Undang Penerima Beasiswa, P4M dan UKP-PIP Gelar Diskusi Capaian Pembangunan di Papua dan 3T

JAKARTA ( UNAS) –  Bagi sebagian masyarakat tentunya masih asing dengan istilah UKP-PIP yang merupakan kepanjangan dari Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila. Unit Kerja yang dibentuk berdasarkan Peraturan Presiden ( Perpres) Nomor 54 Tahun 2017 ini bertugas untuk membantu Presiden dalam merumuskan arah kebijakan umum pembinaan ideologi Pancasila dan melaksanakan koordinasi, sinkronisasi, dan pengendalian pembinaan ideologi Pancasila secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Sebagai bentuk sosialisasi kepada masyarakat tentang nilai – nilai Pancasila Pusat Pengkajian Politik dan Pengembangan Masyarakat (P4M) Universitas Nasional bekerjasama dengan Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP- PIP) menyelenggarakan Forum Diskusi Umum  bertemakan “ Pemberdayaan dan Sosialisasi Capaian Pembangunan Pemerintah untuk Mahasiswa Papua dan 3 T yang Menerima Beasiswa” bertempat di Ruang Rapat LPPM Universitas Nasional diskusi kali ini dihadiri  sebanyak 25 peserta yang terdiri dari mahasiswa asal Papua dan mahasiswa berprestasi dimana mereka semua merupakan para penerima beasiswa yang berasal dari bantuan Pemerintah RI.  Acara yang dimoderatori oleh Nursatyo,M.S.i ini  turut mengundang pembicara dari UKP-PIP yang dalam kegiatan ini diwakili oleh Wawan Fahrudin S.Ip., dari Deputi III  bagian pengendalian dan evaluasi.

Dalam sambutannya Ketua P4M Dr. Diana Fawzia, MA menuturkan bahwa diskusi umum kali ini adalah upaya untuk mendengarkan dan mencari solusi tentang bagaimana pemerataan pembangunan selama ini. Banyaknya masalah yang kerap dihadapi oleh daerah – daerah yang tergolong dalam kategori Terdepan, Terluar dan Tertinggal (3 T). Masalah–masalah yang kerap ditemui, imbuhnya seperti infrastruktur jalan yang rusak, sulitnya akses bahan makanan pokok maupun pasokan BBM ke daerah tertinggal serta minimnya fasilitas kesehatan seperti klinik, puskersmas serta rumah sakit yang belum memadai ditambah lagi sarana dan prasarana pendidikan yang jauh tertinggal dari daerah terdepan.

Oleh karena itu, lanjutnya, bersama dengan UKP-PIP saat ini akan mendengarkan prestasi – prestasi apa saja yang telah dicapai oleh Pemerintah selama 3 tahun ini serta mendengarkan pula apa – apa saja sektor yang harus terus dibenahi dan diperbaiki. Ia pun berpesan kepada para mahasiswa penerima beasiswa dalam kegiatan tersebut.

“ Saat ini masa depan bangsa ada ditangan anda – anda semua selaku generasi muda.  Maka dari itu teruslah berfikir kritis  serta teruslah berinovasi sebab ketika ruang – ruang ekonomi dan politik sulit untuk anda masuki maka masih tersedia ruang untuk terus berinovasi dan berkarya demi kemajuan bangsa Indonesia tercinta ini. Saya sangat senang sekali dengan kehadiran kalian yang berasal dari berbagai fakultas dan program studi yang berbeda ini menandakan bahwa kalian menginginkan perubahan pada bangsa ini. Dengan latar belakang yang berbeda kalian bisa menjadikan background pendidikan kalian sebagai dasar untuk mengembangkan sektor – sektor yang saat ini belum maksimal. Maka dari itu jadilah generasi muda yang optimis dan tidak gampang menyerah”,  tutup Dosen Ilmu Politik yang juga pengagum John F. Kennedy  ini Selasa ( 31/10).

Sementara itu ditemui seusai acara Wawan Fahrudin, S.Ip., selaku pembicara utama menegaskan akan betapa pentingnya peran anak muda dalam 20 tahun kedepan. Mereka, imbuhnya, akan menjadi calon – calon pemimpin dimana dipundak merekalah masa depan bangsa ini dititipkan. Wawan pun menambahkan setidaknya  ada tiga deputi yang berada di dalam UKP-PIP diantaranya, Deputi I bidang Pengkajian dan Materi, Deputi II bidang Advokasi serta Deputi III bidang Pengendalian dan Evaluasi. Kami yang berada di Deputi III, lanjutnya, bertugas untuk mengevaluasi perihal program pemerintah di daerah 3T  dengan cara mengkombinasikan antara kompetensi dan representasi.

“ Sebagai unit kerja presiden yang menyadari akan potensi generasi muda 20 tahun kedepan. UKP-PIP berharap akan muncul generasi muda yang memiliki wawasan yang sifatnya menghargai keberagaman, persamaan hak serta menjadikan Pancasila sebagai inspirasi dalam membawa bangsa ini menjadi lebih maju. Untuk mencapai tujuan tersebut setidaknya para generasi muda harus memahami aspek – aspek Pancasila yang baik dan benar seperti aspek pemahaman, aspek inklusi sosial dan aspek kelembagaan pancasila dimana semua itu bermuara kepada bagaimana generasi muda nantinya mampu menjadikan Pancasila sumber dari segala sumber hukum yang ada baik peraturan daerah maupun pusat,” tegasnya. (*bay)