Wapres RI Resmikan Universitas Siber Asia

Jakarta (Unas) – Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia (RI), Prof. Dr. (HC) KH Ma’ruf Amin meresmikan operasional Universitas Siber Asia (Unsia) sebagai perguruan tinggi pertama berbasis siber di Indonesia. Unsia merupakan hasil inisiasi Rektor Universitas Nasional (Unas), Dr. El. Amry Bermawi Putera, M.A., melalui Yayasan Memajukan Ilmu dan Kebudayaan (YMIK).

Prof. Dr. (HC) KH Ma’ruf Amin

“Selamat atas berdirinya Universitas Siber Asia, sebuah perguruan tinggi yang mengusung penuh pembelajaran secara online. Semoga kehadiran Unsia dapat memberikan dampak positif bagi pengembangan pembelajaran di Indonesia, melalui pembelajaran daring diharapkan menjadi sebuah pilihan masyarakat untuk mengakses pendidikan tinggi,” ujar Ma’ruf dalam sambutannya secara virtual pada acara peresmian Unsia di Menara Unas, Jakarta, Selasa (11/09).

Wapres menambahkan, metode pembelajaran daring dapat menjadi alternatif masyarakat belajar dimana saja dengan biaya yang terjangkau dan fleksibel. Selain itu, juga meningkatkan penguasaan kemampuan teknologi informasi yang kini sangat diperlukan mengingat teknologi menjadi syarat mutlak untuk meningkatkan daya saing.

“Saat ini diperlukan kreativitas yang tinggi baik bagi dosen maupun mahasiswa, dan keluar dari gaya pembelajaran yang konvensional sehingga lebih inovatif dalam pelaksanaan pendidikan. Namun, di sisi lain mahasiswa juga dituntut untuk lebih mandiri dan dapat memanfaatkan seluruh sumber pengetahuan yang ada dalam melakukan pembelajaran jarak jauh,” jelas pria kelahiran 11 Maret 1943 itu.  

Dikemukakan, kehadiran Unsia menjadi penting mengingat Angka Partisipasi Kasar (APK) perguruan tinggi di Indonesia pada tahun 2019, menurut Badan Pusat Statistik (BPS) masih sekitar 30,28 peren. Artinya, jika dibandingkan dengan jumlah penduduk usia 19–23 tahun, masyarakat yang melanjutkan pendidikan ke jenjang pendidikan tinggi hanya sekitar 30 persen. Sedangkan menurut angka survei angkatan kerja nasional (sakernas) BPS pada Februari 2020, angkatan kerja Indonesia yang berjumlah 137,91 juta, hanya 14,2 juta lulusan perguruan tinggi. Atau hanya 10,3 persen yang berkesempatan menikmati pendidikan tinggi.

Wapres berharap, dengan adanya Unsia maka dapat meingkatkan pendidikan tinggi di Indonesia sejalan dengan upaya pemerintah untuk mendapatkan sumber daya unggul. “Dengan adanya Universitas Siber Asia ini saya berharap angka-angka tersebut akan terus meningkat, sehingga masyarakat yang dapat menikmati pendidikan tinggi akan terus bertambah sejalan dengan upaya pemerintah menempatkan pembangunan SDM (sumber daya manusia) unggul sebagai prioritas nasional,” kata guru besar ilmu ekonomi syariah itu.

Setelah resmi berdiri, Wapres juga berharap Unsia dapat berkolaborasi dengan pendidikan tinggi lainnya di Indonesia sehingga mampu meningkatkan mutu dan pemerataan kualitas pendidikan, serta mendorong daya saing di tingkat nasional.

Sebelumnya, Unsia telah disiapkan pada tahun 2019 oleh Menteri Riset dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) Prof. Drs. H. Mohamad Nasir, Ak, M.Sc, Ph.D, dan juga  telah mendapatkan izin operasi oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada Agustus 2020.

Prof. Jang Youn Cho, Ph.D, CPA

Dalam sambutannya, Rektor Unsia, Prof. Jang Youn Cho, Ph.D, CPA mengatakan,  merupakan suatu kehormatan baginya dapat memimpin Unsia. Ia diminta oleh Rektor Unas dan Ketua Pengurus YMIK, Ramlan Siregar untuk berkontribusi pada pendidikan tinggi dengan memberikan pendidikan berkualitas tinggi di Indonesia.

“Hal ini dilakukan sebab masih banyak pemuda pemudi yang tidak memiliki kesempatan untuk mengeyam pendidikan tinggi.  Dengan menerapkan sistem dan standar mutu Universitas di Korea dan Amerika, saya berharap Unsia dapat memberikan kesempatan bagi anak muda yang ingin belajar tanpa terhalang oleh jarak, waktu, dan kondisi ekonomi,” ucap Prof. Cho.

