Prodi Sosiologi UNAS Dorong Mahasiswa Berpikir Kritis melalui Book Talk “Indigenous Dialectics”

JAKARTA (UNAS) – Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Nasional (UNAS) mendorong mahasiswa untuk lebih kritis dalam memahami berbagai persoalan sosial melalui Book Talk Series “Indigenous Dialectics” dan peluncuran Bulletin “Inovasi & Pembangunan Sosial” Vol. 6 No. 1.

Kegiatan yang diselenggarakan pada Rabu (7/10/2026) di Aula Blok A Lantai IV Kampus UNAS Pejaten, Jakarta, tersebut menjadi ruang akademik bagi mahasiswa dan sivitas akademika untuk membahas masyarakat adat, identitas, relasi negara dan masyarakat, serta dinamika pembangunan sosial.

Selain memperkaya wawasan melalui diskusi buku, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Program Studi Sosiologi FISIP UNAS dalam membangun budaya akademik melalui literasi, diskusi, dan publikasi.

Kegiatan dihadiri Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni UNAS Prof. Dr. Erna Ermawati Chotim, M.Si.; Ketua Program Studi Sosiologi FISIP UNAS Dr. Andi Achdian, M.Si.; penulis buku Indigenous Dialectics sekaligus akademisi Department of Southeast Asian Studies, University of Bonn, Jerman, Dr. Timo Duile; Sekretaris Program Studi Sosiologi Dr. Qonita Basalamah, M.Si.; Sekretaris Program Studi Magister Sosiologi Dr. Jeanne Noveline Tedja, M.Kesos.; serta dosen Sosiologi FISIP UNAS Ichmi Yani Arinda Rohmah, S.Pd., M.Sosio., dan Drs. Khairul Fuad, M.A.

Bangun Ruang Akademik melalui Diskusi dan Publikasi

Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni UNAS Prof. Dr. Erna Ermawati Chotim, M.Si., mengapresiasi konsistensi Program Studi Sosiologi dalam membangun ruang akademik sekaligus menjaga keberlanjutan publikasi melalui buletin.

Menurutnya, keberadaan Laboratorium Sosiologi dapat menjadi ruang bagi sivitas akademika untuk berdiskusi, mengembangkan gagasan, dan menghasilkan pemikiran yang memberikan kontribusi bagi masyarakat.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Diskusi untuk membangun laboratorium sudah dilakukan sejak lama dan pada hari ini kita dapat menyelenggarakan kegiatan yang diinisiasi oleh Laboratorium Sosiologi. Ini merupakan satu langkah yang sangat baik dan perlu kita apresiasi,” ujar Prof. Erna.

Ia juga menilai keberlanjutan penerbitan buletin merupakan bagian penting dari budaya akademik. Buletin tidak hanya berfungsi sebagai media publikasi, tetapi juga menjadi ruang bagi mahasiswa dan sivitas akademika untuk menyampaikan gagasan, hasil pemikiran, serta solusi terhadap berbagai persoalan sosial.

“Saya mengapresiasi bahwa di tengah perjalanan kita tetap konsisten menerbitkan buletin. Ini merupakan bagian dari kita semua, termasuk mahasiswa. Launching ini menjadi tanggung jawab kita bersama untuk memastikan buletin tetap terbit secara konsisten,” katanya.

Prof. Erna berharap tradisi akademik tersebut terus dikembangkan sehingga gagasan yang lahir dari lingkungan kampus dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

“Kita juga bisa memberikan kontribusi, ide, gagasan, dan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi. Saya yakin sekali bahwa dengan bekerja sama, akan ada hasil yang nyata untuk masyarakat kita,” tambahnya.

Mahasiswa Didorong Berani Mempertanyakan Realitas Sosial

Ketua Program Studi Sosiologi FISIP UNAS Dr. Andi Achdian, M.Si., mengatakan bahwa kemampuan berpikir kritis menjadi bagian penting dalam pendidikan Sosiologi.

Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya memahami berbagai fenomena sosial. Mereka juga perlu memiliki keberanian untuk mempertanyakan berbagai hal yang selama ini dianggap sebagai kebenaran serta melihat persoalan dari sudut pandang yang berbeda.

“Harapannya, mahasiswa UNAS semakin kritis dan berani mempertanyakan banyak hal. Mahasiswa harus mampu melihat persoalan dari sudut pandang yang baru, termasuk mempertanyakan konsep keadilan dan bagaimana keadilan itu dapat diwujudkan secara lebih baik,” ujar Dr. Andi.

Ia menambahkan, kemampuan melihat persoalan dari berbagai perspektif diperlukan agar mahasiswa tidak hanya menjadi pembaca terhadap perubahan sosial, tetapi juga mampu memberikan kontribusi konstruktif terhadap masyarakat.

Karena itu, Book Talk Series menjadi salah satu ruang pembelajaran yang mempertemukan mahasiswa dengan gagasan akademik, pengalaman penelitian, serta perspektif yang berbeda.

Melalui diskusi, mahasiswa dapat mengembangkan kemampuan membaca persoalan secara lebih mendalam, menyampaikan pendapat berdasarkan argumentasi, sekaligus belajar menghargai perbedaan perspektif.

