DIGITAL SOCIETY, SOCIAL CAPITAL IN THE DISCOURSE OF CYBERSECURITY

Jakarta – (UNAS). Dalam rangka memperingati Dies Natalis 70 tahun Universitas Nasional, Program Studi Sosiologi melaksanakan forum Sociology Talks. Forum tersebut dilaksanakan di Ruang Seminar Gedung Pasca Sarjana Universitas Nasional mulai jam 15:00 sampai dengan 18:00 WIB. Peserta Sociology Talks adalah mahasiswa aktif dan alumni sosiologi lintas angkatan, selain itu forum juga dihadiri oleh Bapak dan Ibu Dosen Program Studi Sosiologi UNAS.

Pada sambutan pertama oleh Ketua Prodi Sosiologi Adilita Pramanti, S.Sos., M.Si. menjelaskan urgensi dari pelaksanaan forum Sociology Talks dengan mengangkat tema tentang Digital Society and Discourse of Cybersecurity, yaitu menjadikan forum tersebut sebagai tempat untuk mengkaji lebih detail tentang perkembangan masyarakat digital di era 4.0, juga mengidenifikasi terbentuknya cybersecurity di berbagai arena sosial.

Pada sesi berikutnya dilanjutkan sesi pemaparan materi. Pemateri pertama pada forum Sociology Talks adalah Dosen dari Universitas Airlangga yaitu Novri Susan, S.Sos., M.A., Ph.D. dengan membawakan materi tentang Digital Society Social Capital in the Discourse of Cybersecurity. Kemudian pemateri kedua adalah Dosen dari Universitas Nasional yaitu Adilita Pramanti, S.Sos., M.Si. dengan membawakan materi tentang Digital Community in the Cyber Security Era: The Impact of Commercialization of Local Culture on the Rural Environment.

Beberapa poin pembahasan yang telah disampaikan pemateri yaitu tentang terbentuknya masyarakat digital sebagai hasil dari perkembangan teknologi, Novri Susan, S.Sos., M.A., Ph.D. menjelaskan bahwa aktor-aktor era digital adalah kita semua yang hidup di era berkembangnya teknologi digital yang dijadikan sebagai medium dalam menciptakan budaya sosial baru. Perkembangan teknologi digital juga dimanfaatkan sebagai modal sosial (social capital) di berbagai ranah kehidupan masyarakat, baik di ranah sosial, ekonomi, hukum, dan politik, sehingga adanya perkembangan teknologi digital dapat memberikan pengaruh yang cukup fundamental dalam kehidupan masyarakat. Sedangkan tentang cybersecurity harusnya juga dapat diciptakan oleh masyarakat digital itu sendiri dengan memanfaatkan teknologi digital sebagai mediumnya.

Selanjutnya adalah pembahasan materi dari Ibu Ketua Program Studi Sosiologi, Adilita Pramanti, S.Sos., M.Si., merujuk pada papernya menjelaskan bahwa perkembangan teknologi digital sekarang mengendalikan perubahan sosial dan budaya dalam masyarakat digital di Indonesia, baik di perkotaan maupun di pedesaan. Kekayaan budaya lokal di Indonesia adalah aset serta akses digital dalam menciptakan kebutuhan konsumsi baru untuk informasi dan data yang menuntut kecanggihan perangkat lunak yang juga menciptakan persaingan pasar global dalam mengakses dan memiliki perangkat pintar  yang mendukung. Adanya komersialisasi budaya lokal mengakibatkan timbulnya berbagai resiko di lingkungan masyarakat termasuk di pedesaan. Resiko komersialisasi budaya lokal inilah yang menjadi salah satu tugas berat dalam era masyarakat digital.

Pada sesi tanya jawab di forum, para mahasiswa aktif berargumen dan mengajukan pertanyaan kepada para pemateri, beberapa pertanyaan yang disampaikan ada yang mengarah pada program kerja himpunan mahasiswa Program Studi Sosiologi, kemudian tentang rencana penelitian dan pengabdian masyarakat oleh mahasiswa dan dosen yang disesuikan dengan perkembangan era digital, sebagian mahasiswa yang lain juga mengutarakan pendapat secara teoritis tentang masyarakat digital dan dampaknya. Setelah sesi diskusi selesai, seluruh mahasiswa diminta untuk membuat artikel fokus tentang materi yang dibahas dalam forum Sociology Talks. (Ichmi)