Kajian Etnobotani Ungkap Kekayaan Pengetahuan Lokal Suku Sunda di Desa Lebakmuncang Ciwidey

Dalam pemaparannya, tim peneliti yang terdiri dari Retno Clarashinta P, Nadia Fitriani, Mazaya Azizah F dan Faiz Muazzir menyampaikan bahwa Indonesia sebagai negara megabiodiversitas memiliki kekayaan flora yang dimanfaatkan berdasarkan pengetahuan lokal masyarakat adat. Desa Lebakmuncang dipilih sebagai lokasi penelitian karena memiliki kondisi ekologis yang mendukung keberagaman tumbuhan serta kearifan lokal yang masih terjaga.

“Desa Lebakmuncang ini termasuk desa yang memiliki kondisi ekologis yang mendukung keberagaman tumbuhan dan kearifan lokal. Masyarakatnya masih memanfaatkan tumbuhan untuk pangan, obat, adat-istiadat, dan juga ekonomi,” ungkap pemapar dari tim etnobotani.

Namun demikian, status Lebakmuncang sebagai desa wisata dinilai berpotensi menggerus pengetahuan lokal apabila tidak didokumentasikan dengan baik. Oleh karena itu, kajian etnobotani dinilai penting sebagai upaya pelestarian kearifan lokal dan keanekaragaman hayati secara berkelanjutan.

Penelitian ini dilaksanakan pada 30 November hingga 2 Desember 2025 di Desa Lebakmuncang, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Pengambilan data dilakukan pada pukul 08.00–16.00 WIB dengan mempertimbangkan waktu luang masyarakat setempat.

Metode yang digunakan adalah deskriptif eksploratif melalui wawancara partisipatif (Participatory Rural Appraisal/PRA), observasi lapangan, dan dokumentasi. Teknik penentuan informan menggunakan purposive sampling dengan melibatkan masyarakat lokal yang memiliki pengetahuan terkait pemanfaatan tumbuhan.

Data pengetahuan digali melalui wawancara yang melibatkan keterlibatan aktif masyarakat, kemudian melakukan observasi langsung dan identifikasi tumbuhan yang dimanfaatkan. Penelitian ini melibatkan 55 informan yang terdiri dari 30 laki-laki dan 25 perempuan, dengan mata pencaharian dominan sebagai petani. Kelompok usia di atas 50 tahun diketahui memegang peran penting dalam penguasaan pengetahuan tumbuhan, khususnya tanaman obat.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Desa Lebakmuncang memanfaatkan 87 jenis tumbuhan dari 39 famili untuk memenuhi kebutuhan hidup. Pemanfaatan tersebut dikelompokkan ke dalam empat kategori utama, yaitu pangan, obat tradisional, ekonomi, dan tradisi adat.

Pemanfaatan tumbuhan sebagai pangan menjadi kategori tertinggi dengan 51 jenis tumbuhan, disusul pemanfaatan sebagai obat tradisional sebanyak 36 jenis, ekonomi 25 jenis, dan tradisi adat 18 jenis.

“Pemanfaatan tumbuhan sebagai pangan merupakan yang paling banyak ditemukan, menunjukkan kuatnya ketergantungan masyarakat terhadap sumber daya lokal,” papar tim peneliti.

Bagian tumbuhan yang paling banyak dimanfaatkan adalah daun dengan 39 jenis, diikuti buah (18 jenis), batang (15 jenis), bunga (5 jenis), rimpang dan umbi (3 jenis), biji (2 jenis), serta tangkai bunga (1 jenis). Famili Solanaceae tercatat sebagai famili paling dominan dengan tujuh spesies.

Dalam aspek pengobatan tradisional, masyarakat masih memanfaatkan berbagai tumbuhan untuk mengobati penyakit ringan hingga sedang. Pengetahuan ini diwariskan secara turun-temurun dan diaplikasikan melalui beragam teknik pengolahan, seperti direbus, ditumbuk, diperas, hingga dikonsumsi langsung. Pemanfaatan tumbuhan obat ini menunjukkan bahwa pengetahuan pengobatan tradisional masih ada dan diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Desa Lebakmuncang.

