Bahas Budaya, Literasi, dan Dokumentasi Digital, Delegasi UNAS Bertandang ke KNU

Jakarta (UNAS) – Menindaklanjuti kerjasama antara Universitas Nasional (UNAS) dengan Kyungpook National University (KNU) Korea Selatan dalam program pembelajaran bersama (Joint Lecturing program),kali ini delegasi UNAS bertandang ke KNU untuk membahas upaya dalam menghadapi era global dan digital.

“Kedatangan kami ke Kyungpook National University pada 9-14 Juli 2018 ini sebagai tindak lanjut kerjasama antara UNAS dengan KNU dalam program Joint Lecturing program,” Ujar Dekan Fakultas Sastra Drs Somadi, M.Pd saat dihubungi Humas UNAS via sambungan telefon ke Korea, Rabu (11/7)

Somadi menyatakan, topik yang dibahas dalam Joint Lecturing program kali ini adalah mengenai isu-isu dalam mengantisipasi globalisasi dan digitalisasi. Lebih spesifik, Somadi mengatakan pembahasan tersebut dilakukan khususnya di bidang budaya, literasi, dan pendokumentasian digital.

“Sebagian orang memahami bahwa globalisasi dan digitalisasi identik dengan meninggalkan literasi. Padahal, dengan terpaan kemajuan teknologi dan komunikasi masyarakat harus lebih meningkatkan minat literasi agar dapat mengembangkannya secara baik,” Ucap Somadi.

Menurutnya, Literasi yang awalnya sederhana telah mengalami perkembangan. Semua itu dikarenakan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi yang begitu cepat. “Saat ini kita berada di tantangan zaman digital, hampir semua hal sudah tersaji dalam dunia digital, tidak terkecuali adalah literasi,” katanya. Ia menambahkan budaya literasi harus tetap di pupuk sehingga masyarakat dapat menggunakan teknologi tanpa meninggalkan culture yang sudah ada.

Terkait dengan tindak lanjut setelah kunjungan ke KNU, Somadi menjelaskan bahwa akan mengembangkan penerbitan bersama, pertukaran dosen dan mahasiswa, Joint Degree, serta transfer kredit. “Semua akan di proses sesuai dengan ketentuan yang ada UNAS seperti bayar kuliah di UNAS namun,  bisa kuliah di luar negeri di university yang telah menjadi mitra,” jelas Somadi.

Somadi pun turut mengungkapkan manfaat atas kunjungan para delegasi UNAS bahwa UNAS telah meraih akreditasi institusi A dan akan menuju World class university. Sehingga perlu adanya kolaborasi dengan berbagai institusi dalam dan luar baik negeri maupun swasta. Sementara,  bagi Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) sendiri dapat mendekatkan budaya di program studi dengan budaya dari negara lain.

“Khususnya untuk FBS, ini menjadi sarana untuk saling melekatkan budaya yang ada di FBS UNAS dengan budaya-budaya dari Jepang, Inggris, ataupun Korea,” ujar pria yang meraih gelar S2 nya di Universitas Negeri Jakarta itu.

UNAS mengirimkan empat delegasinya dan satu Perwakilan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) diantaranya Dekan Fakultas Sastra Drs Somadi, M.Pd., Kepala Divisi Kerjasama Luar Negeri Kantor Kerjasama Internasional, Dra. M.A Inez Saptenno, Dosen Prodi Sosiologi Dr. Andi Achdian M.Si, Kepala Perpustakaan Moh. Iwan Wahyuddin, S.T., M.T., serta Perwakilan LIPI, Katubi. (*DMS)