Jakarta (UNAS) — Upaya penguatan sistem penjaminan mutu memasuki babak baru melalui kolaborasi antarperguruan tinggi. Universitas Nasional (UNAS) bersama Universitas Mitra Bangsa (MIBA) dan Universitas Siber Asia (UNSIA) menggagas konsorsium pelatihan auditor Audit Mutu Internal (AMI) berbasis risiko sebagai langkah adaptif menghadapi standar akreditasi nasional dan internasional.
Model konsorsium ini mencerminkan pergeseran strategi penjaminan mutu dari pendekatan tunggal menuju kolaboratif. Dalam konteks pendidikan tinggi, kerja sama semacam ini dianggap semakin relevan karena perguruan tinggi di Indonesia tidak hanya berhadapan dengan asesmen domestik, tetapi juga standar internasional yang jauh lebih kompetitif.
Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Keuangan, dan SDM UNAS Prof. Dr. Suryono Efendi, menyampaikan bahwa pelatihan auditor tidak lagi cukup jika berhenti pada aspek sertifikasi. Menurutnya, auditor perlu dibekali kemampuan membaca risiko institusi dan memetakan prioritas audit secara strategis.
Sementara itu, pemaparan materi oleh Pakar Mutu Nasional Dr. Ir. Desiana Vidayanti, M.T., menguatkan urgensi AMI berbasis risiko dengan menyoroti keterbatasan waktu audit dan banyaknya standar yang harus dipenuhi oleh perguruan tinggi. Pendekatan risiko dianggap menjadi jalan tengah agar audit tetap efektif dan berdampak pada tujuan strategis.
Selain pelatihan teknis, kegiatan ini disertai penandatanganan kesepakatan kerja sama sebagai fondasi awal konsorsium penjaminan mutu. Format kerja sama lintas perguruan tinggi ini diharapkan menjadi model yang dapat direplikasi oleh perguruan tinggi lain, khususnya di lingkungan LLDikti Wilayah III.
Model konsorsium menjadi relevan di tengah perubahan ekosistem pendidikan tinggi yang menuntut perguruan tinggi untuk saling memperkuat kapasitas internal, terutama dalam hal pemenuhan standar, audit, dan pengendalian mutu. UNAS menilai bahwa kolaborasi semacam ini dapat mempercepat kesiapan institusi menuju standar global. (SAF)
Bagikan :


