Dies Natalis UNAS ke 69, PPU Kembali Gelar Donor Darah

JAKARTA – Dalam rangka Dies Natalis Universitas Nasional (UNAS) yang ke 69, Paguyuban Perempuan UNAS (PPU) bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat, kembali menggelar acara donor darah, Senin (15/10). Acara ini diikuti oleh 40 pendonor yang terdiri dari dosen, karyawan, hingga mahasiswa UNAS.

“Donor darah ini merupakan kegiatan rutin dari PPU yang sudah berjalan sejak tahun 2012. Tahun 2018 ini sudah berjalan dua kali pada bulan April dan tanggal 15 oktober yang bertepatan dengan Dies Natalis UNAS. Dalam momen ini, kami ingin memberikan kontribusi dan meningkatkan rasa peduli seluruh civitas akademika UNAS melalui sumbangan darah,” ujar Ketua PPU, dr. Cholisah Suralaga, M.Kes., saat ditemui usai acara.

Cholisah melanjutkan, tak hanya bertepatan dengan Dies Natalis UNAS, acara ini juga dilangsungkan bersamaan dengan HUT PPU yang ke 14. Ia berharap, selain dapat membantu meningkatkan stok darah PMI, aksi sosial ini juga dapat meningkatkan pola hidup sehat bagi para pendonor. 

Disinggung mengenai persyaratan untuk menjadi pendonor, dosen fakultas Ilmu Kesehatan UNAS itu juga menuturkan bahwa pendonor harus memiliki badan yang sehat, tekanan darah normal, sudah makan pagi, dan tidak dalam masa datang bulan bagi perempuan. Sebelum mendonorkan darahnya, pendonor terlebih dahulu akan melakukan cek kesehatan oleh PMI.

“Semua calon pendonor yang terdaftar diperiksa terlebih dahulu kesehatannya sebelum melakukan donor darah. Dari pengecekan tersebut bisa terlihat mana yang layak atau tidak karena tidak semua pendonor bisa menyumbangkan darahnya kerena bila ada penyakit atau HB yang rendah maka tidak akan diizinkan untuk donor darah,” imbuhnya.

Lebih lanjjt menurut Cholisah, donor darah juga mimiliki banyak manfaat bagi pendonor diantaranya membuat badan jadi lebih segar, meningkatkan produksi sel darah merah, menjaga kesehatan jantung, dan sekaligus mengecek kesehatan seperti suhu tubuh, tekanan darah, dan kadar hemoglobin.

“Setelah donor darah dilakukan, darah juga akan diperiksa lagi di laboratorium, jika ada yang salah atau teridentifikasi penyakit tertentu, nanti akan diberitahu. Jadi selain berbuat mulia, pendonor juga bisa mendapatkan cek kesehatan yang bermanfaat,” tutupnya.(*NIS)