Menuju Penyiaran Digital Indonesia

Penyiaran dalam hal ini adalah media televisi dan radio analago yang harus segera beralih ke digital. Sejalan dengan itu, Nursatyo menjelaskan bahwa seluruh dunia sudah mulai penyiaran digital.
 
Jakarta [UNAS] – Di era modern dewasa ini, perkembangan teknologi terus dilakukan. Termasuk dunia penyiaran yang termasuk dalam teknologi informasi. Seluruh dunia mulai beralih dari penyiaran analog menjadi digital.

Oleh karena itu, Himpunan Mahasiswa Komunikasi (HIMAKOM) Universitas Nasional (Unas) mengadakan seminar jurnalistik dengan tema ‘Penyiaran Digital Membuka Dunia Baru’ Kamis, (8/12). Seminar ini mengundang pembicara yang kompeten dibidangnya yaitu Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) DKI Jakarta, Adil Quarta Anggoro dan Dosen Ilmu Komunikasi Nursatyo.

Ketua KPID DKI Jakarta, Adil Quarta mengungkapkan bahwa beralihnya dunia penyiaran merupakan keniscayaan digital. “Penyiaran analog menjadi penyiaran digital merupakan keniscayaan digital yang tidak bisa ditolak, sudah pasti dan harus terjadi,” ungkapnya. Selain itu beralih ke penyiaran digital karena efisiensi sumber daya dan untuk menata kembali penggunaan sumber daya.

Penyiaran dalam hal ini adalah media televisi dan radio analago yang harus segera beralih ke digital. Sejalan dengan itu, Nursatyo menjelaskan bahwa seluruh dunia sudah mulai penyiaran digital.

“International Telecommunication Union telah mewajibkan seluruh dunia untuk beralih ke digital secara bertahap. Jika tidak, ITU tidak akan menjamin dan melindungi penyiaran yang dibajak atau dilahgunakan nantinya. Indonesia sendiri diberi waktu sampai tahun 2020 untuk beralih ke penyiaran digital,” ujar Nursatyo. (Dian Afriliani )