Webinar FTKI: Konvergensi Platform Strategis Dalam Era Society 5.0

Jakarta (Unas) – Perubahan transformasi digital yang menghadirkan konsep Era Society 5.0 berpusat pada peran manusia dengan menggunakan teknologi sebagai basisnya. Munculnya konsep terbut merupakan suatu tantangan bagi manusia untuk bisa selaras dengan perkembangan bidang teknologi dan sains yang tak bisa dihindarkan.

Prof. Dr. Iskandar Fitri, S.T., M.T.

Menurut Profesor bidang telekomunikasi Fakultas Teknologi, Komunikasi, dan Informatika (FTKI) Universitas Nasional (Unas), Prof. Dr. Iskandar Fitri, S.T., M.T. adanya smart society 5.0 membuat teknologi berkonvergensi menjadi satu platform digital. “Dulu semua sub platform teknologi berdiri sendiri, sekarang sudah berkembang semuanya menjadi satu dan kita harus mulai belajar dan terbiasa dengan kemajuan ini agar bisa beradaptasi,” jelasnya dalam Seminar Nasional Teknologi Sains dan Informasi (SNTSI) FTKI Unas, Sabtu (25/08).

Iskandar melanjutkan, adanya integrasi platform tersebut bisa menciptakan satu kesatuan yang dapat meliputi semua aspek kehidupan. Misalnya, pengunaan machine learning, data science, dan data analytic pada bencana alam (detection and recovery systems for disasters), tindak kejahatan (cyber crime), ekonomi (analysis and prediction of global and local economic system), atau biologi (bioinformatics), dan lain-lain.

“Dari semua itu, alat bantu Information and Communication Technologies (ICT) melakukan proses, koleksi dan tabulasi data, pengelompokan data, pemetaan, penyajian data dan rekomendasi berupa pengetahuan untuk pengampulan keputusan (decision support systems/ management knowledge systems),” kata dosen FTKI Unas itu.

Prihandoko, S.Kom., MIT., Ph.D.

Dalam kesempatan yang sama, Deputi Direktur Program Doktor Universitas Gunadarma, Prihandoko, S.Kom., MIT., Ph.D. mengatakan, adanya smart society era 5.0 ini membuat banyaknya perubahan dalam kehidupan manusia dalam bidang teknologi seperti perkembangan machine learning.

“Dengan adanya kemampuan komputer itu, seperti google maps yang dapat membaca setiap jalan, social media yang dapat mendeteksi teman kita dari wajah, ialah kecanggihan-kecanggihan dari perkembangan machine learning. Seperti halnya juga iklan di internet yang bisa mengintegrasikan apa yang kita akses satu dengan yang lainnya,” ujarnya.

Ia mengatakan, adanya teknologi tersebut dapat mempermudah segala sendi kehidupan manusia. “Aktivitas yang kita lakukan dapat lebih mudah. Oleh sebab itu, kita juga harus bisa beradaptasi dengan kecanggihan tersebut karena adanya perkembangan teknologi harus kita terima,” ucapnya.

Alamsyah Hanza

Di sisi lain, Ketua Komunitas Data Science Indonesia (DSI), Alamsyah Hanza mengatakan, dengan adanya perkembangan menuju 5.0, generasi muda khususnya lulusan baru perlu memiliki beberapa bekal agar dapat mampu bersaing seperti mengerti teknologi secara umum, selalu terhubung dengan internet, mengerti bahasa asing, memiliki trademark, serta terus belajar dan update segala informasi.

“Generasi muda harus selalu up to date dengan keadaan di masyarakat. Seperti halnya teknologi yang memiliki perkembangan yang pesat perlu terus diikuti agar dapat bersaing di era society 5.0,” tambah Alam.

Selain hal tersebut, lanjutnya, di era teknologi ini generasi muda juga perlu memiliki personal branding yang menarik seperti memperbaharui linkedin, membuat blog atau tulisan sesuai dengan bidang yang ingin ditekuni, dan selalu update.

Kegiatan ini dibuka oleh sambutan dari Dekan FTKI, Dr. Septi Andryana, S.Kom., MMSI. dan Ketua Prodi Teknik Informatika, Nurhayati, S.Si., MTI, serta diikuti oleh dosen dan mahasiswa dari lingkup FTKI. (NIS)