Akhir Kajian Bulan Ramadhan, PPI Unas Ulas Puasa dan Perempuan

Jakarta (UNAS) – Pusat Pengajian Islam Universitas Nasional (PPI-UNAS) kembali mengadakan Kajian Ramadhan 1442 H. Dengan tema bertajuk Puasa dan Perempuan, pada seri terakhir kajian ini mengundang narasumber Dosen Senior Akademi Pengajian Islam Universitas Malaya Malaysia, Dr. Asmawati Binti Muhamad.

Dalam sambutan Ketua PPI-UNAS, Dr. Fachruddin Mangunjaya, mengatakan “Kita harus melihat keutamaan perempuan dalam Ramadhan ini, sehingga puasa dan perempuan mendapatkan porsi yang baik dalam kajian kita dan juga hikmah-hikmah kita di dalam Ramadhan berikutnya,” ujarnya.

Dr. Fachruddin Mangunjaya

Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Jumat (7/5) pagi, Asmawati menyampaikan keistimewaan bulan Ramadhan salah satunya adalah peristiwa turunnya Al-Quran. Melalui Malaikat Jibril, Nabi Muhammad SAW mendapat wahyu pertama yaitu Surat Al-Alaq. Dalam 5 ayat pertama Surat Al-Alaq bermula dengan “Iqra” sebagai perintah dari Allah supaya umat manusia membaca, menuntut ilmu, dan mendalami agama.

“Dari situ, Allah telah menentukan titik dan garis utama dalam kehidupan manusia untuk menuntut ilmu dengan mengenal Allah terlebih dahulu. Perlu kita semua mengambil inspirasi atau panduan utama, bahwa bulan Ramadhan jangan disia-siakan ataupun jangan sekali-kali dilepaskan peluang untuk benar-benar mendekatkan diri kita kepada Al-Quran,” tuturnya.

Namun sebagai wanita secara fitrah ada hari-hari tertentu akan mengalami haid yang mana juga sebagai salah satu karunia Allah. Walaupun ada perasaan sedih, bukan menjadi halangan sama sekali untuk lebih lagi mendekatkan diri kepada Al-Quran dengan cara meneliti, membaca tafsir-tafsir, mendengar kuliah-kuliah yang menyampaikan ilmu Al-Quran.

Seperti yang disampaikan oleh Asmawati, “Walaupun sebagai muslimah kita ada keterbatasan untuk melakukan ibadah puasa secara penuh. Namun kita tidak perlu kecewa atau merasa ketinggalan dari segi pahala karena banyak lagi peluang-peluang lain yang sebenarnya Allah karunia kepada wanita untuk diisi dengan baik,” jelasnya.

Selain itu, Asmawati juga menceritakan kisah Aisyah Radhiyallahu ‘anha sebagai Ummahatul Mukminin atau ibunda kaum mukmin. Sebagai sosok perempuan yang dapat dijadikan panutan, Aisyah Radhiyallahu ‘anha diceritakan memiliki sifat yang senang bersedakah dan hidup sederhana. Hidup sederhana, baik dari segi makanan, berpakaian, maupun menjalankan kehidupan sehari-harinya.

“Bagaimana kita menuntut ilmu dengan mengenali sirah Nabi Muhammad SAW serta kehidupan keluarga Nabi, para sahabat, kita akan lebih insaf. Bahwa kehidupan ini sebenarnya tentang mencukupi dengan cara hidup yang sederhana, serta berbagi kebaikan dan kelebihan rezeki yang ada pada kita. Bagaimana kita lihat bulan Ramadhan sebagai budaya ilmu dan budaya bersedeakah,” tutur Asmawati.

Kegiatan ini diadakan secara daring yang diikuti oleh peserta baik internal maupun eksternal UNAS. Pada kesempatan kali ini, kegiatan dimoderatori oleh Yesi Maryam sebagai staf PPI-UNAS. (*ARS)