Webinar Prodi Sistem Informatika, Bekali Mahasiswa Dengan Cybersecurity

Jakarta (UNAS) – Masih rendahnya kesadaran keamanan siber membuat masyarakat Indonesia rawan menjadi korban kejahatan digital atau siber. Karena itu, perlu pemahaman bahwa keamanan siber atau cyber security merupakan bagian penting dari sistem operasional. Program Studi Informatika Fakultas Teknik Komunikasi dan Informatika menggelar Webinar mengenai pentingnya Cyber Security di era Society 5.0 pada Senin (20/3) di Exhibition Lounge UNAS.

Menurut pemateri sebagai Digital Forensics Enthusiast Ryandi Yusuf, S.TR.TP.,M.M., CFF.,CHFI., CND., CTIA., CEH., CDCP Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN)  selama tahun 2022 mencatat sebanyak 976.429.996 serangan siber terjadi di Indonesia. “Diantaranya ada malware 56,84%, Kebocoran data 14,75% dan aktivitas trojan sebanyak 10,90%. Sehingga kasus phising menjadi kasus yang cukup tinggi di tahun 2022 dan kebanyakan kasusnya terjadi pada data pribadi dan perbankan”, katanya dalam acara.

Dalam kegiatan yang mengusung tema “The Preventive Impacts of Cybersecurity Trends in Era Society 5.0”, Ryandi juga menyampaikan bahwa kejahatan siber atau biasa yang disebut dengan social engineering secara umum memiliki dua tujuan yaitu sabotase dan pencurian. “Teknik ini biasanya bersifat eksploratif terhadap kesalahan manusia untuk mendapatkan informasi pribadi, akses atau barang berharga”, paparnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan para pelaku kejahatan siber biasanya mencari targetnya dengan menggunakan pendekatan dari sisi psikologis. “Karena itu, strategi serangannya didasari untuk melewati dan mempengaruhi perilaku target”, pungkasnya.

Sebagai langkah-langkah untuk mencegah terjadinya cybercrime, Ryadi juga memberikan beberapa tips. “Kita harus menerapkan budaya sadar mengenai keamanan informasi apalagi data pribadi sangat rawan disalahgunakan, sebagai tips mencegah terjadinya hal tersebut maka jangan mudah memberikan informasi data pribadi di media sosial, jangan asal klik link yang dianggap mencurigakan, jangan asal instal aplikasi dan yang paling penting jangan berikan akses data pribadi kepada orang lain”, kata Ryadi.

Sebaliknya, ia juga menyarankan kepada peserta webinar untuk menggunakan antivirus dan verifikasi dua langkah terhadap akun sosial media, menggunakan password yang kuat dan diganti berkala hingga menyimpan bukti transaksi keuangan.

Dalam kegiatan webinar juga dibuka oleh wakil dekan Fakultas Teknik Komunikasi dan Informatika Aris Gunaryati, S.Si, MMSi. (TIN)

Bagikan :

Info Mahasiswa

Related Post

Melalui Pengabdian Kepada Masyarakat, Fakultas Hukum Berikan Layanan Konsultasi Hukum Secara Gratis
Ketua PPI UNAS Kenalkan Pendekatan Islam Menjaga Lingkungan
Gali Potensi Finansial, UPT Wirausaha Mandiri UNAS Gelar Kuliah Umum “Smart Saving, Bright Future"
Tumbuhkan Kepedulian Mahasiswa Terhadap Isu Politik, Himakom Selenggarakan Seminar Nasional
Dosen Prodi Biologi Sampaikan Laporan Kemajuan Flora Kalimantan Pada Brunei Borneo Sustainability Summit 2025
Webinar Potret HIMAPAR Peluang Menghasilkan Uang

Kategori Artikel

Berita Terbaru

Jadwal pelaksanaan PLBA T.A 2025/2026

Hari : RABU

SESI : 1

Tanggal : 24 September 2025

Pukul : 07.00 – 12.00 WIB

Auditorium Universitas Nasional

FAKULTAS

  1. FISIP
  2. FAKULTAS BAHASA DAN SASTRA
  3. FAKULTAS TEKNIK DAN SAINS
  4. FAKULTAS TEKNOLOGI  KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA

SESI : 2

Pukul : 13.00 – 16.00 WIB

Tempat : Auditorium Universitas Nasional

FAKULTAS

  1. FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
  2. FAKULTAS HUKUM
  3. FAKULTAS ILMU KESEHATAN
  4. FAKULTAS BIOLOGI DAN PERTANIAN

Tempat : Auditorium Universitas Nasional

Hari : Kamis

Tanggal 25 September 2025

Pukul : 07.00 – 16.00 WIB

  1. FISIP
  2. FAKULTAS BAHASA DAN SASTRA
  3. FAKULTAS TEKNIK DAN SAINS
  4. FAKULTAS TEKNOLOGI  KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA
  5. FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
  6. FAKULTAS HUKUM
  7. FAKULTAS ILMU KESEHATAN
  8. FAKULTAS BIOLOGI DAN PERTANIAN

Tempat : Auditorium Universitas Nasional