Mahasiswa UNAS Menjadi Delegasi Indonesia dalam Program Persahabatan di Kamboja

JAKARTA – Tiga Mahasiswa Universitas Nasional (UNAS) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Program Studi Hubungan Internasional berpartisipasi dalam program persahabatan di Kamboja, pada 10 hingga 13 Mei 2018. Ialah Novi Tri Rahayu, Syifa Nur Ghonimah, dan Tri Wahyuningrum Indarto. Mereka tergabung dalam organisasi pengembangan kapasitas diri dan masyarakat berskala internasional bernama Intercultural Friendship Society (IFS).

Para mahasiswa angkatan 2016 UNAS itu berpartisipasi melalui program International Village Volunteering Programme (IVVP) dalam rangka melakukan kegiatan sosial di daerah-daerah terpencil di Kamboja. Selain itu, juga sosialisasi dan penyuluhan bidang pendidikan dan kesehatan, serta promosi budaya melalui tarian dan musik Indonesia.

Bersama 31 mahasiswa lainnya dari berbagai universitas di Indonesia, mereka turut meningkatkan citra positif dan nama baik Indonesia diantara RI dengan Kamboja. Kedatangan mereka disambut baik oleh Duta Besar Republik Indonesia (RI) untuk Kamboja, Sudirman Haseng.

“Disana kami tinggal dilingkungan desa yang minoritasnya muslim dan memiliki kekurangan dalam hal pendidikan dan kesehatan. Tempatnya juga sangat terisolasi dari kota, itu merupakan sebuah tantangan bagi kami untuk bisa mengajar masyarakat desa dan bertahan hidup disana,” ujar Syifa Nur Ghonimah, saat diwawancarai Humas UNAS, Senin (4/06).

Dalam hal pendidikan, lanjut Syifa, anak-anak di desa tersebut masih tertinggal jauh dan masih banyak yang memiliki kesulitan untuk mengenal huruf. Tak hanya itu, dalam hal teknologi juga masih terdapat kesenjangan. “Pendidikan mereka sangat tertinggal dari kita, ini yang membuat saya tergerak hati untuk membantu,” tuturnya.

Lain halnya dengan Tri Wahyuningrum Indarto. Ia mengajarkan bagaimana membiasakan hidup sehat kepada masyarakat desa, yaitu dengan cara mencuci tangan dan mengelola sampah dengan baik. “Karena disini sumber air susah jadi kami lebih mengajarkan bagaimana tata cara mencuci tangan yang benar, dan mengelola sampah supaya tidak berserakan. Dari hal-hal kecil seperti itu bisa mencerminkan pola hidup sehat bagi mereka,” imbuhnya.

Perempuan hobi membaca itu menambahkan, ilmu yang telah didapat dari kegiatan tersebut dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Ia juga mendapatkan pengajaran hidup untuk lebih bersyukur dari pengalamannya melihat berbagai kondisi yang memprihatinkan. “Disini saya juga jadi lebih tahu tentang kehidupan di negara lain seperti apa, bisa menambah teman dan relasi juga,” kata dia.

Sementara itu, Novi Tri Rahayu mengatakan, setelah mengikuti program ini mereka akan melakukan sosialisasi melalui penelitian di daerah Bogor. “Untuk kedepannya, kami akan melakukan sosialisasi tentang ilmu yang sudah kami dapat selama di Kamboja, dan pengimplementasiannya melalui jurnal ,” paparnya.

Novi berharap, mahasiswa lainnya dapat tergerak untuk bergabung dalam program persahabatan ini. Menurutnya, tidak ada halangan untuk bergabung dan membantu sesama, selama ada niat dan usaha. “Pengalaman yang didapatkan itu sangat berharga, apalagi kita sekarang sudah kuliah harus banyak cari teman dan pengalaman,” jelasnya.

Sebelumnya, tiga mahasiswa tersebut telah melakukan pendaftaran dan seleksi administrasi untuk bergabung pada program ini. Tahun 2017 lalu, IFS juga hadir di Kamboja untuk membangun sebuah sekolah dan madrasah sebagai sarana pendidikan bagi para anak-anak di Distrik Memot, Kampun Champ. Terpenting bagi mereka yang masih mengeyam sekolah dasar dan pendidikan anak usai dini.(*NIS)

 

selengkapnya : https://news.detik.com/internasional/d-4014687/mahasiswa-indonesia-gelar-program-persahabatan-di-kamboja