Ambil Peluang Bisnis di Era New Normal, Dosen Pertanian Pamerkan Budidaya Microgreen

Jakarta (Unas) – Era new normal pandemi Covid-19 membuat seseorang untuk banyak beraktivitas dari rumah. Salah satu kegiatan yang dapat dilakukan untuk mengisi waktu luang di rumah ialah dengan menanam microgreen.

Dosen Fakultas Pertanian Universitas Nasional (Unas), Ir. Asmah Yani, M.Si. menyebutkan, microgreen merupakan teknik menanam sayuran yang bisa dipanen dalam rentang waktu 14 hari. Teknik menanam ini dapat menjadi peluang bisnis bagi masyarakat perkotaan di era new normal.

“Microgreen berasal dari kata micro dan green yang diartikan sebagai bibit sayuran, sehingga teknik microgreen adalah fase pertumbuhan tanaman antara fase kecambah dan baby green. Jadi microgreen adalah sayuran yang dipanen pada umur 7-14 hari pada saat tanaman masih muda,” jelas Asmah dalam keterangannya yang diterima oleh Humas Unas, pada Kamis (25/02).

Ia melanjutkan, tanaman microgreen dapat menjadi solusi bagi masyarakat perkotaan untuk melakukan budidaya sayuran di lahan terbatas. Selain itu, tanaman microgreen sangat mudah ditanam dan tidak memerlukan media khusus serta waktu yang lama untuk pertumbuhannya, sehingga cocok untuk dijadikan peluang bisnis.

“Budidaya tanaman ini sangat cocok bagi masyarakat kota yang memiliki lahan terbatas. Apalagi di era new normal ini menanam dapat dilakukan untuk mengurangi rasa bosan dengan aktivitas di rumah. tak hanya itu, budidaya ini juga bisa menjadi sarana refreshing dengan melihat pertumbuhan tanaman yang dapat dinikmati dalam memenuhi kebutuhan gizi keluarga  di era new normal,” katanya.

Selain itu, tanaman microgreen  juga memiliki kandungan nutrisi yang lebih tinggi dibanding dengan tanaman dewasa yang secara umum dikonsumsi masyarakat. 

Peluang Bisnis Microgreen

Asmah menambahkan, peluang bisnis budidaya tanaman microgreen sangat baik dan potensial karena harga tanaman ini lebih mahal dari sayur biasa. Selain itu, sayur yang ditanam dengan teknik microgreen juga jarang dijual di supermarket maupun pasar.

“Dalam kondisi new normal ini kita juga dianjurkan untuk mengonsumsi vitamin, buah, dan sayur secara rutin agar tubuh tetap sehat. Bagi orang kreatif hal ini bisa dimanfaatkan dengan menanam microgreen. Jadi selain dapat dikonsumsi sendiri, kita juga dapat menjualnya,” tutur Asmah.

Selain budidayanya yang mudah dipelajari, menurut Asmah, prospek bisnis microgreen juga dapat diambil peluangnya dengan menjual ‘microgreen kit’ yang berisi bibit berbagai sayuran, media tanam cocofeat, wadah, dan tata cara budidaya tanaman secara microgreen.

Ir. Asmah Yani, M.Si.

“Jadi memang ini keunggulan tersendiri dari budidaya microgreen. Harga microgreens di pasaran juga mencapai Rp850 – Rp2000 per gramnya. Oleh karena itu, usaha ini memiliki turnover yang berkali kali lipat dari modal yang dikeluarkan,” tambahnya.

Adapun sayuran yang bisa dibudidayakan dengan teknik tanam ini diantaranya pakcoi, ketumbar, kol, kemangi bayam, kangkung, dan lain-lain. Sayur microgreen dapat dinikmati dalam kondisi mentah seperti lalapan, tumisan, ataupun diolah menjadi salad.(NIS)