Jakarta (UNAS) – Badan Penjaminan Mutu Universitas Nasional (BPM UNAS) bersama Universitas Mitra Bangsa (MIBA) dan Universitas Siber Asia (UNSIA) menyelenggarakan Pelatihan Auditor Audit Mutu Internal (AMI) Berbasis Risiko pada Sabtu (10/1) di Ruang Teater Blok C Lantai IV Kampus UNAS, Pejaten. Pelatihan ini merupakan bagian dari konsorsium penguatan penjaminan mutu antarperguruan tinggi.
Pelatihan tersebut dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Keuangan, dan SDM UNAS Prof. Dr. Suryono Efendi, S.E., M.B.A., M.M., Kepala BPM UNAS Dr. Muhani, S.E., M.Si.M., Kepala Bidang Evaluasi dan Pengendalian Mutu BPM UNAS Kiki Buhori, S.Kom., dan Kepala Bidang Sistem Informasi Penjaminan Mutu Asyiq Nur Muhammad, S.Kom., serta peserta dari Unit Penjaminan Mutu (UPM) UNAS.

Dalam sambutannya, Prof. Suryono menyampaikan bahwa peserta pelatihan telah memiliki sertifikat auditor sehingga pengembangan kompetensi diarahkan pada pendekatan audit berbasis risiko.
“Peserta sudah memiliki sertifikat auditor, sehingga perlu dilakukan pengembangan auditor berbasis risiko agar lebih adaptif terhadap dinamika penjaminan mutu perguruan tinggi,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa pendekatan tersebut menjadi kebutuhan seiring tuntutan akreditasi nasional dan internasional. “Perguruan tinggi tidak hanya dituntut memenuhi BAN-PT, tetapi juga standar akreditasi internasional. Di sinilah audit berbasis risiko menjadi penting,” jelasnya.
Pada sesi materi, Pakar Mutu Nasional Dr. Ir. Desiana Vidayanti, M.T., memaparkan urgensi penerapan AMI berbasis risiko akibat keterbatasan waktu audit dan banyaknya standar yang harus dipenuhi.
“AMI perlu berbasis risiko karena jumlah standar sangat banyak sementara waktu audit terbatas. Oleh sebab itu, auditor harus mampu memetakan prioritas risiko yang paling berdampak,” ujarnya.
Ia juga memaparkan konsep dasar analisis risiko dalam Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), termasuk pemahaman bahwa risiko dapat berupa hambatan maupun peluang.
Kegiatan diakhiri dengan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) dan Implementation Agreement (IA), pra tes dan orientasi, praktik audit berbasis risiko, Rapat Tinjauan Manajemen (RTM), penetapan mitigasi risiko dan Rencana Tindak Lanjut (RTL), serta post test.
Melalui pelatihan ini diharapkan auditor mampu menerapkan AMI berbasis risiko secara optimal untuk mendukung peningkatan mutu dan tata kelola perguruan tinggi secara berkelanjutan.(SAF)
Bagikan :