Beberapa contoh pemanfaatan antara lain antanan (Centella asiatica) untuk pegal linu dan luka, ciplukan (Physalis angulata) untuk asma dan diabetes, kirinyuh (Chromolaena odorata) untuk gatal-gatal, labu siam (Sechium edule) untuk asam urat, serta jeruk nipis (Citrus x aurantifolia) untuk mengobati batuk.

Selain pangan dan obat, tumbuhan juga memiliki peran penting dalam tradisi adat Hajat Lembur yang dilaksanakan setahun sekali sebagai bentuk rasa syukur dan sarana mempererat kebersamaan masyarakat. Dalam tradisi ini, masyarakat memanfaatkan berbagai tumbuhan untuk membuat tolak bala yang dipercaya dapat menetralisir energi negatif.

Dalam bidang ekonomi, masyarakat memanfaatkan tumbuhan sebagai komoditas pangan, bahan bangunan, serta kerajinan dan anyaman. Beberapa hasil pertanian, seperti stroberi, juga menjadi sumber pendapatan masyarakat.

Tim peneliti menyimpulkan bahwa pemanfaatan tumbuhan di Desa Lebakmuncang masih didominasi untuk kebutuhan pangan, diikuti obat, ekonomi, dan tradisi adat. Pengetahuan ini diwariskan oleh generasi tua dan memiliki potensi besar untuk mendukung pelestarian kearifan lokal seiring perkembangan desa wisata.

“Dengan adanya pengetahuan tersebut, diharapkan agar bisa berkelanjutan serta berpotensi mendukung pelestarian kearifan lokal seiring perkembangan Desa Wisata Lebakmuncang,” pungkas tim etnobotani.

Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dokumentasi ilmiah sekaligus referensi dalam pengelolaan keanekaragaman hayati berbasis masyarakat lokal secara berkelanjutan. (*DMS)

Bagikan :

Info Mahasiswa

Related Post

Sosialisasi Empat Pilar MPR RI Bahas Aktualisasi Pancasila
Unas Lakukan Penyemprotan Disinfektan Guna Cegah Penyebaran Covid-19 di Area Kampus
TALKSHOW DUA UNIVERSITAS
Persiapan Re-akreditasi, FTKI Gelar Workshop Penjaminan Mutu Prodi S1 dan S2 Bidang Informatika dan Komputer
BPK Lakukan Pembekalan dan Pelepasan kepada 13 Mahasiswa yang Akan Mengikuti Program KKNT
Tingkatkan Kegiatan Tri Darma Perguruan Tinggi, UNAS dan Unpak Lakukan MoU

Kategori Artikel

Berita Terbaru

Jadwal pelaksanaan PLBA T.A 2025/2026

Hari : RABU

SESI : 1

Tanggal : 24 September 2025

Pukul : 07.00 – 12.00 WIB

Auditorium Universitas Nasional

FAKULTAS

  1. FISIP
  2. FAKULTAS BAHASA DAN SASTRA
  3. FAKULTAS TEKNIK DAN SAINS
  4. FAKULTAS TEKNOLOGI  KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA

SESI : 2

Pukul : 13.00 – 16.00 WIB

Tempat : Auditorium Universitas Nasional

FAKULTAS

  1. FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
  2. FAKULTAS HUKUM
  3. FAKULTAS ILMU KESEHATAN
  4. FAKULTAS BIOLOGI DAN PERTANIAN

Tempat : Auditorium Universitas Nasional

Hari : Kamis

Tanggal 25 September 2025

Pukul : 07.00 – 16.00 WIB

  1. FISIP
  2. FAKULTAS BAHASA DAN SASTRA
  3. FAKULTAS TEKNIK DAN SAINS
  4. FAKULTAS TEKNOLOGI  KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA
  5. FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
  6. FAKULTAS HUKUM
  7. FAKULTAS ILMU KESEHATAN
  8. FAKULTAS BIOLOGI DAN PERTANIAN

Tempat : Auditorium Universitas Nasional