UNAS Bahas Isu Pemberdayaan Perempuan Bersama UNESCO di Korea

Jakarta ( UNAS) – Isu pemberdayaan perempuan yang saat ini tengah menyita perhatian dunia, menjadi tema pembahasan dalam Workshop International bertemakan “ Women Empowerment Through ICT and Leadership Education”  yang digagas oleh University Twinning and Networking (UNITWIN) dan United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization ( UNESCO ), di Korea 29-31 Mei lalu. Host workshop ini adalah Asia Pasific Woman’s Information Network Centre (APWINC) Sookmyung Woman’s University yang didukung oleh Kementerian Korea dan UNESCO. 

Workshop ini diikuti oleh lima negara yaitu Korea (sebagai tuan rumah), Indonesia, Vietnam, Laos dan Kamboja. Delegasi Indonesia, terdiri dari pihak universitas, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan KEMENRISTEK DIKTI. Dari Indonesia hanya dua Universitas yang terpilih, yaitu Universitas Nasional dan Universitas Indonesia. 

 

Universitas Nasional  diwakilkan oleh Prof. Dr. Ernawati Sinaga M.S.Apt. selaku Wakil Rektor Bidang Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat dan Kerjasama dan Dr . Rura ni Adinda dari program studi Bahasa Korea. Menurut Prof. Erna, pihaknya sangat senang dan bangga sekali atas terpilihnya UNAS mejadi salah satu peserta Workshop Internasional ini.  Seminar yang bertemakan tentang pemberdayaan perempuan melalui Teknologi Informasi dan Komunikasi berbasis Pendidikan Tinggi ini, sangat dibutuhkan sekali oleh kaum wanita diseluruh dunia. Isu pemberdayaan perempuan tuturnya, merupakan sebuah  isu global yang menuntut peran serta seluruh dunia untuk turut berkontribusi didalam mencetak generasi – generasi muda yang cemerlang dimasa mendatang.

”Sebagai salah satu universitas swasta tertua di Indonesia, kami berkewajiaban untuk membentuk dan menyiapkan bibit – bibit generasi muda yang berwawasan Internasional.  Apalagi jika dikaitkan dengan pencapaian 17 goals dari Suistainable Development Goals (SGDs). UNESCO telah memfasilitasi dalam pembentukan dan pengembangan networking bagi Universitas-universitas di seluruh dunia,” ungkap Ernawati. 

Terkait dengan tema kali ini, ia menambahkan UNAS selaku peserta workshop Internasional ini telah menyelenggarakan survei tentang apa – apa saja yang dibutuhkan oleh kaum perempuan dalam rangka membangun jiwa kepemimpinan berdasarkan Ilmu Pengetahuan Teknologi Informasi dan Komunikasi yang saat ini tengah marak di terapkan di negara – negara Asia. Survei yang dipimpin oleh Prof.Dr. Ernawati Sinaga M.Apt dalam Bidang Leadership serta Prof. Dr. Iskandar Fitri dalam Bidang ICT ini nantinya akan memberikan sebuah pelatihan – pelatihan bagi mahasiswa dan dosen perempuan Unas dalam rangka membentuk generasi yang mampu menjadi pemimpin dalam segala disiplin ilmu baik IPTEK maupun Ilmu Sosial lainnya.

Ernawati menegaskan bahwa kegiatan ini sangat sesuai dengan Kebijakan UNAS yang menginginkan agar seluruh lulusan UNAS melek ICT. Kegiatan ini akan didukung oleh UNESCO dan APWINC. ”Pada akhir tahun nanti, UNAS dalam hal ini Pusat Kerjasama Indonesia Korea akan menyelenggarakan pelatihan ICT untuk para wirausahawan perempuan di berbagai daerah, antara lain Sukabumi dan Pekalongan. Pelatihan ini akan difokuskan pada kebutuhan ICT untuk marketing,” papar Ernawati. 

“ Saya ucapkan terima kasih yang sebesar – besarnya atas kesempatan yang diberikan oleh pihak penyelenggara kepada Universitas Nasional  terutama  Dr. Robert Parua selaku perwakilan dari UNESCO, H.E, Dr. Sengdeuane selaku Menteri Pendidikan dan Olahraga Laos, serta Dr. Jung Ai Kang selaku Rektor Sookmyung Womens University yang bertindak sebagai tuan rumah pada seminar internasional kali ini.  Kegiatan seperti ini sangatlah penting bagi pembangunan SDM yang berkualitas. Masalah – masalah yang kerap dihadapi oleh generasi muda khususnya kaum perempuan diseluruh dunia hendaknya kita jadikan sebuah pembelajaran yang berharga dengan melihat dari berbagai aspek kehidupan. Sudah saatnya kaum perempuan dapat menjadi pemimpin atau leader dimasa mendatang,” tegas Erna.

Selain berdiskusi tentang tema utama, kehadiran UNAS di ajang International tersebut juga dimanfaatkan untuk memperluas networking. Hasilnya, banyak universitas luar negeri yang ingin bekerjasama dengan UNAS. Salah satunya adalah Universitas Qui Nhon, Vietnam. Melalui Wakil Rektornya, Dr. Thanh Duc Dinh, universitas tersebut menyampaikan ketertarikannya untuk bekerjasama dengan UNAS di bidang tanaman obat dan herbal.