Jakarta (UNAS) – Biro Administrasi Kemahasiswaan (Biromawa) Universitas Nasional mengadakan kegiatan Career Coaching & Closing Career Club Batch 1 pada Sabtu, 17 Januari 2025, di Ruang Seminar Selasar Lantai 3 UNAS. Kegiatan ini menghadirkan narasumber yang membahas strategi persiapan memasuki dunia kerja serta kesiapan mahasiswa menghadapi proses rekrutmen.
Salah satu narasumber, Alvin Alfaridzi, S.M., Human Resource Business Partner (HRBP) Cicil & Bank Sentosa, menyampaikan bahwa persiapan karier tidak dapat hanya mengandalkan satu aspek. Menurutnya, pengalaman, keterampilan, jejaring, dan profil diri saling berkaitan dan perlu dibangun secara seimbang agar peluang diterima di dunia kerja semakin besar.
Alvin menjelaskan bahwa pengalaman dan keterampilan menjadi fondasi utama dalam proses rekrutmen. “CV yang disusun dengan rapi dan menarik tentu bernilai, namun akan lebih optimal apabila pengalaman dan keterampilan yang ditampilkan selaras dengan posisi yang dilamar,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa profil diri yang kurang terkelola dapat membuat perekrut kesulitan melihat potensi kandidat.
Ia juga menekankan pentingnya kesiapan diri sebelum membangun jejaring profesional. Networking tanpa dibarengi kemampuan dan pengalaman yang memadai akan menjadi peluang yang terbuang. Karena itu, mahasiswa perlu memahami terlebih dahulu arah karier yang ingin dituju sebelum menentukan langkah pengembangan diri. “Pastikan dulu mau jadi apa, baru pelajari apa saja yang dibutuhkan untuk posisi tersebut,” jelasnya.


Pada sesi tersebut, Alvin turut memberikan penekanan pada penyusunan CV dan profil LinkedIn. CV yang baik tidak hanya berisi daftar tugas, tetapi mampu menunjukkan kontribusi dan dampak nyata. “Jangan hanya menuliskan mengerjakan ini dan itu, tetapi tunjukkan hasilnya, misalnya dalam bentuk angka, persentase, atau pencapaian,” katanya. Ia mencontohkan bahwa pengalaman organisasi maupun magang dapat ditampilkan dengan menyertakan peningkatan kinerja, capaian program, atau inisiatif yang pernah dilakukan sehingga menjadi nilai tambah di mata perekrut.
Selain itu, Alvin mengingatkan pentingnya kejujuran dan refleksi diri saat menghadapi wawancara kerja. Menurutnya, perusahaan tidak mencari kandidat yang sempurna, tetapi kandidat yang memahami kekuatannya dan bersedia berkembang.
Mengakhiri paparannya, Alvin mendorong mahasiswa Universitas Nasional untuk memanfaatkan masa studi sebagai waktu terbaik dalam membangun pengalaman dan mempersiapkan karier secara matang. Ia berharap melalui kegiatan ini mahasiswa dapat lebih siap, percaya diri, dan terarah dalam memasuki dunia profesional. (*DMS)
Bagikan :

