BPM UNAS dan UNIJI Perkuat Sistem Penjaminan Mutu Internal melalui Benchmarking

Jakarta (Humas UNAS) – Universitas Nasional (UNAS) terus memperkuat tata kelola dan penjaminan mutu pendidikan tinggi melalui pertukaran praktik baik ant perguruan tinggi. Upaya tersebut diwujudkan melalui kunjungan benchmarking University of Jakarta International (UNIJI) kepada Badan Penjaminan Mutu (BPM) UNAS untuk berbagi pengalaman mengenai implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), pengelolaan dokumen akreditasi, serta pemanfaatan sistem informasi dalam mendukung peningkatan mutu institusi.

Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Cyber UNAS, Pejaten, Jakarta Selatan, Sabtu (10/10/2026). Pertemuan tersebut menjadi forum bagi kedua perguruan tinggi untuk bertukar informasi, membahas mekanisme penjaminan mutu, dan mengidentifikasi praktik pengelolaan institusi yang dapat mendukung peningkatan kualitas pendidikan tinggi secara berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Keuangan, dan Sumber Daya Manusia UNAS, Prof. Dr. Suryono Efendi, S.E., M.B.A., M.M., berharap kerja sama antara UNAS dan UNIJI dapat berkembang ke berbagai bidang, tidak terbatas pada penjaminan mutu.

“Semoga kerja sama ini tidak hanya berhenti pada bidang penjaminan mutu, tetapi juga dapat berkembang ke bidang-bidang lainnya. Dengan demikian, hubungan yang terjalin dapat membuka peluang kolaborasi yang lebih luas bagi kedua perguruan tinggi,” ujarnya.

Menurutnya, benchmarking merupakan kesempatan bagi perguruan tinggi untuk saling belajar, berbagi pengalaman, serta mengidentifikasi langkah pengembangan institusi melalui penerapan tata kelola yang efektif dan berorientasi pada peningkatan mutu.

Penguatan SPMI melalui Evaluasi dan Pengelolaan Data

Dalam kegiatan tersebut, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah III, Prima Satria, S.E., memaparkan penilaian tipologi SPMI UNAS serta keterkaitannya dengan peningkatan Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi.

Ia menekankan pentingnya pengelolaan data yang akurat dan mutakhir sebagai salah satu unsur pendukung pelaksanaan penjaminan mutu. Salah satu aspek yang menjadi perhatian ialah pembaruan data Dosen Tetap Program Studi (DTPS), yang digunakan dalam berbagai proses evaluasi dan pemenuhan indikator mutu.

“Pengelolaan dan pembaruan data DTPS perlu menjadi perhatian bersama. Data yang mutakhir sangat penting untuk mendukung proses evaluasi dan memastikan pelaksanaan penjaminan mutu berjalan berdasarkan informasi yang akurat,” jelasnya.

Prima juga menyampaikan bahwa berdasarkan hasil Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) terakhir, UNAS tercatat berada pada tipologi 1 selama tiga semester. Ia menambahkan bahwa agenda pada 14 Oktober 2026 mencakup verifikasi secara luring serta sosialisasi aplikasi PENJAMU.

Terkait indikator dampak, ia menjelaskan bahwa dari empat indikator yang digunakan, tiga indikator diperiksa oleh fasilitator wilayah, sedangkan satu indikator lainnya menggunakan data dari Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti).

Pemaparan tersebut menegaskan pentingnya konsistensi pengelolaan data, pemantauan capaian indikator, dan kesiapan perguruan tinggi dalam menghadapi proses evaluasi mutu. Data yang terkelola dengan baik menjadi salah satu dasar untuk mengidentifikasi kebutuhan perbaikan dan menentukan langkah peningkatan kualitas institusi.

BPM UNAS Perkuat Koordinasi Akreditasi

Kepala BPM UNAS, Dr. Muhani, S.E., M.Si.M., menjelaskan mekanisme pengelolaan akun akreditasi dan aplikasi eksternal yang melibatkan sejumlah unit kerja di lingkungan universitas.

Ia menyampaikan bahwa pengelolaan akun akreditasi dipusatkan melalui BPM. Dalam pelaksanaannya, program studi memperoleh informasi dan pendampingan sesuai kebutuhan untuk mendukung persiapan maupun pelaksanaan akreditasi.

“Pengelolaan akun-akun akreditasi berada di BPM, bukan dipegang langsung oleh program studi. BPM akan menyampaikan informasi kepada program studi dan memberikan pendampingan agar proses yang berkaitan dengan akreditasi dapat berjalan dengan baik,” jelasnya.

