Peneliti Unas dan Rutgers Lakukan Eksplorasi Tumbuhan Berkhasiat Obat di Kebun Raya Bogor

Jakarta (Unas) – Dalam rangka kegiatan lanjutan bioprospeksi tumbuhan obat Indonesia, tim peneliti Universitas Nasional (Unas) bersama peneliti Rutgers University melakukan eksplorasi tumbuhan di Kebun Raya Bogor, Jawa Barat pada Senin, 27 Februari 2023. Dalam eksplorasi ini turut didampingi oleh tim peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Pengambilan sampel tumbuhan di kawasan Kebun Raya Bogor

Dari pantauan di lokasi, para tim peneliti menelusuri beberapa pohon dan mengambil sampel daun untuk diuji antioksidan, antimikroba, dan antijamurnya. Setelah itu, peneliti Unas dan Rutgers juga diajak untuk melakukan eksplorasi di taman obat yang ada di Kebun Raya Bogor.

Selain mengambil sampel di taman obat, para peneliti juga melakukan demo ekstraksi tumbuhan dengan metode Rames (Rapid Metabolome Extraction and Storage). Adapun proses ekstraksi dimulai dari penghancuran sampel, menimbang & memotong sampel, menambahkan cairan pelarut etanol, penghancuran sampel menggunakan alat Dremel, menyaring ekstrak dan memasukkan ekstrak tumbuhan ke dalam cakram setelah itu diangkat dan dikeringkan.

Demonstrasi terkait metode Rames oleh Peneliti Unas Alvira Noer Effendi, M.Si.

Peneliti Pusat Penelitian Bioteknologi, BRIN Prof. Dr. Ir. Enny Sudarmonowati yang ikut mendampingi tim peneliti Unas dan Rutgers menganggap metode Rames adalah metode yang simple, inovatif, koefisien dan bisa dengan cepat diaplikasikan di lapangan.

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini menunjukkan bahwa adanya kerja sama yang baik antara Unas, BRIN dan Rutgers University. “Ini menunjukkan kerja sama yang bagus antara Unas dan BRIN dan juga dengan Rutgers University di Amerika untuk mengaplikasikan teknologi ini sekaligus melakukan koleksi yang ada di Taman obat Kebun Raya Bogor,” ungkap Prof. Enny saat ditemui usai kegiatan eksplorasi.

Sesi diskusi usai eksplorasi dilapangan di gedung BRIN Kebun Raya Bogor

Prof. Enny juga menilai bahwa kegiatan eksplorasi ini sangat bermanfaat untuk mengidentifikasi khasiat apa yang terkandung di tanaman tersebut. “Dan ini menunjukkan capacity building, transfer technology between Indonesia scientist, jadi mudah-mudahan akan kita lanjutkan memang untuk koleksi yang lainnya dan kami akan meng-exsplore lebih lanjut potensi apa dengan menggunakan local resources di Indonesia,” pungkasnya.

Baca Juga :   Fakultas Teknik dan Sains Kenalkan MBKM Kepada Mahasiswa Baru

“Jadi ini bagus untuk PR kita bersama-sama untuk bisa mengeksplorasi keunggulan dari biodiversitas Indonesia untuk sustainable development bisa untuk health bisa untuk medicine, bisa untuk pangan, untuk bio energi dan lain-lain,” ujar Prof. Enny.

Pada eksplorasi kali ini, tim menemukan 23 tumbuhan obat yang nantinya akan diekstrak dan dilihat antioksidan, antimikroba, dan antijamurnya. Tumbuhan tersebut diantaranya Benalu Duit-Duitan, Graviolens, Abrus precatorius L. (Saga Rambat), Alyxia reinwardtii (Pulosari), Belamcanda punctata Moench. (Brojo Lintang), Boesenbergia rotunda (Temu Kunci), Brucea javanica (Buah Makassar), Brunfelsia americana L. (Lady Of The Night), Caesalpinia sappan (Secang), Crossandra pungens, dan Cyclea barbata Miers. (Cincau Hijau).

Kemudian, Durio dulcis Becc. (Durian), Durio kutejensis Hassk. (Durian), Durio oxyleyanus Bomb. (Durian), Excoecaria cochinchinensis (Sambang Darah), Finschia chloroxantha Diels., Leea aquata, Lunasia amara Blanco. (Kayu Sanrego), Piper caninum Blume. (Sirih Hutan), Quassia amara L. (Ki Congcorang), Thunbergia affinis (White Clock Vine), Trevesia burckii Boerl. (Tapak Itik), dan Triphasia trifolia (Jeruk Kingkit).

Adapun tim peneliti Unas terdiri dari  Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unas Dr. Ir. Nonon Saribanon, M.Si., Alvira Noer Effendi, M.Si., dan Staff Laboratorium Biologi Chairil Rohadi.  Sementara peneliti dari Rutgers University of New Jersey yaitu Isabel Armas Gutierrez.

Sebelumnya, Tim Peneliti Unas telah melakukan eksplorasi dan ekstraksi di Taman Sringanis, Bogor pada Selasa, (24/1). Dilanjutkan pada Jumat – Minggu (27-29/1) di Taman Hutan Raya Ir. H. Juanda dan di Kawasan Konservasi Desa Cilembu, Sumedang, Jawa Barat.

Selanjutnya, bersama peneliti Rutgers University bersama-sama melakukan eksplorasi dan ekstraksi di Hutan Kota Srengseng, Jakarta Barat pada Kamis (16/2) dan di Taman Hutan Raya Ir. H. Juanda dan Bumi Herbal, Dago Pakar, Bandung pada Selasa – Kamis (21-23/2).

Baca Juga :   Magister Biologi Gelar Seminar People-Centered Development Approach

Semua kegiatan eksplorasi tersebut didukung oleh NIH Fogarty International CenterAsia-Pacific Network For Global Change Research dan CBCD Rutgers University. (*DMS)

Berita Terbaru

Jadwal pelaksanaan PLBA T.A 2023/2024

Hari : Kamis 

Tanggal : 21  September 2023

Pukul : 07.00 – 16.05 WIB

Auditorium Universitas Nasional

FAKULTAS

  1. FISIP
  2. FAKULTAS BAHASA DAN SASTRA
  3. HUKUM
  4. FAKULTAS BIOLOGI DAN PERTANIAN
  5. FAKULTAS TEKNIK DAN SAINS

Hari : Jum’at

Tanggal : 22  September 2023

Pukul : 07.00 – 14.30 WIB

Tempat : Auditorium Universitas Nasional

FAKULTAS

  1. FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
  2. FAKULTAS TEKNOLOGI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA
  3. FAKULTAS ILMU KESEHATAN

Tempat : Auditorium Universitas Nasional

Chat with Us!