UNAS Resmikan dan Lantik Pengurus Pusat Studi Gender dan Perlindungan Hak Anak

Jakarta (UNAS) – Universitas Nasional (UNAS) resmi meluncurkan dan meresmikan Pusat Studi Gender dan Perlindungan Hak Anak (PSG-PHA) sekaligus melantik jajaran pengurusnya. Kegiatan tersebut dirangkai dengan Sarasehan PSG-PHA UNAS bertema “Kemerdekaan Tanpa Kekerasan: Perlindungan Perempuan dan Anak dari Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) dan Cyberbully” yang berlangsung di Auditorium UNAS, Senin (31/8/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Staf Khusus Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Ariza Agustina, S.E., M.Si. yang mewakili Menteri PPPA, Ketua Komnas Perempuan Dr. Maria Ulfah Anshor, M.Si., Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Ai Maryati Sholihah, M.Si., jajaran pimpinan UNAS, mahasiswa, aktivis, pemerhati isu perempuan dan anak, serta para undangan.

Rektor UNAS Dr. El Amry Bermawi Putera, M.A. dalam sambutannya yang disampaikan Wakil Rektor I Prof. Dr. Ernawati Chotim, M.Si. menegaskan bahwa persoalan perempuan dan anak bukan merupakan isu pinggiran, melainkan salah satu cerminan kualitas peradaban sebuah bangsa.

“Ketika perempuan diberi ruang untuk memimpin dan berkarya, ketika anak-anak tumbuh dalam lingkungan yang aman dari kekerasan dan diskriminasi, di situlah kita menyaksikan wajah sesungguhnya dari kemajuan,” ujar Ernawati.

Menurutnya, perguruan tinggi tidak boleh hanya berperan sebagai menara gading yang berjarak dari persoalan masyarakat. Ilmu pengetahuan perlu diterapkan untuk menjawab berbagai persoalan sosial, termasuk kekerasan berbasis gender, perlindungan anak, dan ketimpangan yang masih terjadi di masyarakat.

“Kehadiran PSG-PHA hari ini bukan sekadar penambahan satu unit kerja baru di struktur universitas. Ia adalah pernyataan sikap keilmuan sekaligus komitmen moral Universitas Nasional untuk hadir secara aktif dalam gerakan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di Indonesia,” tuturnya.

Ernawati juga menyambut peluncuran tiga buku yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan, yaitu Kepemimpinan Intelektual Perempuan, Mendidik Anak dengan Bijaksana, dan Sosiologi Keluarga dan Perubahan Sosial. Menurutnya, ketiga karya tersebut menunjukkan kontribusi akademik PSG-PHA dalam mengembangkan pemikiran dan kajian mengenai perempuan, anak, keluarga, dan perubahan sosial.

Sementara itu, Ketua PSG-PHA UNAS Prof. Dr. Hj. Syamsiah Badruddin, M.Si. menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung peresmian PSG-PHA. Ia menegaskan bahwa kesetaraan gender, perlindungan perempuan, dan perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.

“Kehadiran Bapak/Ibu dan Saudara sekalian menjadi bukti bahwa isu kesetaraan gender, perlindungan perempuan, dan perlindungan anak bukan hanya menjadi urusan satu lembaga, satu kelompok, atau satu disiplin ilmu, melainkan merupakan tanggung jawab moral, sosial, akademik, dan kebangsaan kita bersama,” ujar Prof. Syamsiah.

Mengangkat tema “Kemerdekaan Tanpa Kekerasan”, Prof. Syamsiah menjelaskan bahwa kemerdekaan tidak hanya dimaknai sebagai kebebasan dari penjajahan fisik, tetapi juga sebagai hak setiap warga negara untuk hidup aman, bermartabat, dihargai, dan terlindungi dari berbagai bentuk kekerasan.

“Perempuan merdeka ketika ia dapat belajar tanpa rasa takut. Anak merdeka ketika ia dapat tumbuh tanpa intimidasi. Mahasiswa merdeka ketika ruang digital tidak menjadi tempat perundungan. Keluarga merdeka ketika teknologi digunakan untuk mendukung kehidupan, bukan untuk melukai martabat manusia,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa kemerdekaan sejati perlu diwujudkan melalui rasa aman dan perlindungan, terutama bagi kelompok rentan. Oleh karena itu, PSG-PHA diharapkan menjadi ruang akademik yang mendorong lahirnya kajian, penelitian, edukasi, serta kolaborasi untuk memperkuat perlindungan perempuan dan anak.

Pelantikan pengurus PSG-PHA UNAS dipimpin oleh Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerja Sama (PPMK) UNAS Prof. Dr. Ernawati Sinaga, M.S., Apt. Pelantikan tersebut menjadi bagian penting dari rangkaian peresmian PSG-PHA sebagai pusat kajian yang diharapkan dapat memperkuat kontribusi UNAS dalam merespons persoalan gender dan perlindungan hak anak.

Peresmian dan pelantikan PSG-PHA sekaligus menegaskan komitmen UNAS untuk menjadikan ilmu pengetahuan sebagai bagian dari solusi atas persoalan masyarakat. Melalui PSG-PHA, UNAS mendorong penguatan kajian akademik dan kolaborasi lintas sektor guna mendukung terciptanya lingkungan yang aman, setara, bermartabat, dan bebas dari kekerasan bagi perempuan dan anak. (TIN)

Bagikan :

Info Mahasiswa

Related Post

Kenali Dunia kampus Lewat Character Building
UNAS Gelar Raker dengan Tema "Inovasi dan Kolaborasi: 75 Tahun Perjalanan Menuju Pendidikan Berbasis Teknologi dan Globalisasi"
CENDEKIAWAN MUSLIM SUSUN “MIZAN CHARTER”, PIAGAM ISLAM UNTUK LINGKUNGAN HIDUP
HIMAHI Kenalkan Culture Diplomacy Melalui HI FESTIVAL 3.0
UNAS Gelar Pelatihan untuk Siswa SMK dan SMA Jakarta, Siapkan Generasi Muda untuk Persaingan Global
Kunjungan UNAS ke BATAN

Kategori Artikel

Berita Terbaru

Jadwal pelaksanaan PLBA T.A 2025/2026

Hari : RABU

SESI : 1

Tanggal : 24 September 2025

Pukul : 07.00 – 12.00 WIB

Auditorium Universitas Nasional

FAKULTAS

  1. FISIP
  2. FAKULTAS BAHASA DAN SASTRA
  3. FAKULTAS TEKNIK DAN SAINS
  4. FAKULTAS TEKNOLOGI  KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA

SESI : 2

Pukul : 13.00 – 16.00 WIB

Tempat : Auditorium Universitas Nasional

FAKULTAS

  1. FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
  2. FAKULTAS HUKUM
  3. FAKULTAS ILMU KESEHATAN
  4. FAKULTAS BIOLOGI DAN PERTANIAN

Tempat : Auditorium Universitas Nasional

Hari : Kamis

Tanggal 25 September 2025

Pukul : 07.00 – 16.00 WIB

  1. FISIP
  2. FAKULTAS BAHASA DAN SASTRA
  3. FAKULTAS TEKNIK DAN SAINS
  4. FAKULTAS TEKNOLOGI  KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA
  5. FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
  6. FAKULTAS HUKUM
  7. FAKULTAS ILMU KESEHATAN
  8. FAKULTAS BIOLOGI DAN PERTANIAN

Tempat : Auditorium Universitas Nasional