72 Tahun UNAS Berbakti untuk Negeri

Bagikan Artikel

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Jakarta (UNAS) – Tepat pada 15 Oktober 2021, Universitas Nasional telah memasuki usia ke 72 tahun. “Berbakti untuk Negeri” merupakan tema yang diangkat sebagai bentuk pengabdian Universitas Nasional kepada Indonesia. Pada tahun ini, dies natalis dimeriahkan dengan rangkaian berbagai macam kegiatan yang diselenggarakan oleh fakultas, program studi, himpunan mahasiswa, dan pusat studi.

Berdasarkan laporan Ketua Panitia Dr. Tatang Mitra Setia, M.Si., terdapat 33 rangkaian kegiatan yang telah dimulai sejak bulan September 2021 hingga bulan November 2021. Antara lain, pelaksanaan kegiatan 1st International Conference on Natural Science, Engineering, and Technology 2021, Virtual Conference Global Challenge on Science and Technology for the New Normal, Virtual Conference The 2021 Annual Symposium on Management, Accounting, and Tourism, serta Webinar Nasional dan Call Paper Implementasi Terapi Komplementer dalam Pelayanan Kesehatan.

Seiring berjalannya waktu, Universitas Nasional tumbuh berkembang menjadi salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia. Pengembangan dan pembangunan terus dilakukan baik dari aspek sumber daya manusia maupun pembangunan sarana prasarana. Dengan fasilitas sarana prasarana teknologi yang memadai, Universitas Nasional akan mampu beradaptasi dengan kondisi dan perubahan di masyarakat, khususnya di masa pandemi Covid-19.

“Universitas Nasional telah menyelesaikan pembangunan Auditorium Cyber Universitas Nasional yang telah diresmikan pada tanggal 1 Februari 2021 dengan standar internasional. Di samping pembangunan fisik, Universitas Nasional juga telah melakukan langkah inovatif dengan reformasi di bidang teknologi informasi dan komunikasi. Pengembangan sistem informasi berbasis information and communication technologies (ICT).”, ungkap Rektor Universitas Nasional, Dr. El Amry Bermawi Putera M.A., pada acara puncak Dies Natalis Universitas Nasional ke 72.

Dr. El Amry Bermawi Putera M.A.

Di samping itu, Universitas Nasional menyiapkan sarana dan prasarana penelitian termasuk mendirikan pusat-pusat penelitian yang dalam jangka panjang diarahkan untuk menjadi pusat unggulan bagi bidang penelitian tertentu. Program-program kerja sama turut diarahkan untuk membangun kemitraan yang dilandasi kesetaraan, adanya nilai tambah, berkelanjutan, dan berkeragaman.

Kerjasama dalam dan luar negeri yang dilakukan oleh Universitas Nasional juga menunjukkan grafik peningkatan dari tahun ke tahun. Selain itu, Universitas Nasional masih diberikan kepercayaan masyarakat, di mana pada tahun akademik 2021/2022 penerimaan mahasiswa baru mengalami kenaikan 10% dibandingkan tahun sebelumnya.

“Universitas Nasional akan terus mengembangkan program-program strategis dalam rangka menuju peringkat sepuluh besar universitas swasta terbaik di Indonesia. Untuk itu Universitas Nasional telah mencanangkan program-program stategis pada tahun 2022,” jelas El Amry. Program-program tersebut, antara lain :

  1. Universitas Nasional akan membangun klinik bersalin dan pengobatan luka diabetes, yang sekaligus dijadikan sebagai praktikum mahasiswa/i Fakultas Ilmu Kesehatan di Kampus Pusat Pejaten Universitas Nasional.
  2. Universitas Nasional akan membangun panel listrik tenaga surya, sebagai bentuk dukungan terhadap program penggunaan energi ramah lingkungan dan terbarukan, serta menuju Go Green Campus.
  3. Universitas Nasional juga akan membangun taman edu park bertaraf internasional, renovasi di beberapa titik kampus guna menciptakan lingkungan kampus yang indah dan nyaman.
  4. Universitas Nasional akan menerapkan change management, sebuah proses perubahan strategis yang signifikan dalam manajemen universitas yang dilakukan secara terkontrol dan sistematis.

Ketua Pembina Yayasan Memajukan Ilmu dan Kebudayaan (YMIK) Dr. Mohammad Noer, M.A., mewakili Ketua YMIK, merefleksikan perjalanan Universitas Nasional 72 tahun yang lampau untuk mengajak seluruh civitas akademika tetap berpegang teguh pada semboyan ‘Memajukan Ilmu dan Mengembangkan Kebudayaan’.

Dr. Mohammad Noer, M.A.

“Paradigma pembangunan pendidikan telah memasuki ranah yang makin kompleks dan beragam. Terlebih mengutamakan output dan outcomes yang makin bermutu dan serta mampu beradaptasi dengan kepentingan-kepentingan yang ada dan mampu menjawab tantangan-tantangan yang ada di masyarakat. Maka dari itu, kami berharap, mengajak semua pihak di civitas akademika ini untuk terus mempertahankan apa yang sudah dicapai dan terus meningkatkan masa-masa yang akan datang,” pesan Noer.

Acara puncak ini, turut diisi orasi ilmiah oleh Dr. H. Fadli Zon, S.S., M.Sc., dengan topik Revitalisasi Gagasan Sutan Takdir Alisyahbana dalam Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan’. Tidak diragukan lagi, menurut Fadli, Sutan Takdir Alisyahbana adalah momentum besar dalam dunia kebudayaan karena kiprah dan pemikirannya yang luas.

“Ada satu kiprah penting yang sejauh ini hanya sedikit sekali dibahas. Topik itu adalah pendidikan. Dibandingkan dengan topik-topik lainnya Sutan Takdir Alisyahbana memang tidak banyak menulis isu pendidikan secara spesifik dalam karya-karyanya,” ujarnya.

Jejak Sutan Takdir Alisyahbana dalam bidang pendidikan bukan hanya dala mengajar tetapi juga dalam jejak kelembagaan. Universitas Nasional yang berusia 72 tahun merupakakn saksi pemikiran Sutan Takdir Alisyahbana dibidang pendidikan. Sebuah legisi, sebab Sutan Takdir Alisyahbana tentu memancangkan misi kemajuan bagi perguruan tinggi yang telah dibidangi dan dipimimpinnya ini.

Dr. H. Fadli Zon, S.S., M.Sc.

“Keterlibatan Sutan Takdir Alisyahbana dalam dunia pendidikan, menurut Guru Mahendra, merupakan konsekuensi logis dari sikapnya untuk mengejar kemajuan dan pendiriannya untuk ikut menciptakan manusia-manusia berbudaya modern. Universitas Nasional dijadikan Sutan Takdir Alisyahbana sebagai kendaraan melakukan transformasi sosial dan kebudayaan tersebut,” tambah Fadli.

Meskipun Sutan Takdir Alisyahbana bukan satu-satunya pendiri Universitas Nasional, Fadli yakin penting sekali bagi kita untuk menggali kembali pemikiran beliau. Terutama yang terkait bidang pendidikan dan agenda pengembangan pendidikan tinggi. Diskusi mengenai karya dan pemikiran Sutan Takdir Alisyahbana harus dihidupkan kembali baik dikalangan dosen maupun mahasiswa.

Acara perayaan dies natalis ini dilaksanakan pada dua tempat yaitu secara langsung di Auditorium Cyber Universitas Nasional dan secara daring. Dalam acara ini, turut menampilkan karya seni tari garapan betawi “Kembang Wayang” yang dipersembahkan oleh Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Nasional. (*ARS)

Berita Terbaru
Chat with Us!