Pelangi selalu Hadir Diantara Hujan dan Matahari (Cerita di balik Akreditasi A Universitas Nasional)

Seluruh prestasi dan pencapaian yang diraih UNAS saat ini adalah buah dari kristalisasi semua sivitas akademika yang terdiri dari Pimpinan, Dosen, Karyawan, Mahasiswa serta Alumni yang secara kolektif  bekerjasama untuk memajukan UNAS  dari waktu ke waktu.

JAKARTA ( UNAS) –   Dentang jam dinding menunjukan tepat pukul 16.00 WIB  saat Tim Humas menyambangi ruangan yang tertata rapi dan asri di Selasar blok II Lantai 2 Universitas Nasional. Tampil mengenakan  kerudung merah nan cerah perempuan berkacamata kelahiran Jakarta, 27 September 1965 ini segera mempersilahkan kami untuk duduk diruangan berbentuk segiempat. Perempuan bernama lengkap Retno Widowati ini saat ini menjabat sebagai Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan, staff ahli rektor bidang akreditasi, asesor serta dosen Fakultas Ilmu Biologi UNAS.  Dengan ramah ia bersedia menjawab berbagai macam pertanyaan yang diajukan oleh tim humas terkait dengan pencapaian UNAS yang baru saja mendapatkan nilai dengan predikat sangat baik ( A)  dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi ( BAN – PT ) pada 24 Oktober 2017.

Dengan mata berkaca – kaca Retno memulai cerita tentang perjalanan panjang Universitas Nasional di dalam menggapai cita – cintanya untuk terus menjadi pelopor perubahan bagi dunia pendidikan Indonesia. Dirintis oleh para pejuang kemerdekaan Indonesia, UNAS yang telah berdiri sejak 1949 ini terus bertransformasi menjadi sebuah universitas dengan ragam dan corak tersendiri.  Banyaknya prestasi yang diukir oleh mahasiswa, alumni serta dosen tak lantas menjadikan semua  sivitas akademika terlena. Bagi UNAS sendiri tambahnya,  akreditasi adalah sebuah proses untuk mengevaluasi dan menilai secara menyeluruh atas komitmen perguruan tinggi terhadap mutu dan kapasitas penyelenggaraan Tridarma perguruan tinggi di dalam  menentukan kelayakan program dan satuan pendidikan.

 Sadar akan pentingnya sebuah akreditasi kenangnya, tepatnya di tahun 2008 Universitas Nasional yang saat itu tengah terakreditasi dengan nilai cukup baik  ( C), mencoba untuk meningkatkan mutu pendidikan institusi dengan mengajukan semua syarat yang dibutuhkan  selama proses akreditasi yang dilaksanakan oleh team asesor yang terdiri atas pakar yang memahami hakikat pengelolaan perguruan tinggi. Hasilnya  ditahun 2013, ibu tiga anak ini mengungkapkan, UNAS berhasil memperbaiki nilai akreditasi menjadi ( B) baik.  Dengan hasil yang didapat tersebut, memacu semangat  semua keluarga besar UNAS yang terdiri dari Pimpinan, Dosen, Karyawan, Alumni dan Mahasiswa ini untuk terus menjadi yang terbaik.

Setidaknya ada beberapa poin yang menjadi penilaian dalam tahap akreditasi meliputi, Tata Kelola, Kemahasiswaan, SDM serta  Penelitian dan Pengabdian Masyarakat dimana kesemua butir – butir itu harus ditungkan kedalam Borang. UNAS yang saat ini memiliki 26 program studi yang kesemuanya telah terakreditasi Sangat Baik dan Baik  mulai mendapat pengakuan dan penghargaan dari dalam dan luar negeri. Hal ini ujarnya, terlihat dari banyaknya dana HIBAH  yang diberikan oleh pemerintah untuk penelitian yang melibatkan dosen – dosen UNAS serta banyaknya penandatanganan MOU/kerjasama antara universitas – universitas luar negeri dengan UNAS. 

Wanita yang telah mengabdi di UNAS sejak tahun 1989 inipun menambahkan,  dalam setiap periode akreditasi berlaku selama 5 tahun dari sejak tanggal ditetapkan. Menyadari akan hal tersebut, UNAS segera bergerak cepat dengan membentuk Tim AIPT  yang bertugas untuk mempersiapkan segala syarat yang diperlukan.  Dengan  lirih, Retno menceritakan bagaimana ia dan kawan – kawan  harus rela mengurangi makan dan tidur  guna mempersiapkan segala amunisi yang diperlukan guna menghadapi  Akreditasi yang akan berakhir di tahun 2017.  Bagai mengarungi ombak dilautan yang luas, pasang surut kendala pun kerap dihadapi oleh UNAS.

Dengan semangat patriotisme semua sivitas akademika, tepatnya 5-7 September 2017 UNAS kedatangan asesor guna melakukan asesmen lapangan untuk re-Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT) . Digawangi oleh Prof. Dr. Ir. Djoko Surprapto (Universitas Diponegoro), Ir. Iqbal Djawad M, M.Sc., Ph.D (Universitas Hasanudin), Prof. Dr. Syahnur Said, M.S (Universitas Muslim Indonesia) dan Dr. Drs. Najahan Musyafak, M.A (UIN Walisongo), para asesor melakukan cek lapangan ke Universitas Nasional, berdasarkan borang akreditasi yang telah diserahkan UNAS sejak beberapa waktu lalu.

Setelah melalui proses yang panjang dan rumit serta penilaian yang sangat ketat tepatnya pada Selasa  (24/10) UNAS berhasil menjadi yang terbaik dengan memperoleh nilai re-akreditasi ( A) yang berarti sangat baik. Hal ini dikukuhkan dalam Surat Keputusan (SK) BAN PT Nomor 3891/SK/BAN-PT/Akred/PT/X/2017 tentang Status Akreditasi dan Peringkat Akreditasi Perguruan Tinggi Universitas Nasional. Dengan berkaca- kaca wanita yang hoby travelling inipun, mencoba mengingat kembali perjuangan seluruh teman – teman UNAS yang tak kenal lelah  berjuang siang dan malam demi membawa UNAS menjadi Universitas yang bertaraf Internasional.

“ Untuk dapat melihat pelangi yang indah terkadang kita harus menunggu terlebih dahulu datangnya awan yang gelap, petir serta hujan yang lebat yang terkadang membuat kita takut dan khawatir untuk melangkah keluar rumah. Prestasi yang didapatkan oleh UNAS bukanlah sebuah hal yang instan dan gampang untuk diraih melainkan ini semua adalah buah dari kesabaran, ketekunan, serta keuletan seluruh komponen yang berada di UNAS yang bersedia memberikan jiwa dan waktu mereka untuk kampus yang sama- sama kita cintai ini,” ungkap Retno Kamis ( 9/11).