dari judul, abstrak, hingga format penulisan seperti margin dan struktur dokumen. Selain itu, setiap tim diberikan waktu khusus untuk melakukan perbaikan sebelum masuk ke tahap submit.
Menurutnya, strategi kerja tim yang saling membantu antar kelompok juga menjadi kunci keberhasilan. “Satu grup membantu grup lain untuk memastikan semuanya sudah benar, sehingga seluruh proposal dapat dipantau dan diperbaiki secara menyeluruh,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan harapan besar terhadap capaian PKM tahun ini. Secara tidak langsung, ia mengungkapkan optimisme bahwa seluruh proposal yang diajukan memiliki peluang untuk lolos, selama prosesnya dilakukan dengan benar dan maksimal.
Ia menambahkan bahwa selain faktor administrasi, terdapat aspek lain seperti penilaian subjektif reviewer yang berada di luar kendali peserta. Oleh karena itu, hal-hal yang masih bisa dikontrol harus benar-benar dimaksimalkan.
“Kita mungkin tidak bisa mengontrol penilaian reviewer karena ada subjektivitas, tetapi yang bisa kita pastikan adalah semua hal teknis dan administratif sudah sempurna,” jelasnya.
Selain itu, Prof. Erna juga mengapresiasi peran dosen pendamping yang telah membimbing mahasiswa secara intensif. Ia menegaskan pentingnya kehadiran dan keterlibatan aktif dosen dalam setiap tahapan proses, termasuk dalam kegiatan pleno ini.
Ia juga meminta kepada pihak terkait untuk memastikan seluruh dosen pendamping hadir dan terlibat dalam proses pendampingan agar mahasiswa mendapatkan arahan yang optimal.
Di akhir sambutannya, ia menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkomitmen mengawal proses PKM tahun 2026. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi momentum strategis bagi UNAS untuk meningkatkan prestasi di bidang kemahasiswaan.
“Kita jadikan ini sebagai kesempatan yang konstruktif untuk UNAS dan untuk kita semua. Mudah-mudahan ikhtiar kita mendapatkan kemudahan, kelancaran, dan kesuksesan,” pungkas Prof. Erna.
Pada kesempatan yang sama, sesi pleno juga diisi dengan pengarahan teknis dari panitia terkait proses finalisasi dan pengecekan proposal sebelum submit. Dalam arahannya, panitia menegaskan bahwa terdapat dua aspek utama yang harus dipastikan, yakni validasi oleh dosen pendamping dan pengecekan administratif oleh tim mahasiswa.
Secara tidak langsung disampaikan bahwa seluruh proposal harus mengacu secara ketat pada pedoman resmi PKM, baik dari segi struktur penulisan maupun kelengkapan dokumen. Panitia juga mengingatkan agar setiap revisi yang dilakukan tetap sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan dalam buku panduan.
Dalam pemaparan tersebut, dijelaskan bahwa hingga pleno berlangsung, terdapat 24 tim yang telah siap secara administrasi dan teknis untuk mengikuti proses submit. Meskipun demikian, masih terdapat beberapa tim yang sebelumnya mengalami kendala teknis, namun telah berhasil diselesaikan sebelum tahap pengecekan akhir dimulai.
Panitia juga menyoroti sejumlah kesalahan umum yang masih sering ditemukan dalam proposal mahasiswa. Kesalahan tersebut meliputi format dokumen yang tidak sesuai, penamaan file yang belum standar, penggunaan huruf kapital pada judul, serta jumlah kata dalam judul yang melebihi ketentuan maksimal 20 kata.
Selain itu, aspek teknis lain seperti penomoran halaman, margin, spasi, hingga jenis dan ukuran font juga menjadi perhatian penting. Ditekankan bahwa seluruh proposal harus menggunakan format yang seragam sesuai pedoman, termasuk penggunaan font Times New Roman ukuran 12, spasi 1,5, serta margin yang telah ditentukan.
Panitia juga mengingatkan pentingnya kesesuaian struktur proposal, mulai dari bagian pendahuluan, isi, hingga daftar pustaka dan lampiran. Bahkan, jumlah halaman inti proposal harus berada dalam rentang minimal 8 halaman dan maksimal 15 halaman.
Dalam penjelasannya, panitia secara langsung menegaskan bahwa kesalahan administratif sekecil apa pun dapat menyebabkan proposal gugur dalam tahap seleksi awal. Oleh karena itu, mahasiswa diminta untuk melakukan pengecekan secara detail dan berulang.
Selain itu, perhatian juga diberikan pada hasil uji similaritas yang wajib dilampirkan secara lengkap, tidak hanya dalam bentuk persentase, tetapi juga mencantumkan bagian-bagian yang terdeteksi kesamaan.
Panitia juga membuka ruang komunikasi bagi mahasiswa yang mengalami kendala selama proses revisi. Secara tidak langsung disampaikan bahwa mahasiswa dapat berkoordinasi dengan panitia untuk memastikan setiap permasalahan dapat segera diselesaikan sebelum batas waktu submit.
Kegiatan pleno ini ditargetkan dapat menyelesaikan proses pengecekan administrasi sebelum pukul 12.00 WIB, sehingga setelahnya seluruh tim dapat fokus pada revisi akhir dan proses unggah proposal.
Sementara itu, salah satu peserta PKM yang juga mahasiswi Program studi Biologi Angkatan 2022, Ariga Putri Wanara, turut menyampaikan testimoninya terkait pelaksanaan kegiatan ini. Ia mengungkapkan bahwa salah satu tantangan utama dalam mengikuti PKM adalah penyusunan proposal dalam waktu yang relatif singkat.
“Untuk kegiatan PKM ini tantangannya adalah kita harus membuat proposal dalam rentang waktu yang cukup singkat,” ujarnya.
Meski demikian, ia menjelaskan bahwa tantangan tersebut dapat diatasi melalui kerja sama tim yang solid serta komunikasi yang intens dengan dosen pembimbing. Secara tidak langsung, ia menilai bahwa dukungan dari pembimbing dan koordinasi tim menjadi faktor penting dalam menyelesaikan proposal tepat waktu.
Ia juga menyampaikan bahwa seluruh tim berupaya mengikuti timeline yang telah ditetapkan oleh BIROMAWA UNAS, sehingga proses pengumpulan proposal dapat berjalan sesuai jadwal.
“Alhamdulillah, dengan kerja sama tim dan komunikasi dengan dosen pembimbing, proposal dapat dikumpulkan tepat waktu sesuai timeline,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia berharap seluruh proposal yang telah diajukan dapat lolos ke tahap seleksi berikutnya dan memperoleh pendanaan. Menurutnya, keberhasilan tersebut akan membuka peluang lebih besar bagi mahasiswa untuk melakukan penelitian dan menghasilkan karya yang bermanfaat.
Ia menambahkan bahwa jika proposal-proposal tersebut berhasil lolos, maka hal ini tidak hanya menjadi pencapaian bagi mahasiswa, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan kualitas penelitian di lingkungan UNAS.
Kegiatan pleno ini menjadi bagian penting dalam tahapan akhir sebelum submit proposal PKM, dengan tujuan memastikan seluruh proposal telah memenuhi standar yang ditetapkan serta meminimalisasi kesalahan administratif, sehingga dapat meningkatkan peluang lolos dalam seleksi nasional. (*Dimas Wijaksono)





