Buat Pendidikan Tinggi Merata, Kuliah Online Kuncinya

Jakarta (Unas) – Prof. Drs. H. Mohamad Nasir, Ak., M.Si. Ph.D sebut penyelenggaraan pendidikan jarak jauh berbasis cyber university memiliki peran penting dalam revolusi industri 4.0. Mantan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi itu menegaskan, cyber university akan memiliki peran strategis dalam pemerataan akses pendidikan di Indonesia.

“Peningkatan kualitas pendidikan memerlukan adanya pemerataan pendidikan melalui pemanfaatan teknologi informasi seperti pembelajaran digital di era revolusi industri 4.0,” ujarnya saat memberikan kuliah umum kepada mahasiswa baru di Universitas Siber Asia (UNSIA) tahun akademik 2020/2021 secara virtual.

Prof Nasir melanjutkan, hal ini juga sejalan dengan misi kemenristekdikti dalam pendidikan tinggi yakni meningkatkan akses, relevansi, dan mutu guna menghasilkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas. Di samping itu, peningkatan kemampuan IPTEK dan inovasi juga sangat diperlukan untuk mendukung daya saing bangsa.

Sementara itu, guna menghadapi era digital dalam merespon masa depan, Ia menuturkan perguruan tinggi perlu menetapkan komitmen dalam peningkatan investasi di pengembangan digital skills, serta selalu mencoba menerapkan prototype teknologi terbaru.

“Perguruan tinggi bisa learn by doing dalam mencoba teknologi, menggali bentuk kolaborasi baru bagi model pendidikan dalam ranah peningkatan digital skill, serta kolaborasi antara dunia industri, akademisi, dan masyarakat. Hal ini diperlukan untuk mengidentifikasi permintaan dan ketersediaan skill bagi era digital di masa depan,” tambah Pakar Anggaran dan Akuntan Profesional itu.

Ditekankannya, agar semakin mempersiapkan perguruan tinggi bersaing dalam revolusi industri 4.0 maka perlu disusun kurikulum pendidikan yang telah memasukkan materi terkait human-digital skills.  Sudah saatnya Indonesia sebagai negara kepulauan bisa menerapkan Pendidikan Tinggi secara online, supaya ada pemerataan pendidikan bagi semua masyarakat.

Ia juga berharap, metode belajar jarak jauh yang ditetapkan oleh UNSIA ini dapat menjadi wadah guna mendorong peningkatan akses dan kualitas pendidikan di Indonesia, sesuai dengan paradigma Tri Dharma Perguruan Tinggi yang diselaraskan dengan era industri 4.0.

“Untuk menerapkan hal tersebut diperlukan tiga literasi baru, yaitu pertama digital, teknologi dan human, kedua, kegiatan ekstra kurikuler untuk pengembangan kepemimpinan dan bekerja dalam tim. ketiga ialah entrepreneruship dan internship yang diwajibkan kepada mahasiswa,” tandasnya.

UNSIA sebagai perguruan tinggi pertama berbasis siber di Indonesia dibawah naungan Yayasan Memajukan Ilmu dan Kebudayaan (YMIK), dan merupakan hasil inisiasi Rektor Universitas Nasional (Unas), Dr. El. Amry Bermawi Putera, M.A., dinilai mampu memberikan pendidikan dan pengajaran yang berkualitas, dengan akses yang luas dan adil.

Dalam revolusi pendidikan tinggi, tambah Nasir, UNSIA turut memberikan pendidikan jarak jauh (PJJ) yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) atau berbasis e‐learning.

Kedepanya kampus yang telah mengadopsi perkuliah secara online ini, diharapkan turut berkontribusi dalam memperluas akses pendidikan, mengoptimalkan layanan Pendidikan Tinggi kepada kelompok masyarakat yang tidak dapat mengikuti pendidikan secara tatap muka dan reguler, serta mempermudah akses pembelajaran dan sumber belajar, sehingga dapat dijangkau oleh peserta didik mulai dari Sabang hingga Marauke