Menjadi Smart Campus, UNAS Sediakan Cyber Library dengan Teknologi Terdepan

Jakarta (UNAS) – Perpustakaan merupakan bagian yang tidak terlepas dari perguruan tinggi. Perkembangan perpustakaan tidak hanya diukur dari jumlah koleksi bahan bacaan maupun jumlah pengguna. Penerapan teknologi informasi perlu dilakukan agar perpustakaan tetap eksis dengan perkembangan, maka dari itu perguruan tinggi harus mampu mengembangkan diri salah satunya adalah dengan melakukan digitalisasi perpustakaan atau cyber library.

Project Manager Cyber Library dan Gedung Auditorium Universitas Nasional (Unas), Drs. Ian Zulfikar, M.Si., mengatakan “ masuk pada era digital, industri 4.0 maka semua segala sesuatunya diupayakan digitalisasi. Perpustakaan fisik, buku-buku fisik membutuhkan space yang besar. Kalau cyber, maka datanya bisa diambil dari internet yang sudah disediakan oleh perpustakaan Unas. Sehingga mahasiswa untuk mencari sumber data atau referensi tidak perlu melihat dari buku yang ada tapi sudah di-digitalisasi,”.

Drs. Ian Zulfikar, M.Si.,

Cyber library memiliki luas bangunan lebih kurang 1.400 m2 yang terletak di Kampus Universitas Nasional, Pejaten, Jakarta Selatan. Cyber library berada di lantai dasar dengan beberapa fasilitas seperti komputer yang dapat diakses oleh mahasiswa sebanyak kurang lebih 40 komputer, ruang video conference dengan kapasitas 70 orang, ruang mini studio dengan kapasitas 30 orang, 7 ruang kelas yang dapat digunakan sebagai ruang belajar mengajar ataupun seminar kecil, dan ruang kantor yang menunjang fungsi library itu sendiri.

Selain cyber library, Universitas Nasional juga membangun auditorium yang berada tepat di atas gedung cyber library. “Kalau di lantai 2 ada auditorium untuk kapasitas 1.500 (orang), di lantai 3 tribun ada 500 (orang). Sehingga, kemudian ini akan diproyeksikan untuk wisuda kedepan,” tutur Ian saat diwawancarai oleh Humas Unas, di ruang Rapat Proyek, Kamis (18/02).

Pembangunan cyber library dan gedung auditorium dengan konsep modern ini sudah dimulai sejak tahun 2016 namun setelah 20 persen berjalan proyek sempat terhenti dan kembali di mulai pada tahun 2018. Untuk mengejar periode wisuda terdekat pada tahun ini, pembangunan gedung diusahakan selesai pada bulan April 2021 sehingga sudah bisa difungsikan. “Ini tahap pekerjaannya sudah mencapai 90 persen tinggal finishing dan pengadaan,” jelasnya. (*ARS)