Beri Gelar CWCCA, Fikes Unas Selenggarakan Pelatihan Perawatan Luka

Jakarta (Unas) – Era globalisasi tanpa batas dan teknologi terus memacu kegiatan keperawatan di Indonesia untuk lebih berani memberikan layanan yang terbaik. Optimalisasi dalam menunjang upaya pengobatan  merupakan salah satu cerminan sederhana yang mampu mengarahkan layanan keperawatan berjalan beriringan dengan profesi lainnya.

Melihat hal tersebut, pelatihan yang berbasis dasar keilmuan dan teknologi menjadi salah satu jawaban saat ini di tatanan layanan kesehatan. Manajemen perawatan luka bagi calon praktisi perawat sangat diharapkan memiliki pengetahuan tentang pembelajaran terkini yang terkait dengan dasar keilmuan penyembuhan luka secara terarah dan berkesinambungan.
Dr. Retno Widowati, M.Si.

Dekan FIKES Unas, Dr. Retno Widowati, M.Si. menyampaikan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi para perawat, sehingga tercipta perawat yang unggul dalam wound care baik di tatanan klinik maupun rumah sakit.

Berangkat dari hal tersebut, Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Nasional (Unas) bekerja sama dengan Wocare Indonesia selenggarakan pelatihan perawatan luka Certified Wound Care Clinician Associated (CWCCA) bagi mahasiswa, pada 26-29 Mei 2021. Dilaksanakan secara online dan onsite, kegiatan ini dihadiri oleh narasumber dari Wocare Indonesia yang memberikan pelatihan perawatan luka kepada mahasiswa.
 
“Saya berharap mahasiswa setelah lulus dari FIKES Unas Prodi Pendidikan Profesi Ners dapat memiliki bekal asuhan keperawatan yang baik dan sudah paham betul terhadap penanganan perawatan luka, sesuai dengan visi fakultas yakni menjadi yang unggul dalam bidang wound care,” tuturnya dalam pembukaan kegiatan yang dihelat secara online pada Rabu (26/05).
 
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Yayasan Wocare Indonesia, Ns. Widasari Sri Gitarja WOC(ET)N juga mengatakan, kegiatan ini diharapkan menjadi titik tolak bagi mahasiswa mengenai bidang yang dipilihnya, dengan berusaha untuk memberikan kualitas pelayanan yang professional.
 
Ns. Widasari Sri Gitarja WOC(ET)N

“Semoga setelah kegiatan ini dapat tercipta para perawat yang unggul dalam bidang wound care dengan keilmuan terbaru dan penggunaan teknologi yang tepat, sehingga lulusan prodi Pendidikan profesi ners Unas dapat membuka praktik mandiri yang membawa kebanggaan bagi fakultas dan universitas,” imbuhnya.

Ketua Pelaksana kegiatan ini, Ns. Rizki Hidayat, M.Kep., WOC(ET)N, menyampaikan bahwa dalam kegiatan ini setiap peserta harus memahami target  pencapaian pengetahuan dan keterampilan. “Peserta melakukan pengkajian pada pasien luka, merencanakan perawatan pada pasien luka, melakukan pemilihan balutan yang tepat secara  efektif dan efisien, serta melakukan perawatan luka akut dan Kronik” ujar Rizki.

Dosen FIKES itu melanjutkan, setelah dinyatakan lulus pada pelatihan ini, peserta akan diberikan sertifikat dan gelar CWCCA dengan syarat mengikuti keseluruhan rangkaian kegiatan termasuk OSCE woundcare dan evaluasi OSCE.

“Kegiatan ini diikuti oleh 48 peserta yang terdiri dari mahasiswa Pendidikan Profesi Ners angkatan pertama dan dosen Ners, juga dilakukan secara online via zoom pada hari pertama dan kedua, serta dilakukan secara onsite pada hari ketiga dan keempat,” lanjutnya.

Adapun peserta terbaik yang mendapatkan nilai tertinggi dari pelatihan ini ialah Rizkawati pada peringkat pertama, Erly Sherly pada peringkat kedua, serta Simson Geret Urutman pada peringkat ketiga.

Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan ini yakni tim winners dari Wocare Indoneisa yaitu Ns. Devi Syahputra, Ns. Marina Ruran, Ns. Tioma Naebaho, dan Ns. Kana Dahar. Turut hadir dalam kegiatan Ketua Prodi Pendidikan Profesi Ners FIKES Unas, Ns. Naziyah, S.Kep., M.Kep., Direktur PT. Pohon Bidara Medika, Ns. Agung Ginanjar S.Kep WOC(ET)N., serta jajaran dosen FIKES Unas.