Latih Pertolongan Pertama Pada Pasien, FIKES Adakan Pelatihan Bantuan Hidup Dasar

JAKARTA – Fakultas Ilmu Kesehatan Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Nasional (UNAS) melangsungkan pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD), yang ditujukan kepada mahasiswa semester 6 dan tingkat akhir, pada Rabu (14/02). Kegiatan wajib ini merupakan bentuk pelatihan atas kebutuhan basic life support mengenai pengalaman pertama saat emergency pasien untuk staf medis.

Bertempat di Aula Blok I Lantai IV UNAS, pelatihan ini diisi oleh pemaparan materi oleh instruktur dari Ambulans Gawat Darurat (AGD) 118 mengenai cara minta tolong oleh M Yusuf, bantuan hidup dasar (BHD), penilaian dan pengelolaan awal penderita, pengelolaan jalan nafas (airway dan ventilasi), serta resusitasi jantung paru, oleh Nurhalimah, dan cara menghentikan pendarahan dan ekstrikasi transportasi oleh Atik S.

Ditemui disela sela acara, Ketua Pelaksana kegiatan ini, Ns. Naziyah, S.Kep., M.Kep. mengatakan bahwa melalui pelatihan ini mahasiswa mmepelajari kebutuhan basic life support pengalaman pertama bagi pasien yang tidak sadarkan diri baik ditemui ditempat kerja, rumah sakit, fasilitas umum, jalan raya, serta gedung tertutup dan terbuka.

“Mahasiswa ini harus mampu minimal melihat pasien ataupun masyarakat diluar sana yang memang keadaannya emergency atau gawat darurat, dan bagaimana penanganan yang dilakukan mereka seharusnya,” imbuhnya. Pelatihan ini, lanjutnya, merupakan salah satu persyaratan untuk memperoleh Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) dimana mahasiswa akan mendapatkan kredit poin sebesar 500.

Naziyah menambahkan, melalui pelatihan inipun, para peserta memperoleh modul dan sertifikat nasional dari AGD 118. Selain itu, para peserta dituntut untuk fokus selama pelatihan berlangsung karena pada sesi akhirnya akan ada post test dan remedial di sesi evaluasi bagi yang tidak lulus. “Mahasiswa yang mengikuti kegiatan ini akan diujikan semua, dan mereka yang mengikuti karena sudah mengambil mata kuliah medikal bedah satu, dua dan tiga. Artinya semua pengetahuan mereka sudah dapatkan di kelas,” tandasnya.

Naziyah berharap para mahasiswa bisa mendapatkan semua rangkaian mulai dari materi sampai skill dan tidak hanya bertujuan untuk SKPI namun juga untuk mempersiapkan Profesi Ners. “Jadi setelah lulus S.Kep ini artinya kami para jajaran dosen Ilmu Keperawatan mengaharapkan mereka mampu mengaplikasikannya dirumah sakit ataupun di masyarakat luas.” tutupnya.

Ditemui usai acara, koordinator pelaksana mahasiswa Adies Dwi Andisni mengatakan, pelatihan ini merupakan bagian dari program kerja Himpunan Mahasiswa Ilmu Keperawatan (HIMAKEP) dan baru dilaksanakan pertama kalinya. “Yang pastinya kami berharap ini akan dijadikan kegiatan rutin, dan mudah-mudahan kedepannya bisa mengadakan hal yang sama berkoordinasi dengan dosen. Apalagi nggak semua perguruan tinggi bisa mengadakan pelatihan BHD yang instrukturnya langsung dari AGD 118,” kata dia.

Perempuan semester 4 prodi Ilmu Keperawatan itu berharap, para calon perawat di Indonesia bisa lebih aware terhadap pasien dan memiliki jiwa menolong sesama yang besar. Ia masih melihat banyak perawat yang lalai akan tugasnya, “Perawat harus memiliki jiwa menolong sesama tanpa memikirkan apapun, yang terpenting nyawa itu nomor satu,” ujarnya.

Pada akhir acara, para peserta mengikuti praktikum RJP dan Evaluasi, Fiksasi, Stabilitasi, Transportasi, dan balut bidai. Kegiatan ini diikuti oleh 26 peserta dan dihadiri oleh Dekan FIKES, Dr. Retno Widowati, M.Si., dan para dosen dari lingkup fakultas ilmu kesehatan.(*NIS)