Asesor BAN PT: Borang Akreditasi UNAS Bisa Masuk Rekor MURI

JAKARTA (UNAS) – Universitas Nasional baru saja kedatangan asesor Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT). Kedatangan asesor tersebut dalam rangka asesmen lapangan untuk re-Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT) Universitas Nasional, pada 5-7 September 2017. Asesmen lapangan ini dilakukan setelah Universitas Nasional mengirimkan borang akreditasi insitusi kepada BAN PT, yang ditindaklanjuti dengan desk evaluation dan asesmen lapangan.

Terdapat empat asesor BAN PT yang ditunjuk untuk melakukan penilaian. Mereka adalah Prof. Dr. Ir. Djoko Surprapto (Universitas Diponegoro), Ir. Iqbal Djawad M, M.Sc., Ph.D (Universitas Hasanudin), Prof. Dr. Syahnur Said, M.S (Universitas Muslim Indonesia) dan Dr. Drs. Najahan Musyafak, M.A (UIN Walisongo). Keempat asesor disambut hangat oleh jajaran lengkap Rektorat Universitas Nasional yang terdiri dari Rektor Universitas Nasional, Dr. El Amry Bermawi Putera, para wakil rektor, dan seluruh jajaran pimpinan struktural serta pimpinan Sekolah Pascasarjana, fakultas dan program studi,

Asesmen lapangan AIPT Universitas Nasional merupakan bagian dari proses re-akreditasi institusi. Sebelumnya, Universitas Nasional mendapatkan akreditasi dengan nilai Baik (B) pada tahun 2013. Tahun ini, Universitas Nasional berupaya maksimal agar dapat meningkatkan nilai akreditasi institusi. Hal ini terlihat dari borang yang telah dikirimkan ke BAN PT, yang turut mendapat komentar dari salah satu asesor.

‘’Tidak pernah dalam sejarah akreditasi, melihat borang yang sedemikian tebalnya. Borang ini bisa masuk rekor muri,’’ ungkap Prof. Djoko Suprapto sambil tersenyum. Hal ini, lanjutnya, menunjukkan bukti tanggung jawab, hubungan yang menyatu antara pimpinan dan bawahan, team work yang bagus dari Universitas Nasional. Borang AIPT Universitas Nasional memang sangat tebal.

Borang tersebut memiliki 1.218 halaman, yang terdiri dari penjelasan akan 100 pertanyaan yang diajukan di borang AIPT dan Evaluasi Diri. Borang AIPT UNAS terdiri dari 7 standar tentang visi, misi, tujuan dan sasaran, strategi pencapaian, (standar 1), tata pamong, kepemimpinan, sistem pengelolaan dan penjaminan mutu (standar 2), mahasiswa dan lulusan (standar 3), sumber daya manusia (standar 4), kurikulum, pembelajaran dan suasana akademik (standar 5), pembiayaan, sarana prasarana, sistem informasi (standar 6), penelitian, pelayanan/ pengabdian kepada masyarakat dan kerjasama (standar 7). 

‘’Kami disini atas permintaan UNAS. Kami tidak akan disini jika UNAS tidak meminta kami datang. Karena UNAS telah mengirimkan borang ke BAN PT. Kami disini untuk mengklarifikasi hal-hal yang telah dituliskan di dalam borang,’’ imbuhnya, di ruang Aula Universitas Nasional, Rabu (6/9).

Proses asesmen lapangan pun berjalan dengan lancar. Para asesor menanyakan hal-hal yang dianggap perlu untuk diklarifikasi kepada pihak pimpinan Universitas Nasional. Pertanyaan para asesor ini pun dijawab dengan baik oleh pimpinan Universitas, yaitu Rektor dan para Wakilnya. Pimpinan Universitas Nasional memaparkan hal-hal yang telah dilakukan dan akan dilakukan terkait bidang-bidang SDM, pengajaran dan penelitian yang ditanyakan oleh asesor.

Tanya jawab antara pimpinan dan asesor pun selesai pada pukul 12.00 WIB, yang kemudian dilanjutkan dengan tanya jawab asesor dengan pada dosen, karyawan, mahasiswa, alumni dan pengguna lulusan. Untuk itu, para asesor melakukan pembagian tugas dan menuju ruang wawancara. Salah satu asesor, Dr. Drs. Najahan Musyafak, M.A (UIN Walisongo) tetap tinggal di Aula untuk melakukan pengecekan dokumen dengan tim pengisi borang AIPT UNAS.

Setelah kegiatan ini selesai, dan keempat asesor telah berkumpul kembali di ruang Aula, dan meminta agar seluruh peserta akreditasi meninggalkan ruangan tersebut, agar para asesor dapat berdiskusi tentang hasil yang didapatkan oleh masing-masing asesor dan juga nilai asesmen lapangan.

Diskusi memakan waktu yang cukup lama. Namun, akhirnya, pada sekitar pukul 17.30 WIB, seluruh jajaran pimpinan Universitas Nasional dipanggil kembali untuk dapat masuk ke ruang Aula. Aula yang tadinya kosong, kembali terisi penuh oleh jajaran pimpinan Universitas Nasional. Sebelum mengakhiri kegiatan asesmen lapangan Akreditasi Insitusi Universitas Nasional, Prof. Djoko yang berasal dari Jawa Tengah ini, sempat membacakan puisi yang diakuinya baru ditulis 2 menit sebelum memanggil jajaran pimpinan UNAS. Puisi tersebut syarat filosofi, yang intinya mengingatkan UNAS untuk terus menjaga mutu dan kualitasnya di bidang pendidikan untuk menjadi universitas yang unggul di bidangnya.

Setelah itu, Prof. Djoko pun menyampaikan beberapa poin rekomendasi kepada Rektor Universitas Nasional, yang diantaranya meliputi rekomendasi visi, alumni, SDM, atmosfir akademik hingga penelitian. Atas nama seluruh asesor, Prof. Djoko pun turut mengapresiasi keramahan dan kekompakan jajaran pimpinan dan sivitas akademika Universitas Nasional selama proses akreditasi. ‘’Terimakasih atas sambutannya selama kami bertugas dari kemarin hingga hari ini,’’ ujarnya.

Pada hari sebelumnya, para asesor memang telah meninjau berbagai sarana dan prasarana Universitas Nasional. Mulai dari Gedung Menara UNAS, Ragunan, tempat diselenggarakannya perkuliahan Sekolah Pascasarjana. Asesor juga turut meninjau Kampus Utama Pejaten, dan mendatangi berbagai laboratorium, dan berbagai biro seperti Biro Administasi Akademik (BAA) dan juga berkunjung ke beberapa fakultas. Semoga Universitas Nasional bisa mendapatkan hasil yang diharapkan. Amien.