Jakarta (UNAS) – Cyber Library Universitas Nasional (UNAS) berkolaborasi dengan Himpunan Mahasiswa Magister Linguistik UNAS menggelar kegiatan Lib Talk: Jumpa Penulis bertema “Writing for Healing: Menulis dari Penyembuhan hingga Karier”, Sabtu (13/12), di Gedung Cyber Library Universitas Nasional. Kegiatan ini menjadi ruang dialog antara penulis, akademisi, mahasiswa, dan pustakawan dalam membahas menulis sebagai sarana refleksi diri sekaligus pengembangan karier.

Kepala Perpustakaan UNAS, Hesti Ari Wardani, S.I.Pust.
Kepala Perpustakaan UNAS, Hesti Ari Wardani, S.I.Pust., menyampaikan bahwa perpustakaan tidak lagi berfungsi semata sebagai tempat penyimpanan koleksi buku, melainkan ruang hidup yang mendorong lahirnya gagasan dan karya.
“Melalui kegiatan Lib Talk ini, kami ingin menegaskan bahwa perpustakaan adalah ruang inspirasi, tempat bertemunya ide, dan ruang untuk berkarya,” ujarnya.
Hesti menjelaskan bahwa Cyber Library UNAS memiliki sejumlah program unggulan untuk mendorong budaya literasi. Program tersebut terbagi dalam dua kategori, yakni Jumpa Penulis yang melibatkan mahasiswa penulis, serta Bedah Buku yang akan menghadirkan dosen dan tenaga kependidikan. Kedua program direncanakan berlangsung secara rutin.
Selain itu, Cyber Library UNAS juga menyelenggarakan kelas literasi, salah satunya pelatihan penggunaan aplikasi Mendeley yang mendapat respons positif dari peserta.
Sambutan oleh Kepala Program Studi Linguistik UNAS, Dr. Drs. Somadi Sosrohadi, M.Pd.

“Kelas literasi akan kami laksanakan secara rutin setiap bulan dengan dua kali pertemuan dalam dua sesi,” tambahnya.
Ia juga memperkenalkan program apresiasi bagi pemustaka melalui Visitor of the Month dan Reader of the Month dengan kategori mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan.
“Seluruh program ini merupakan upaya kami untuk memaksimalkan fungsi perpustakaan sebagai ruang belajar, berkarya, dan mencari inspirasi,” tuturnya.
Ketua Himpunan Mahasiswa Magister Linguistik UNAS, Melyusti Setiawan Kebkole, menyampaikan bahwa kegiatan Jumpa Penulis menjadi pengingat pentingnya membangun gerakan literasi yang berkelanjutan.
“Kegiatan ini bukan sekadar pertemuan dengan penulis, tetapi juga ruang diskusi melalui panel dialog antara moderator dan narasumber, sekaligus bagian dari peringatan hari ulang tahun Program Magister Linguistik,” ujarnya.
Ia mengapresiasi seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. “Saya mengucapkan terima kasih kepada para penulis buku Writing for Healing, Cyber Library UNAS, rekan-rekan Magister Linguistik, mahasiswa S1 Fakultas Bahasa dan Sastra, serta para alumni yang hadir dengan penuh antusiasme,” katanya.
Dekan Fakultas Biologi dan Pertanian (FBP) UNAS, Dr. Fachruddin Majeri Mangunjaya, M.Si., yang hadir secara daring sebagai orang tua salah satu narasumber, menilai tema Writing for Healing relevan dengan tantangan kehidupan modern.

Dekan Fakultas Biologi dan Pertanian (FBP) UNAS, Dr. Fachruddin Majeri Mangunjaya, M.Si.
“Membaca dan menulis dapat menjadi sarana penyembuhan. Aktivitas literasi memiliki kekuatan reflektif, dan saya mengucapkan selamat, khususnya kepada Fataya Azzahra,” ujarnya. Sementara itu, Kepala Program Studi Linguistik UNAS, Dr. Drs. Somadi Sosrohadi, M.Pd., menyoroti tantangan yang dihadapi penulis dan sastrawan di Indonesia.
“Penulis kreatif tidak bisa dibentuk oleh mesin. Ia tumbuh dari komunitas, organisasi, dan ruang diskusi yang hidup,” tegasnya. Ia menjelaskan bahwa Program Studi Linguistik UNAS yang berusia dua tahun memfokuskan kajian pada linguistik dan budaya, termasuk transformasi budaya ke ranah digital dan media sosial.
Kegiatan ini dimoderatori oleh Zahra, Founder Jurnal Publik. Narasumber pertama, Fataya Azzahra, membagikan pengalamannya sebagai penulis yang telah menerbitkan 13 buku. “Saya mulai menulis sejak 2012, dan waktu yang paling nyaman bagi saya untuk menulis adalah malam hari,” ungkapnya.
Narasumber kedua, Muthia Esfand, penulis dengan lebih dari 20 buku, menekankan pentingnya mengenali kapasitas dan keunikan diri dalam proses kreatif. “Setiap penulis memiliki karakter dan kapasitas yang berbeda dalam berkarya,” ujarnya.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan sertifikat dan cenderamata dari UNAS kepada para narasumber, serta pemotongan tumpeng dalam rangka memperingati hari ulang tahun ke-2 Program Magister Linguistik UNAS. (SAF)
Bagikan :


