Jakarta (UNAS) – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Nasional (UNAS) terus memperkuat kompetensi mahasiswa di bidang pasar modal melalui penyelenggaraan Training of Trainers (ToT) #2 yang diinisiasi Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM), Kamis (25/6/2026). Mengusung tema “Turning Uncertainty into Opportunity: Memahami Peluang Investasi di Tengah Ketidakpastian Global”, kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memperdalam pemahaman mengenai investasi, psikologi pasar, serta transformasi layanan keuangan digital.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Seminar Blok A Selasar Lantai 3 Universitas Nasional ini diikuti oleh 30 anggota Kelompok Studi Pasar Modal FEB UNAS. Selain memperkuat wawasan akademik, kegiatan juga menghadirkan praktisi dari PT MNC Sekuritas dan PT Bank MNC Internasional Tbk yang membagikan pengalaman langsung mengenai dinamika pasar keuangan nasional maupun global.
Ketua Umum Kelompok Studi Pasar Modal FEB UNAS, Devi Triana, mengatakan bahwa penyelenggaraan Training of Trainers merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas anggota agar mampu menjadi agen literasi keuangan di lingkungan kampus maupun masyarakat.
“Kegiatan ini diperlukan untuk meningkatkan pemahaman diri sekaligus memperdalam wawasan sehingga anggota Kelompok Studi Pasar Modal mampu menjadi agen literasi yang memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitarnya,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Sentia Suci Salimarlina menyampaikan bahwa tema yang diangkat sangat relevan dengan kondisi ekonomi global yang penuh tantangan. Menurutnya, mahasiswa perlu memiliki kemampuan membaca peluang investasi sekaligus memahami risiko yang menyertainya.
Ia berharap seluruh peserta mampu mengembangkan strategi investasi yang tepat, memahami perubahan kondisi ekonomi, dan menjadikan ketidakpastian sebagai peluang untuk mengambil keputusan investasi secara rasional.
Materi pertama disampaikan oleh Risky Arya Pratama Padang, S.Tr.E., RSA., QWP., selaku Channel Development & Partnership PT MNC Sekuritas dengan topik “Siklus Pasar Investasi, Strategi Membaca Peluang Bullish & Bearish, serta Dasar Psikologi Trading.”
Dalam paparannya, ia menekankan bahwa tantangan terbesar seorang investor bukan hanya kondisi pasar, melainkan kemampuan mengendalikan emosi seperti rasa takut, FOMO (fear of missing out), keserakahan, dan overconfidence. Menurutnya, penguasaan psikologi investasi menjadi faktor penting dalam mengambil keputusan secara objektif di setiap fase pasar.
Materi berikutnya disampaikan oleh Andri Muharizal Putra, S.E., M.M., QWP., Head of Education & Community Partnership PT MNC Sekuritas. Ia mengulas berbagai siklus krisis pasar, proses pemulihan ekonomi (recovery), hingga strategi membangun mental investor melalui konsep 3M, yaitu mindset, method, dan money management.
Sementara itu, Ivans Juwana selaku Vice President Digital Banking Business & Operation Directorate PT Bank MNC Internasional Tbk membawakan materi mengenai “Revolusi Keuangan Gen Z dengan Perbankan Digital.” Ia menjelaskan bahwa transformasi digital telah mengubah sistem layanan perbankan menjadi lebih cepat, mudah, dan inklusif melalui pemanfaatan teknologi digital, termasuk layanan mobile banking yang kini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis mengenai investasi dan pasar modal, tetapi juga mendapatkan pengalaman praktis dari para profesional industri. Kompetensi tersebut diharapkan mampu membentuk lulusan yang adaptif terhadap perubahan ekonomi global, memiliki kemampuan berpikir kritis dalam mengambil keputusan finansial, serta mampu menyebarluaskan literasi keuangan kepada masyarakat.
Penyelenggaraan Training of Trainers ini juga memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan di bidang ekonomi dan keuangan melalui penguatan budaya belajar berbasis praktik (experiential learning). Kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri menjadi ruang pembelajaran yang memperkaya kompetensi mahasiswa sekaligus memperkuat ekosistem literasi investasi di Indonesia.
Lebih jauh, kegiatan ini mendukung upaya Universitas Nasional dalam membangun budaya akademik yang adaptif terhadap perkembangan ekonomi digital. Mahasiswa didorong untuk menjadi generasi yang tidak hanya memahami mekanisme investasi secara bertanggung jawab, tetapi juga mampu memanfaatkan inovasi teknologi keuangan sebagai bagian dari pembangunan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi pada kemajuan ilmu pengetahuan serta kesejahteraan masyarakat. (***)
Bagikan :


