UNAS Kembali Dipercaya Pemerintah Salurkan Beasiswa Bidikmisi

JAKARTA – Universitas Nasional (UNAS) kembali menyalurkan Beasiswa Bidikmisi (Bantuan Pendidikan Mahasiswa Miskin Berprestasi) kepada calon mahasiswa baru. Sesuai dengan ketetapan yang dikeluarkan pemerintah Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, kuota bidikmisi UNAS pada tahun 2018 sebanyak 6 mahasiswa.

“Program rutin ini diperuntukkan bagi calon mahasiswa yang kurang mampu dari segi ekonomi, tetapi disisi lain mereka berprestasi dan memiliki potensi akademik. Jadi dalam hal ini masih ada kesempatan yang besar bagi mereka untuk kuliah,” ujar Kepala Biro Administrasi Kemahasiswaan, Kamaruddin Salim, S.Sos., M.Si. saat ditemui diruangannya, Jumat (6/07).

Kamaruddin melanjutkan, beasiswa ini merupakan salah satu bentuk  komitmen UNAS dalam mendukung program pemerintah guna mencerdaskan kehidupan anak bangsa. “Jadi beasiswa dapat dikatakan sebagai CSR untuk UNAS demi memberikan semangat anak bangsa untuk melanjutkan pendidikan,” tuturnya.

Mengenai besaran beasiswa yang diterima, Kamaruddin mengatakan hal ini tetap sama pada tahun-tahun sebelumnya yaitu sebesar 50% dari pemerintah, sementara selebihnya universitas yang menanggung. “Selebihnya benar-benar sikap dan apresiasi kampus terhadap negara dan anak bangsa yang niat kuliah tetapi ekonominya terbatas, jadi kami coba mendukung mereka,” imbuhnya.

Ia menambahkan, calon mahasiswa yang berminat dapat melakukan pendaftaran online sendiri melalui sekolah asal. Sementara itu, bagi calon mahasiswa yang memilih UNAS,  mereka harus tetap tetap mengikuti prosedur seleksi mahasiswa baru seperti wawancara dan tes urine.

“UNAS sendiri sudah membuka pendaftaran dan akan kami tutup tanggal 25 Juli 2018. Kalau dari tahun-tahun sebelumnya antusias peserta yang mendaftar cukup banyak, dan saya harap tahun ini terus meningkat” tuturnya.

Ia berharap, para mahasiswa yang akan diterima nantinya dapat menjadi mercusuar dan pencerahan bagi mahasiswa yang lain, bahwa orang yang tidak mampu dapat meraih prestasi gemilang. “Semoga program ini bisa dipertahankan terus oleh pemerintah karena ini salah satu bentuk keperdulian kita terhadap anak bangsa,” tutupnya.

Berdasarkan Nota Dinas Warek AKS No. 26/WR-AKS/VI/Tahun 2017, fakultas yang dibuka bagi program bidikmisi diantaranya Fakultas FISIP Program Studi Ilmu Politik dan Sosiologi, Fakultas Sastra Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Pertanian Program Studi Agroteknologi, dan Fakultas Teknik dan Sains Program Studi Teknik Elektro, Teknik Fisika, dan Ilmu Fisika.