Menurutnya, koordinasi pengelolaan aplikasi eksternal yang melibatkan beberapa unit kerja juga dilakukan melalui BPM. Mekanisme tersebut bertujuan menyelaraskan kebutuhan administrasi, pengelolaan dokumen, dan pemenuhan persyaratan akreditasi agar berjalan secara terarah.

Melalui koordinasi dan pendampingan tersebut, BPM UNAS mendukung program studi serta unit kerja dalam menjaga konsistensi data, menyiapkan dokumen yang diperlukan, dan melaksanakan evaluasi mutu secara sistematis.

SIPENA Dukung Dokumentasi Penjaminan Mutu

Kepala Bidang Penetapan Peningkatan Mutu, Dr. Ns. Milla Evelianti Saputri, S.Kep., MKM., memaparkan pemanfaatan SIPENA (Sistem Informasi Peningkatan dan Penetapan) sebagai sarana pendukung pengelolaan dokumen penjaminan mutu di UNAS.

Ia menjelaskan bahwa SIPENA mendukung dokumentasi tahapan penjaminan mutu, mulai dari penetapan, pelaksanaan, evaluasi, dan pengendalian hingga peningkatan mutu. Sistem tersebut juga dimanfaatkan untuk mendukung proses pengajuan dan persetujuan dokumen.

“Melalui SIPENA, pengelolaan dokumen penjaminan mutu dapat dilakukan secara lebih terstruktur. Sistem ini dimanfaatkan untuk mendukung proses pengajuan hingga persetujuan dokumen, sehingga tahapan penetapan dan peningkatan mutu dapat terdokumentasi dengan baik,” paparnya.

Pemanfaatan sistem informasi tersebut merupakan bagian dari upaya UNAS memperkuat tata kelola penjaminan mutu berbasis dokumentasi. Pengelolaan dokumen yang terstruktur diharapkan memudahkan koordinasi antarunit, mendukung proses evaluasi, dan memastikan setiap tahapan penjaminan mutu tercatat dengan baik.

Digitalisasi dokumentasi juga menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung kesiapan institusi menghadapi proses evaluasi dan akreditasi. Dengan pengelolaan informasi yang terkoordinasi, perguruan tinggi dapat menelusuri dokumen yang diperlukan serta memantau pelaksanaan kegiatan penjaminan mutu secara lebih sistematis.

Perluas Kolaborasi untuk Peningkatan Mutu Pendidikan Tinggi

Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab antara perwakilan UNIJI dan BPM UNAS. Kedua pihak mendiskusikan praktik pelaksanaan SPMI, mekanisme pengelolaan dokumen, serta pemanfaatan sistem informasi untuk mendukung peningkatan mutu perguruan tinggi.

Rangkaian kegiatan kemudian ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU), penyerahan cendera mata dari kedua belah pihak, dan sesi foto bersama.

Melalui kegiatan benchmarking tersebut, UNAS dan UNIJI diharapkan dapat memperkuat pertukaran pengetahuan dan membuka peluang kerja sama yang lebih luas. Kolaborasi ini juga menjadi bagian dari upaya mendorong penerapan sistem penjaminan mutu yang terukur, terdokumentasi, dan berkelanjutan.

Penguatan SPMI tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan dokumen akreditasi, tetapi juga dengan upaya membangun budaya mutu yang melibatkan seluruh unit kerja. Dengan koordinasi yang konsisten, pengelolaan data yang akurat, dan evaluasi berkelanjutan, perguruan tinggi diharapkan mampu meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. (SAF)

Bagikan :

Info Mahasiswa

Related Post

Yudisium Magister Hukum Sekolah Pascasarjana Universitas Nasional Tahun Ajaran Semester Ganjil 2020/2021
Prodi Agroteknologi Gelar Seminar Jurnalistik Mengenai Peningkatan dan Kemajuan Pertanian Berkelanjutan
Dorong Pemeringkatan dan Rekognisi Internasional, FTKI Adakan Kegiatan Penyusunan Roadmap Penelitian
KONTES KANJI 2012 ASAH KEMAMPUAN BAHASA JEPANG
Peduli dan Selamatkan Satwa Langka, UNAS Ikut Sosialisasikan Fatwa MUI No.4 Tahun 2014 di Riau
FEB UNAS dan UEF Vietnam Teken MoU, 22 Perguruan Tinggi Indonesia Jalin Kolaborasi Internasional

Kategori Artikel

Berita Terbaru

Jadwal pelaksanaan PLBA T.A 2026/2027

Hari : RABU

Tanggal : 23 September 2026

Pukul : 07.00 – 16.00 WIB

Auditorium Universitas Nasional