Jakarta (Humas UNAS) – Badan Penjaminan Mutu (BPM) Universitas Nasional (UNAS) menyelenggarakan Rapat Koordinasi Persiapan Akreditasi Program Studi Sarjana Biologi, Fakultas Biologi dan Pertanian (FBP), pada Selasa, 14 April 2026, di Ruang Rapat Cyber Library. Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Dekan FBP Dr. Vivitri Dewi Prasasty, M.Si, Ketua Program Studi Biologi Dra. Noverita, M.Si., Kepala Bidang Implementasi SPME BPM Mia Handini, S.T., MMSI., serta tim akreditasi Prodi Biologi guna mematangkan kesiapan menghadapi proses akreditasi yang dijadwalkan berlangsung pada Juni mendatang.
Dalam sambutannya, Wakil Dekan FBP Dr. Vivitri Dewi Prasasty, M.Si. menyampaikan apresiasi atas inisiatif BPM dalam memfasilitasi kegiatan ini serta menekankan pentingnya kolaborasi lintas unit. Ia berharap Prodi Sarjana Biologi dapat mempertahankan capaian akreditasi unggul melalui persiapan yang matang dan terstruktur.
“Melalui rapat koordinasi ini, kami berharap mendapatkan berbagai insight yang dapat memperkuat persiapan akreditasi. Upaya yang telah dilakukan oleh Kaprodi dan tim diharapkan mampu memberikan hasil terbaik bagi program studi, fakultas, maupun universitas,” ujarnya.
Usai sesi sambutan, dilanjutkan dengan foto bersama kemudian ke acara inti yaitu paparan dan diskusi. Kepala Bidang Implementasi SPME BPM Mia Handini, S.T., MMSI. memaparkan secara komprehensif mekanisme pendampingan akreditasi yang akan dilakukan secara berkelanjutan. Tahapan tersebut meliputi rapat koordinasi awal, simulasi internal dan eksternal, rapat pleno, unggah dokumen, hingga pendampingan saat asesmen lapangan. BPM juga menegaskan komitmennya dalam mendampingi Prodi secara penuh, baik dalam aspek teknis maupun administratif.
Dalam sesi diskusi, baik dari BPM maupun Prodi Biologi membahas secara mendalam terkait perubahan indikator akreditasi terbaru. Saat ini, skema penilaian hanya terdiri dari dua status, yaitu “terakreditasi” dan “unggul”, dengan 17 syarat perlu yang wajib dipenuhi untuk mencapai predikat unggul. Oleh karena itu, seluruh tim diminta untuk fokus pada pemenuhan indikator tersebut secara optimal.
Diskusi juga menyoroti pentingnya strategi penyusunan dokumen akreditasi yang terintegrasi, mulai dari pembagian tugas tim, konsistensi data, hingga penunjukan PIC untuk setiap kriteria. Unit Penjaminan Mutu Fakultas berperan dalam memastikan kelengkapan data dukung serta monitoring progres secara berkala kepada BPM.
Selain itu, peserta turut membahas aspek teknis seperti pengukuran capaian pembelajaran lulusan (CPL) yang sebelumnya dilakukan secara manual dan kini mulai dikembangkan berbasis aplikasi. Inovasi ini dinilai menjadi nilai tambah dalam penilaian akreditasi karena menunjukkan adanya pengembangan sistem pembelajaran yang berkelanjutan.
Dalam diskusi interaktif, BPM juga membuka ruang konsultasi bagi program studi apabila mengalami kendala selama proses persiapan. Sinergi antara program studi, fakultas, dan unit pendukung menjadi kunci utama dalam menghadapi asesmen lapangan nantinya.
Sebagai tindak lanjut, Prodi Biologi akan segera membentuk tim akreditasi resmi, menyusun timeline kerja, serta melakukan rapat internal untuk menyamakan persepsi dan strategi pemenuhan indikator.
Melalui kegiatan yang diselenggarakan oleh BPM ini, Prodi Biologi menunjukkan komitmennya dalam menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan, dengan target mempertahankan status akreditasi unggul di tingkat nasional. (*Dimas Wijaksono)





