Sukses Adakan Lomba, Pusat Studi Australia (CFAS) UNAS Beri Apresiasi Ke Pemenang

Jakarta (UNAS) – Belum lama dilaunchingkan, Pusat Studi Australia (CFAS) Universitas Nasional sukses menggelar lomba video pendek dengan tema “All About Australia”. Lomba yang diadakan oleh CFAS diikuti oleh 89 peserta dari SMA di seluruh Indonesia. Untuk mengapresiasi keikutsertaan peserta lomba, CFAS mengadakan webinar & Ceremonial Pemenang Video Competition pada Senin (6/9) secara daring.

Hamsah, M.Pd

Dalam sambutannya, Ketua Pelaksana Hamsah, M.Pd menyampaikan kompetisi lomba video pendek akan menjadi agenda rutin setiap tahunnya. “Di Pusat Studi Australia banyak program yang sudah kita laksanakan dan program video pendek ini tentu akan kita jadikan sebagai kegiatan rutin yang akan dilaksanakan setiap tahunnya”, jelasnya.

Menurutnya, sebagai generasi muda bisa membuka wawasan dan pola pikir masyarakat. “Dalam lomba ini menandakan adek- adek sebagai generasi muda kita ingin mematik semangat, gagsan, membuka mata dan pola pikir tentang dunia luar”, Tambah Hamsah.

Sebelumnya, Pusat Studi Australia telah selesai mengadakan lomba video pendek pada 1-17 Agustus. Adapun pemenang lomba video pendek adalah Juara Pertama diraih oleh I Putu Bagus Dharma Andhika dari Labschool Rawamangun, Juara Kedua diraih oleh Fadla Fika Aulia dari SMK Global Mulia dan Juara keTiga diraih oleh S Ravakayla dari SMA Al Masoem.

Webinar dan webinar & Ceremonial Pemenang Video Competition dengan tema “Dari Generasi Muda Untuk Indonesia- Australia yang Lebih Baik” mengundang narasumber yang kompeten dalam bidangnya, seperti ; Kresno Bramantyo dari PPKB Universitas Indonesia dan Hendaru Tri Hanggoro seorang Jurnalis Publik.

Dalam materinya, Kresno Bramantyo memberikan apresiasinya kepada peserta lomba video pendek dan berpesan kepada peserta untuk terus maju “saya sangat mengapresiasi para peserta yang mengikuti lomba lebih dari 80 lalu tersisih tinggal 16 peserta dan kemudian dipilihlah 3 pemenang, dalam keseluruhan sebenarnya tidak jauh beda semua bagus. Semoga adik-adik bisa meniru ikon Australia yaitu Koala yang tidak bisa berjalan mundur.” pesannya.

Sementara itu, dalam kisahnya Hendaru Tri Hanggoro menceritakan tentang sejarah hubungan Australia-Indonesia. (*TIN)

Berita Terkait
English Indonesian
Chat with Us!