JAKARTA (UNAS) – Universitas Nasional (UNAS) kembali menggelar Sidang Terbuka Senat dalam rangka Wisuda Sarjana dan Pascasarjana Periode I Tahun Akademik 2025/2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Minggu (31/5). Pada sesi kedua, sebanyak 897 wisudawan dan wisudawati resmi dikukuhkan.
Lulusan tersebut berasal dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (seluruh program studi selain Ilmu Komunikasi), Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS), Fakultas Teknik dan Sains (FTS), serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB).
Mengusung tema “Universitas sebagai Pusat Kebudayaan, Peradaban, dan Etika”, wisuda ini menjadi wujud komitmen UNAS dalam menyelenggarakan pendidikan tinggi yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga pembentukan karakter, nilai kemanusiaan, dan tanggung jawab sosial.
Dalam sambutannya, Rektor Universitas Nasional Dr. El Amry Bermawi Putera, M.A., menyampaikan apresiasi atas kehadiran Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) Dr. H. TB Ace Hasan Syadzily, M.Si., yang memberikan pembekalan kepada para wisudawan dan wisudawati.
Menurut Rektor, kehadiran Gubernur Lemhannas RI menjadi kehormatan sekaligus sumber inspirasi bagi keluarga besar UNAS, khususnya bagi para lulusan yang akan memasuki dunia profesional dan pengabdian kepada masyarakat.
“Kehadiran Bapak Gubernur Lemhannas RI merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan bagi kami semua, serta menjadi motivasi dan inspirasi bagi para wisudawan dan wisudawati Universitas Nasional,” ujar El Amry.
Pada kesempatan tersebut, Rektor juga memaparkan berbagai langkah transformasi yang dilakukan UNAS sepanjang Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026. Salah satunya melalui penguatan sistem digital untuk mendukung layanan pendidikan yang lebih efektif, terintegrasi, dan berbasis teknologi.
Transformasi tersebut diwujudkan melalui implementasi sejumlah sistem strategis, seperti Customer Relationship Management (CRM), Personnel and Resource Integrated Management Application (PRIMA), serta Sistem Informasi Penetapan dan Peningkatan (Sipena).
“Implementasi sistem tersebut menegaskan komitmen UNAS sebagai perguruan tinggi berbasis teknologi yang berorientasi pada kualitas, inovasi, dan pelayanan unggul,” katanya.
Rektor juga berpesan kepada para lulusan agar menjadikan ilmu pengetahuan, pengalaman akademik, dan nilai-nilai yang diperoleh selama masa studi sebagai bekal untuk berkarya dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Ia menekankan pentingnya menjaga integritas, meningkatkan kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi, serta memiliki semangat belajar sepanjang hayat.
“Hari ini bukanlah akhir, melainkan awal dari babak baru perjalanan hidup Saudara. Junjunglah integritas sebagai landasan utama, teruslah belajar sepanjang hayat, kuasai keterampilan digital dan sosial, serta jadilah pemimpin yang menghadirkan manfaat bagi lingkungan sekitar,” tuturnya.
Peran Strategis Generasi Muda Menuju Indonesia Emas 2045
Dalam orasi ilmiahnya yang bertajuk “Generasi Muda, Bonus Demografi, dan Tantangan Bangsa”, Gubernur Lemhannas RI TB Ace Hasan Syadzily menegaskan bahwa wisuda bukan sekadar seremoni akademik, melainkan momentum lahirnya generasi muda yang siap menjawab tantangan nasional maupun global menuju Indonesia Emas 2045.
Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, serta memiliki wawasan kebangsaan yang kuat.
“Wisuda Universitas Nasional bukan hanya momen seremonial, melainkan refleksi kontribusi nyata dalam mencetak generasi muda yang cerdas, kritis, dan berkarakter kebangsaan dalam menyongsong Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Ace Hasan menjelaskan bahwa sejarah perjalanan bangsa Indonesia tidak dapat dilepaskan dari peran generasi muda. Berbagai momentum penting, seperti Kebangkitan Nasional, Sumpah Pemuda, Proklamasi Kemerdekaan, hingga Reformasi 1998, lahir dari semangat, keberanian, dan idealisme anak-anak muda Indonesia.
Ia pun mengutip pesan Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, mengenai pentingnya peran pemuda dalam menentukan arah masa depan bangsa.
“Beri aku seribu orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Beri aku sepuluh pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia,” kata Ace.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa Indonesia saat ini menghadapi berbagai tantangan strategis, mulai dari ketidakpastian geopolitik global, percepatan perkembangan teknologi, perubahan iklim, hingga dinamika demografi yang terus berubah.
Karena itu, generasi muda dituntut memiliki karakter yang kuat, integritas yang tinggi, kesadaran geopolitik, kemampuan adaptasi, serta komitmen kebangsaan yang kokoh.
“Indonesia 2045 tergantung kepada generasi muda hari ini. Karena itu, para wisudawan harus memiliki visi ke depan, karakter kebangsaan, serta jiwa transformatif dan adaptif terhadap perkembangan zaman,” tegasnya.
Penghargaan bagi Lulusan Terbaik
Pada prosesi wisuda sesi kedua ini, UNAS juga memberikan penghargaan kepada lulusan terbaik dari masing-masing fakultas.
Dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Program Pascasarjana, penghargaan diberikan kepada Reza Pranata Putra, M.AP., dari Program Studi Magister Administrasi Publik dengan IPK 3,97.
Fakultas Bahasa dan Sastra menetapkan Eliza Amalia, M.Li., dari Program Studi Magister Linguistik sebagai lulusan terbaik Program Pascasarjana dengan IPK 4,00. Sementara itu, Muhammad Endi Yusuf, S.S., dari Program Studi Bahasa Korea meraih predikat lulusan terbaik Program Sarjana dengan IPK 3,91.
Adapun Fakultas Ekonomi dan Bisnis memberikan penghargaan kepada Femmy Susanti, M.M., sebagai lulusan terbaik Program Pascasarjana dengan IPK 4,00 dan Zahwa Murlian Putri, S.E., sebagai lulusan terbaik Program Sarjana dengan IPK sempurna 4,00.
Melalui penyelenggaraan wisuda ini, Universitas Nasional kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, karakter kebangsaan, kemampuan adaptasi, serta kesiapan untuk berkontribusi dalam pembangunan bangsa dan menghadapi tantangan global di masa depan.(VIN)
Bagikan :


