UNIVERSITAS NASIONAL SIAP HADAPI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0

 

JAKARTA (UNAS) – Universitas Nasional siap menghadapi era revolusi Industri 4.0. Kesiapan diakukan dalam  hal penerapan metode pembelajaran e-learning hingga manajemen penyelenggaraan akademik Universitas Nasional yang telah menggunakan teknologi informasi, internet, analisis big data dan komputerisasi sehingga manajemen akademik di Universitas Nasional  menjadi lebih efektif dan efisien serta  mampu menunjang pencapaian kinerja tinggi.

‘’Dunia saat ini tidak bisa melepaskan diri dari Revolusi Industri 4.0. Demikian pula Universitas Nasional sebagai institusi Pioner Perubahan harus mengikuti perkembangan dan perubahan yang sangat cepat. Di era ini, faktor kecepatan dan penguasaan teknologi informasi yang berbasis komputer mampu mengantarkan siapa pun menjadi pemenang, baik di bidang ekonomi, sosial-budaya, maupun politik,’’ ungkap Rektor Universitas Nasional, El Army Bermawi Putera, dalam acara wisuda Universitas Nasional Periode II Tahun Akademik 2017/2018 di Jakarta Convention Centre, Minggu (11/11).

Dalam dunia pendidikan, lanjutnya,, beberapa kampus atau lembaga pendidikan di Indonesia, telah menerapkan sistem e-learning sebagai metode pengajaran. Dengan metode ini ini ruang dan waktu tidak lagi menjadi kendala dalam sebuah proses pembelajaran. Kesiapan Universitas Nasional untuk menyongsong era revolusi industry 4.0 dibuktikan dengan telah diterapkannya sistem e-learning baik dalam metode pembelajaran maupun manajemen akademik.

‘’Sebagai  langkah  awal, kami telah menerapkan  metode pembelajaran blended learning yang  menggabungkan  sistem online dan onsite. Beberapa program studi yang telah menerapkan metode tersebut adalah Program Studi Keperawatan, Program Studi Kebidanan, Program Studi Teknik Informatika, Program Studi Sistem Informatika, Program Studi Sosiologi, Program Studi Akutansi  dan  Program Studi –Program Studi di Sekolah Pascasarjana,’’ ungkap El Amry. Ke depannya, seluruh program, studi di Universitas Nasional akan menerapkan metode blended learning.

Selain itu untuk melahirkan lulusan-lulusan yang berkualitas, terampil dan mampu beradaptasi dengan revolusi industri 4.0, mulai Semester Ganjil Tahun Akademik 2017/2018 Universitas Nasional telah mendesain ulang kurikulum dengan pendekatan human digital dan keahlian berbasis digital dan tetap mengacu pada Kurikulum Pendidikan Tinggi berbasis Standar Nasional  Pendidikan Tinggi/ Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia atau SNPT/KKNI bagi seluruh Program Studi. Dengan kurikulum tersebut diharapkan lulusan Universitas Nasional akan setara, bahkan mampu bersaing dengan lulusan perguruan tinggi kelas dunia. Hal ini dikarenakan KKNI merupakan kerangka penjenjangan kualifikasi kerja yang menyandingkan, menyetarakan, mengintegrasikan sektor pendidikan dan pelatihan serta pengalaman kerja dalam rangka pemberian pengakuan kompetensi kerja sesuai dengan  jabatan di berbagai  sektor.

Sedangkan dala hal tata kelola manajemen akademik, Universitas Nasional telah menerapkan sistem tata kelola berbasis teknologi informatika mulai dari sistem pendaftaran mahasiswa baru, pengisian kartu rencana studi oleh mahasiswa yang dapat diakses melalui perangat komputer hingga mobile gadget, pengelolaan kelas dan  manajemen absen  mahasiswa dan dosen, pustaka buku dan jurnal ilmiah yang dapat diakses dari manapun dan kapan pun melalui Cyber library  hingga sistem informasi terpadu yang terkait dengan fungsi pemasaran, administrasi, sumber daya manusia, keuangan dan akuntansi, pengelolaan aset.

Ke depannya, Universitas Nasional juga tengah mempersiapkan pendirian Asia Cyber University. yang dilakukan guna membantu pemerintah melakukan pemerataan akses pendidikan,  meningkatkan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi dan mengurangi tingkat pengangguran. Menggunakan sistem pembelajaran full online, Asia Cyber University (ACU)  bekerjasama dengan Cyber Edu Inkor – perusahaan yang bergerak di bidang pendidikan yang didukung oleh Hankuk Cyber University, Korea Selatan. ACU akan didukung oleh teknologi terkini berupa Learning Management System berbasis cloud yang dapat diakses mealui internet, hingga studio berteknologi canggih dari Korea, untuk perekaman modul-modul perkuliahan.

Senada dengan Pak Rektor, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah III, Ibu Dr. Ir. Illah Saillah, M.Si mengtakan, untuk menghadapi era revolusi industri 4.0, lulusan perguruan tinggi perlu membekali diri dengan tiga kecerdasan. “Butuh digital literacy, human literacy, dan technologi literacy,” ungkapnya dalam wisuda Unas.

Illah yakin lulusan UNAS mampu bersaing karena UNAS telah memberikan bekal baik hard skill maupun softskill. Illah pun mengapresiasi kinerja UNAS, yang berhasil mendapatkan akreditasi A . “Saat ini baru 12 PTS yang memiliki akreditasi A dari 331 PTS di Jakarta. UNAS salah satu yang memiliki akreditasi A,“paparnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Republik Indonesia, Drs. Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga mengajak para lulusan UNAS untuk menjadi wirausahawan dalam era revolusi industry 4.0, mengingat adanya akses teknologi dan permodalan yang  semakin mudah.

“Gaungnya revolusi industri 4.0 membuat pelaku usaha semakin mudah untuk menciptakan dan membesarkan bisnis mereka. Oleh karena itu, kesempatan untuk menjadi wirausaha juga semakin besar,” imbuhnya. Ia melanjutkan, era revolusi industry 4.0 harus dimanfaatkan sebaik mungkin oleh para lulusan dengan inovasi dan ide-ide yang kreatif.

Dalam akhir orasinya, ia berharap UNAS dapat menggandeng kerjasama dengan Kementerian Koperasi dan UKM sehingga dapat melakukan pembinaan kepada mahasiswa untuk meningkatkan rasio wirausaha di Indonesia.