Kuliah Umum Fakultas Bahasa dan Sastra, Menggali Potensi Diri Dimasa Pandemi

Jakarta (UNAS) – Genap satu tahun wabah Covid-19 menyerang negara- negara di Dunia, Indonesia merupakan negara yang berdampak cukup banyak. Perkembangan penyebaran Covid-19 di Indonesia sampai saat ini masih mengalami kenaikan jika dilihat dari data statistik harian jumlah kasusnya. Dengan demikian diperlukan adanya upaya membangun kualitas diri di tengah pandemi ini.

Drs. Somadi, M.Pd

Sadar akan pentingnya meningkatkan potensi diri, Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Nasional mengadakan kuliah umum. Dengan mengangkat tema “ Menggali Potensi Diri Dimasa Pandemi”, Dekan Fakultas Bahasa dan Sastra,  Drs. Somadi, M.Pd., berharap kuliah umum ini bisa memotivasi dan memberikan semangat mahasiswa untuk belajar online dan menggali potensi diri.

“Kuliah umum ini akan diadakan rutin setiap awal semester, kami ini yang diangkat adalah bagaimana cara menggali potensi diri. Perkuliah kali ini menggunakan alat digital karena pandemi covid-19 tapi saya harap khususnya mahasiswa baru 2020-2021 tetap semangat untuk belajar,” ucap Somadi dalam sambutannya.

“Saya harap dengan kuliah umum ini tidak hanya untuk mengembangkan potensi akademik tetapi juga talenta mahasiswa untuk menghadapi masalah kedepan, ada keterampilan yang bisa dikembangkan dan aktif dalam perkuliahan online”, tambahnya.

Kegiatan kuliah umum yang digelar pada Sabtu (3/4) mengundang motivator Despha Dendi Irawan , S.Pd, Kons sebagai dosen tamu kuliah umum. Despha menyampaikan bahwa ada 4 (empat) M cara yang harus dilakukan untuk mengenali potensi diri.

Despha Dendi Irawan , S.Pd

“Disini saya jelaskan ada 4M, cara yang harus dilakukan untuk mengenali potensi diri, setelah kenal dengan potensi diri kita bisa menggalinya dan memanfaatkan potensi yang ada di diri kita  4M itu adalah, satu, Melihat. Kita lihat apa yang ada diri kita, kita lihat mental kita apa yang kita suka dan yang tidak suka, yang kedua Mendengarkan, kita dengarkan apa kata hati kita maunya apa, lalu ada Mengamati, kita bisa mengamati orang lain, tp apakah kita bisa mengamati diri sendiri? mulai sekarang kita coba untuk mengamati diri sendiri dan M terakhir adalah Minat, semua yang kita lakukan tadi kalau kita tidak ada minat tidak akan berlajan,” jelas Deshpa.

Laki-laki yang memiliki keterbatasan melihat tersebut juga menegaskan bahwa perlu mengetahui minat yang ada pada diri. “Minat itu sangat penting, kalau kita tidak tahu minat kita, kita tidak bisa mengembangkan potensi diri kita, kenali minat kita apa yang sebenarnya kita mau. Sebagai mahasiswa kita harus kreatif memanfaatkan keadaan,” Tutupnya (*TIN)