Jakarta (UNAS) – Tiga dosen Universitas Nasional (UNAS) mengikuti dan menyelesaikan Pelatihan untuk Pelatih atau Training of Trainers (ToT) Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan bagi Dosen, Guru, dan Widyaiswara Angkatan ke-41 yang diselenggarakan Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) pada 7–15 September 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Markas Lemhannas RI, Jalan Medan Merdeka Selatan Nomor 11, Jakarta Pusat, tersebut diikuti 102 peserta dari berbagai wilayah di Indonesia. Peserta dibagi ke dalam empat kelompok berdasarkan empat konsensus kebangsaan, yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.
Tiga dosen UNAS yang berpartisipasi dalam pelatihan tersebut ialah Prof. Dr. Septi Andryana, S.Kom., MMSI., Guru Besar Fakultas Teknologi Komunikasi dan Informatika (FTKI); Dr. Bdn. Lisa Trina Arlym, S.ST., M.Keb., dosen Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES); serta Abdul Rahman Wijaya Putra, S.S., M.Hum., dosen Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS).
Selama pelatihan, peserta mendapatkan pembekalan melalui ceramah, diskusi panel, diskusi kelompok, diskusi antarkelompok, pembinaan peserta melalui ice breaking dan energizing, praktik mengajar berupa micro teaching dan real teaching, serta mancakrida yang meliputi team building, kontemplasi, dan Pusaka Bangsa.
Dalam diskusi kelompok, peserta ditugaskan menyiapkan naskah dan paparan kelompok, yel-yel kelompok, serta video pendek bertema kebangsaan. Kegiatan tersebut mendorong peserta untuk berkolaborasi dan bekerja sama dalam satu tim. Sementara itu, dalam praktik mengajar, peserta dibagi menjadi delapan kelompok dan setiap peserta diberikan waktu 20 menit untuk memaparkan salah satu materi dasar, utama, atau penunjang yang sebelumnya disampaikan oleh narasumber.
Integrasikan Nilai Kebangsaan dalam Pembelajaran
Sebagai Guru Besar bidang Teknologi Informasi (TI), Prof. Septi Andryana menilai pentingnya memperdalam pemahaman mengenai Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Pemahaman tersebut diharapkan dapat menjadi bekal untuk memberikan pengarahan kepada mahasiswa agar menggunakan teknologi informasi secara bertanggung jawab dan sesuai dengan nilai-nilai kebangsaan.
“Saya berharap dapat mengintegrasikan nilai-nilai kebangsaan ke dalam pembelajaran TI melalui etika digital, keamanan siber, dan pengembangan teknologi yang berpihak pada kepentingan bangsa dan negara Indonesia,” ujar Prof. Septi.
Sementara itu, Dr. Lisa Trina Arlym menyampaikan bahwa keikutsertaannya dalam ToT Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan menjadi kesempatan untuk memperkuat pemahaman sekaligus mengaktualisasikan nilai-nilai kebangsaan dalam perannya sebagai dosen.
Ia berharap pelatihan tersebut tidak berhenti pada pemahaman, tetapi dapat menjadi bekal untuk mengimplementasikan dan menanamkan nilai-nilai kebangsaan dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan dapat berkembang menjadi generasi yang kompeten, berkarakter, berintegritas, serta mampu menjaga persatuan Indonesia.
Hal senada disampaikan Abdul Rahman Wijaya Putra. Sebagai dosen muda pada Program Studi Sastra Jepang, ia aktif mengikuti rangkaian ToT dan berkontribusi dalam berbagai kegiatan serta diskusi kelompok.
“Meskipun saya adalah dosen Sastra Jepang, saya tetap merasa perlu membekali diri dengan pemahaman yang lebih mendalam tentang nilai-nilai kebangsaan yang berdasarkan pada Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, dengan tujuan agar dapat menerapkan nilai-nilai kebangsaan Indonesia kepada para mahasiswa Sastra Jepang,” ujarnya.
Setelah mengikuti pelatihan, Abdul Rahman berharap dapat memberikan perspektif serta mengintegrasikan nilai-nilai kebangsaan Indonesia dalam pembelajaran sastra dan bahasa Jepang.
Penutupan ToT Angkatan ke-41
Rangkaian kegiatan ditutup melalui upacara penutupan yang berlangsung khidmat di Aula Brigade Kopasgat, Halim Perdanakusuma. Dalam sambutannya, Gubernur Lemhannas RI Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si., menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah menyelesaikan rangkaian pelatihan.
Secara simbolis, Gubernur Lemhannas RI menyerahkan PIN dan sertifikat pelatihan dengan bobot 83 jam pelajaran (JP) kepada perwakilan peserta. Ia juga berpesan agar seluruh alumni ToT Angkatan ke-41 dapat berperan sebagai agen perubahan menuju Indonesia Emas 2045.
Keikutsertaan tiga dosen UNAS dalam pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan kapasitas dosen dalam memahami dan mengimplementasikan nilai-nilai kebangsaan dalam lingkungan akademik. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan dalam proses pembelajaran serta mendukung pembentukan mahasiswa yang berkompeten, berkarakter, berintegritas, dan memiliki kesadaran terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara.(***)
Bagikan :


