FH UNAS Gandeng Youngsan University Korea Buka Double Degree Hukum

Jakarta (UNAS) – Fakultas Hukum baru saja  menjajaki kerjasama dengan Faculty of Law Youngsan University, Korea Selatan.  Pada kesempatan itu, kedua perguruan tinggi sepakat menjalin kerjasama program double degree. Naskah kerjasama ditandatangani oleh Dekan Fakultas Hukum Dr. Ismail Rumadan Husein, M.H. Sementara, dari Youngsan University penandatanganan  dilakukan oleh Dean Faculty of Law Kim Chi Hwan, Ph.D.

“Pada tanggal 25 juli 2018 lalu kita pergi ke Busan  untuk melakukan penandatanganan MoU dengan Faculty of Law di Youngsan University. Kerjasama tersebut manghasilkan beberapa kesepakatan salah satunya membuka program Double Degree bagi mahasiswa,” ujar Wakil Dekan Fakultas Hukum Ummu Salamah, S.Ag., M.A. saat ditemui diruangannya, belum lama ini.

Menurutnya, kerjasama double degree merupakan tahap awal dan langkah strategis dari suatu universitas untuk mencapai World Class University (WCU). Disamping itu, program ini merupakan salah satu strategi untuk memperbaiki mutu pendidikan perguruan tinggi di Indonesia.

Ummu pun menjelaskan syarat utama untuk mengikuti program double degree ini mahasiswa mampu menguasai bahasa asing. Selain, bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar mahasiswa harus menguasai bahasa korea.

“Semua harus dipersiapkan karena bahasa menjadi faktor terpenting bagi mahasiswa untuk mengikuti program double degree, namun di Youngsan University juga menyiapkan kantor studi bahasa sebagai kelas tambahan untuk belajar bahasa korea,” ucap Ummu.

Sampai saat ini, kata Ummu, Sosialisasi terus dilakukan kepada mahasiswa secara lisan melalui group mahasiswa. Lanjutnya, Fakultas hukum menargetkan dapat mengirimkan empat sampai lima mahasiswa per periodenya . “Insyallah bila tidak ada halangan program ini akan berjalan pada bulan april, sementara pada bulan ini kita memberi kesempatan untuk mendaftar dengan persyaratan minimal menguasai bahasa Inggris,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Divisi Kerjasama Luar Negeri Universitas Nasional Dra. M.A. Inez Sapteno menyatakan kerjasama tersebut dapat membuka pasar untuk fakultas hukum melihat bahwa fakultas hukum UNAS sudah go internasional dan mahasiswa dapat berkesempatan kuliah di luar negeri.

Inez pun mengatakan, kegiatan ini akan ditindak lanjuti dengan disseminasi di UNAS dengan menghadirkan pembicara dari Youngsan University serta Universitas di Indonesia yang sudah terlebih dahulu bekerjasama dengan Youngsan University untuk berbagi pengalaman serta strategi untuk melakukan kerjasama.

“Kita akan tindak lanjuti dengan disseminasi yang mengundang para Dekan maupun dosen untuk mengajak para fakultas dapat bekerjasama dengan Youngsan University, jadi tidak menutup kemungkinan kerjasama ini bisa dilakukan di luar fakultas hukum,” jelas Inez.

Program kembaran atau gelar ganda (double degree) adalah penyelenggaraan kegiatan belajar antar perguruan tinggi baik dalam negeri maupun luar negeri, untuk melaksanakan suatu program studi secara bersama serta saling mengakui lulusannya. Sehingga lulusan dari program ini akan memperoleh gelar ganda dan memiliki kemampuan plus dari program regular lainnya.

Untuk melaksanakan program double degree perguruan tinggi di dalam negeri wajib melakukan diskusi dan negosiasi dengan menggunakan berbagai media dalam melaksanakan kerja sama untuk menghasilkan Memorandum of Understanding (MoU) dan Dalam Memorandum of Agreement (MoA). Inti kesepakatan dalam MoU adalah program kerjasama antara perguruan tinggi yang terlibat.

Selain melakukan penandatanganan MoU dengan Youngsan University, Delegasi UNAS berangkat ke Korea untuk menghadiri Konferensi Internasional di Hankuk University. Adapun Delegasi UNAS yang berangkat diantaranya Dekan Fakultas Hukum Dr. Ismail Rumadan Husein, M.H., Wakil Dekan Fakultas Hukum Ummu Salamah, S.Ag., M.A., Kepala Kantor Kerjasama Internasional  Dra. M.A. Inez Sapteno, dan Dosen Sosiologi Dr. AF Sigit Rochadi, M.Si. (*DMS).