Grand Launching 10 Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan 1 Plaza Reformasi

Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) meresmikan sepuluh RTH dan Plaza Prasasti Tragedi Mei 1998. Acara yang bertempat di Taman Jagakarsa, Jl. H. Mahjur, Lenteng Agung-Jakarta Selatan ini merupakan bagian dari Program #AyoKeTaman yang dicanangkan oleh Dinas Pertamanan dan Pemakaman Provinsi DKI Jakarta sejak 4 Oktober 2015 lalu, dan juga sebagi wujud kepedulian Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan kebutuhan RTH bagi warga di Ibukota.

Rangkaian acara peresmian dimulai dengan penyelenggaraan senam bersama warga bertema “Bergerak Selama 30 Menit” yang merupakan persembahan dari pihak Coca Cola dan aksi pencak silat dari warga sekitar yang memang rutin berlatih di Taman Jagakarsa semenjak dibuka untuk umum pada Januari lalu. Peresmian ini dihadiri oleh masyarakat di lingkungan Taman Jagakarsa dan berbagai komunitas pegiat lingkungan, antara lain Biological Science Club (BScC)-Fakultas Biologi UNAS, Biological Bird Club “Ardea” Fakultas Biologi UNAS, Biodiversity Warriors Yayasan KEHATI, Komunitas Hijau, Suar Art Space, IAI (Ikatan Arsitek Indonesia), Ikatan Arsitek Lansekap Indonesia (IALI), dan IMASTA (Ikatan Mahasiswa Teknik Sipil Tarumanegara),.

Taman Jagakarsa memiliki luas 5.981 m2 yang merupakan sebagai lokasi peresmian. Taman Jagakarsa merupakan salah satu RTH yang baru selesai dibangun oleh Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta pada akhir Desember 2015. “Taman Jagakarsa didesain memperhatikan kontekstualitas sekitar, seperti Sungai Ciliwung dan pemukiman padat yang berbatasan langsung dengan taman” kata Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta, Ir. Ratna Diah Kurniati, M.Si.  Ratna menambahkan “Intervensi desain yang tetap menonjolkan kondisi natural menghasilkan sebuah taman dengan suara gemercik air Sungai Ciliwung, angin dari pohon-pohon rimbun sepanjang sungai Ciliwung, serta kicauan burung yang hidup bebas di alam, sehingga pengunjung taman seolah berada di dalam hutan yang jauh dari padatnya ibukota”.

Menurut Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) Taman Jagakarsa memiliki keunikan tersendiri dengan lokasinya yang diapit pemukiman padat pada bagian utara, barat dan timur. “Pada bagian selatan berbatasan dengan Sungai Ciliwung sehingga Taman Jagakarsa berpotensi untuk menjadi waterfront garden. Dengan kontur yang beragam, slooping (menurun) ke Sungai Ciliwung sehingga menimbulkan sensasi tersendiri pada saat berada di taman tersebut” tambah Ahok.

Pada level tertentu, kita dapat melihat Sungai Ciliwung dari kejauhan. Pengolahan sirkulasi, entrance area dan plaza serta fasilitas taman lainnya memanfaatkan profil kontur alami lahan yang berbukit. Pada titik-titik tertentu Taman Jagakarsa dibangun plaza beserta tempat duduk untuk bercengkrama sambil menikmati pemandangan aliran Sungai Ciliwung. Fasilitas shelter, lapangan olahraga multifungsi, outdoor fitness dan tension membrane merupakan pendukung aktivitas warga di dalamnya. Dengan konsep natural, dibangun pula jembatan gantung di sisi bagian barat taman. Jembatan ini merupakan satu-satunya jembatan goyang di taman milik Provinsi DKI Jakarta.

 

Sembilan taman baru lainnya adalah sebagai berikut:

  1. Taman Cakung (Luas: 1.663 m2)

Lokasi: Jl. Raya Bekasi RT 010 RW 03 Kelurahan Ujung Menteng, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur.

  1. Taman Kelapa (Luas: 1.626 m2)

Lokasi: Jl. Pondok Kelapa Raya (Palem Indah Raya) Kelurahan Pondok Kelapa Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur.

  1. Taman Lebak Bulus (Luas: 3.249 m2)

Lokasi: Jl. Lebak Bulus III RT 017 RW 007 Kelurahan Pondok Labu, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan.

  1. Taman Maja (Luas: 4.714 m2)

Lokasi: Jl. Menteng RW 06 Kelurahan Lentang Agung, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan.

  1. Taman Zodia (Luas 4.663 m2)

Lokasi: Jl. Bina Warga, Kelurahan Petukangan Utara, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

 

  1. Taman PPA (Luas: 3.428 m2)

Lokasi: Jl. PPA Depsos I, Kelurahan Bambu Apus, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur.

  1. Taman Sunter (Luas: 1.989 m2)

Lokasi: Jl. Danau Sunter Selatan RT 017 RW 05 Kelurahan Sunter Agung, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

  1. Taman Tanjung 2 (Luas: 2.281 m2)

Lokasi: Jl. TB Simatupang, Kelurahan Tanjung Barat, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan.

  1. Taman Kalibaru (Luas: 511,81 m2)

Lokasi: Jl. Kalibaru Timur VI gang 14 RT 004 RW 09 Kelurahan Utan Panjang, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat

 

“Selain sebagai sarana olahraga dan rekreasi, taman yang sudah dibangun diharapkan dapat berfungsi sebagai sumber resapan air, penghasil oksigen dan sarana edukasi tentang potensi keanekaragaman hayati yang berada di dalamnya bagi seluruh masyarakat DKI Jakarta” ujar Koordinator Cap(na)ture Jakarta Biodiversity Warriors Yayasan KEHATI, Ahmad Baihaqi yang merupakan lulusan Fakultas Biologi Universitas Nasional, Jakarta.

Selain peresmian sepuluh taman, Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta juga meresmikan sebuah Plaza Reformasi di TPU Pondok Rangon sebagai Monumen Tragedi Mei ’98 yang dibangun untuk mengenang mereka yang gugur dalam peristiwa yang terjadi pada Bulan Mei tahun 1998, peristiwa yang mengawali lahirnya perjuangan Reformasi dan untuk mereka yang berjuang untuk keadilan dan demokrasi sampai saat ini. Pada monumen tersebut dibuat sebuah Prasasti berbentuk tangan dengan untaian kain sobek yang belum selesai dijahit dengan jarum dan benang, menggambarkan situasi korban yang hingga kini masih terluka akibat peristiwa tersebut. Mereka tidak lelah dan terus memperjuangkan hak-haknya sebagai warga negara.

Peresmian RTH dalam wujud taman diharapkan dapat menjadi momentum penyebaran informasi keberadaan taman publik yang dikelola oleh Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta yang sebagian besar belum dikenal luas melalui program #AyoKeTaman. Dinas Pertamanan dan Pemakan DKI Jakarta mengajak warga Jakarta untuk lebih mengenal taman dengan segala potensi aktivitas di dalamnya. Program #AyoKeTaman diharapkan mampu membuka mata tentang arti taman publik sebagai pilihan lokasi interaksi sosial yang manusiawi bagi individu, keluarga, dan komunitas di ibukota serta sebagai sarana pembelajaran terkait keanekaragaman hayati yang ada di taman.