Rektor Unsia merupakan rektor asing pertama di Indonesia yang berasal dari Korea Selatan. Ia mempunyai pengalaman yang mumpuni dalam memimpin perguruan tinggi online yang bereputasi global. Sebelum memutuskan ke Indonesia, ia menghabiskan waktu sekitar 17 tahun di Amerika Serikat dengan menyelesaikan pendidikan S2 di Universitas Texas dan Florida, serta menjadi Profesor di Universitas Nebraska-Lincoln.

Nadiem Makarim

Di sisi lain, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Nadiem Makarim juga turut menyambut peresmian Unsia yang dilakukan secara daring. Ia mengatakan Unsia diresmikan dalam waktu yang tepat, dimana zaman sedang dilanda Covid-19 yang mengharuskan aktivitas pembelajaran dilakukan secara daring.

“Dengan adanya Unsia maka dapat membuktikan bahwa pembelajaran berbasis teknologi kini semakin wajib. Di situasi semakin penuh tantangan ini meyakinkan kita bahwa belajar dapat dilakukan dimana saja secara daring, sehingga dosen dan mahasiswa pun semakin terpaku untuk mengeskplore ilmu pengetahuan,” kata Nadiem.

Ia berharap Unsia dapat menjadi penyelenggara pendidikan jarak jauh yang berkualitas. Tidak hanya membangun hard skills, tapi juga soft skills. Kedepannya, Unsia diharapkan dapat mencetak lulusan yang kompeten dan unggul dalam segala bidang.  

“Saya menyambut gembira lahirnya Unsia sebagai perguruan tinggi berbasis online. Semoga Unsia dapat selalu begotong royong melahirkan SDM unggul melalui kerja sama dan dunia usaha. Saya ucapkan selamat semoga Unsia dapat menjadi kampus yang disegani dan mampu mencetak lulusan yang berguna bagi bangsa dan negara,” tutup alumi Master of Business Administration Harvard Business School itu.

Dr. Ramlan Siregar, M.Si.

Ketua Pengurus YMIK, Dr. Ramlan Siregar, M.Si. turut mengucapkan terima kasih kepada Wakil Presiden atas nama negara dan pemerintah Indonesia yang telah meresmikan Unsia sebagai perguruan pertama di Indonesia berbasis online.

“Ini merupakan hari yang bersejarah tidak hanya bagi YMIK tapi juga bangsa Indonesia. Universitas berbasis online pertama di Indonesia resmi didirikan oleh Wapres Indonesia Bapak KH Ma’ruf Amin,” jelasnya dalam sambutan.

Ramlan mengungkapkan, Unsia didirikan selain  menjawab tantangan zaman di era revolusi industri 4.0, juga mengusung semangat untuk meningkatkan APK Indonesia agar usia produktif yang melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi dapat meningkat dan sejajar.

Menurutnya, pendidikan berbasis online juga  selaras dengan kebijakan pemerintah dan janji kampanye pemerintah untuk melakukan percepatan pembangunan SDM. Hadirnya Unsia akan dapat memberikan layanan pendidikan tinggi dalam skala yang sangat luas bagi seluruh bangsa Indonesia secara efisien dan efektif, berkualitas, dan dengan biaya terjangkau.

Ia berharap, Unsia akan diterima oleh seluruh lapisan masyarakat. Tidak hanya di Indonesia namun juga merambah di tingkat Asia, guna meningkatkan mutu dan daya saing di tingkat Internasional serta membuka peluang kerjasama dengan perusahaan multinasional.

Sebelumnya, Wapres Ma’ruf Amin telah menandatangani prasasti Unsia sebagai bentuk resmi beroperasionalnya universitas tersebut. Unsia memiliki lima program studi yakni Manajemen, Akuntansi, Sistem Informasi, Informatika, dan Komunikasi.

Turut hadir dalam peresmian ini yang dilakukan secara online yakni mantan Menristek Dikti Prof Drs H Mohamad Nasir, Ak, MSc, PhD; Sekjen Kemendikbud Prof Ainun Na’im, PhD, MBA; Dirjen Pendidikan Tinggi Kemendikbud Prof Ir Nizam, MSc, DIC, Ph.D; Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah III Prof  Dr Agus Setyo Budi, MSc; Duta Besar Korea untuk ASEAN Sung Nam Lee, Menteri Kedutaan Besar Korea di Indonesia Lee Sang Ho.

Selain itu, juga Top Manajemen Hyundai Motors sekaligus Presiden Dagang Korea Lee Kang Hyun, Presiden Asosiasi Indonesia Korea Park Jaehan, Presiden Bank Shinhan Indonesia Hwang, serta pejabat rektorat Unas, Sekolah Pascasarjana Unas, maupun rektorat Unsia.