UNAS Kirimkan 112 Mahasiswa Ikuti MBKM Bela Negara

Bagikan Artikel

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
UNAS Kirimkan 112 Mahasiswa Ikuti MBKM Bela Negara

Jakarta (UNAS) – Universitas Nasional mengirimkan 112 mahasiswa untuk mengikuti Program MBKM Bela Negara yang dibuka pada Rabu (14/9) di Gedung Conventional BSI Bekasi yang diselenggarakan oleh LLDIKTI Wilayah III. Peluncuran PMM-PKBN dibuka dengan upacara 5.000 mahasiswa dan kuliah umum 3 Menteri (Menko PMK, Mendikbudristek, dan Menhan).

Menurut Kepala Bagian Penalaran Biro Kemahasiswaan UNAS sebagai pendamping mahasiswa Martin Yudandi, S.Sos, UNAS mengirimkan mahasiswa semester 5 Program Studi Teknik Informatika, Program Studi Sistem Informasi Fakultas Teknologi Komunikasi dan Informatika, dan Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik menjadi kegiatan yang sangat penting dalam menanamkan rasa kebangsaan.

“Kegiatan pembukaan dan kuliah umum sangat meriah, UNAS mengirimkan 112 mahasiswa semester 5 dari Prodi Teknik Informatika, Sistem Informasi dan Ilmu Komunikasi. Ini merupakan kegiatan penting dalam hal bela negara, mendorong rasa kecintaan, kebangsaan bela negara di perguruan tinggi”, jelasnya dalam wawancara Tim Humas.

Ia berharap agar mahasiswa yang mengikuti program MBKM Bela Negara bisa mengikuti sampai selesai sehingga mendapat keseluruhan materi dan pengetahuan. “Harapan saya, semoga mahasiswa bisa mengikuti sampai akhir program ini sehingga bisa dapat pengetahuan dan materi yang sesui paket oleh dosen MBKM Bela Negara yang tentunya materi tersebut belum ada di perguruan tinggi”, paparnya.

LLDikti Wilayah III menggandeng Badan Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Pertahanan (BADIKLAT Kemenhan) untuk mensinergikan Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) dengan Pembinaan Kesadaran Bela Negara (PKBN). PMM-PKBN menjadi program kolaborasi baru antara Kemendikbudristek dan Kemenhan sebagai upaya penguatan literasi digital di era revolusi industry 4.0 dan society 5.0, seperti digital skill, digital culture, digital etic, dan digital safety.

“Dari program PMM-PKBN, mahasiswa dapat menyetarakan Satuan Kredit Semester (SKS) setara 20 SKS, mendapatkan sertifikasi dari Lembaga Sertifikasi Profesi dari perguruan tinggi yang telah ditunjuk, dan sertifikat Bela Negara dari Badiklat Kemenhan yang dapat meningkatkan daya saing”, kata Kepala LLDikti Wilayah III, Paristiyanti Nurwardani

Hadir dalam pembukaan dan kuliah umum, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Kemendikbudristek Prof. Ir. Nizam, Menteri Pertahanan yang diwakili oleh Direktur Bela Negara Direktorat Jenderal Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan Brigjen TNI Dr. Jubei Levianto, Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Pertahananan (Kabadiklat Kemhan) Mayjen TNI Tandyo Budi. (*TIN)

Berita Terbaru
Chat with Us!