“Indigenous Dialectics” Bahas Masyarakat Adat dan Identitas Indonesia

Sesi utama diisi oleh penulis buku Indigenous Dialectics, Dr. Timo Duile dari Department of Southeast Asian Studies, University of Bonn, Jerman.

Dalam pemaparannya, Dr. Timo membahas masyarakat adat, negara, identitas, serta proses sosial yang membentuk hubungan antara masyarakat dan negara.

Ia menjelaskan bahwa pembahasan dalam bukunya berangkat dari pertanyaan mengenai bagaimana negara diwujudkan dan dipahami dalam kehidupan masyarakat. Perspektif tersebut kemudian digunakan untuk melihat posisi masyarakat adat serta proses pembentukan identitas Indonesia melalui perjalanan sejarah dan dinamika sosial.

Menurut Dr. Timo, pembahasan mengenai masyarakat adat penting karena keberadaannya tidak dapat dilepaskan dari perjalanan sejarah dan proses pembentukan kehidupan sosial di Indonesia.

“Indonesia selalu mencari identitasnya. Karena itu, menjadi penting untuk memastikan sebenarnya Indonesia dibentuk dan bagaimana sesuatu yang berbeda sering kali justru dilawan,” jelas Dr. Timo.

Ia juga menilai pengetahuan dan nilai yang diwariskan masyarakat adat masih relevan untuk memahami berbagai persoalan sosial pada masa kini.

“Dalam keadaan sosial sekarang, apa yang diwariskan dalam masyarakat adat justru dapat menjadi bagian dari upaya mewujudkan masyarakat yang lebih baik. Namun, definisi tentang masyarakat adat sering kali kalah dalam perjalanan sejarah,” ungkapnya.

Pembahasan tersebut memberikan perspektif bahwa masyarakat adat tidak semata-mata berkaitan dengan masa lalu. Pengetahuan, pengalaman, dan nilai yang berkembang dalam masyarakat adat juga dapat menjadi bahan untuk memahami berbagai persoalan sosial yang dihadapi masyarakat saat ini.

Buletin Jadi Ruang Publikasi Gagasan Mahasiswa

Selain diskusi buku, kegiatan juga ditandai dengan peluncuran Bulletin “Inovasi & Pembangunan Sosial” Vol. 6 No. 1.

Penerbitan buletin menjadi bagian dari upaya Program Studi Sosiologi FISIP UNAS untuk menjaga tradisi publikasi sekaligus membuka ruang bagi mahasiswa dan sivitas akademika dalam menyampaikan gagasan mengenai berbagai persoalan sosial.

Kehadiran buletin juga menunjukkan bahwa proses akademik tidak berhenti di ruang kelas. Pengetahuan yang diperoleh melalui pembelajaran, penelitian, diskusi, maupun pengamatan terhadap kehidupan masyarakat dapat dikembangkan menjadi tulisan dan dipublikasikan kepada khalayak yang lebih luas.

Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya didorong untuk membaca dan memahami persoalan sosial, tetapi juga belajar menyampaikan gagasan secara tertulis dan bertanggung jawab.

Dorong Mahasiswa Berkontribusi bagi Masyarakat

Book Talk Series “Indigenous Dialectics” dan peluncuran Bulletin “Inovasi & Pembangunan Sosial” menjadi bagian dari penguatan budaya akademik di Program Studi Sosiologi FISIP UNAS.

Kegiatan tersebut memberikan ruang kepada mahasiswa untuk memperluas wawasan, bertukar perspektif, serta memahami persoalan masyarakat melalui pendekatan yang lebih kritis.

Lebih dari sekadar diskusi buku, forum tersebut mendorong mahasiswa untuk melihat realitas sosial secara lebih mendalam, berani mempertanyakan berbagai persoalan, dan menyusun gagasan yang dapat memberikan kontribusi bagi masyarakat.

Melalui penguatan literasi, diskusi, dan publikasi, Program Studi Sosiologi FISIP UNAS terus mendorong lahirnya mahasiswa yang tidak hanya memiliki pengetahuan akademik, tetapi juga mampu membaca perubahan sosial dan menawarkan gagasan untuk menjawab berbagai tantangan masyarakat. (SAF)

Bagikan :

Info Mahasiswa

Related Post

Guru Besar FH UNAS Tekankan Pentingnya Ketelitian Bagi Notaris
Prodi Sastra Indonesia UNAS Gelar Kuliah Umum “Selusur Jejak Sitti Nurbaya”, Bahas Modernitas dan Dilema Loyalitas
Kunjungan Edukatif Mahasiswa Agroteknologi Universitas Nasional ke DKPKP Jakarta dan Kebun Hidroponik Bhineka
Tingkatkan Kompetensi melalui Pendidikan, UNAS Gandeng Lembaga Sertifikasi Profesi dan Training
Tingkatkan Daya Saing Profesi, Mahasiswa Perhotelan Ikuti Pelatihan Uji Kompetensi
Unas Terima Kunjungan dari Siswa SMPN 3 Kroya dan 1 Sampang, Cilacap

Kategori Artikel

Berita Terbaru

Jadwal pelaksanaan PLBA T.A 2026/2027

Hari : RABU

Tanggal : 23 September 2026

Pukul : 07.00 – 16.00 WIB

Auditorium Universitas Nasional